By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Edy Mulyadi Ogah Diperiksa Bareskrim, Sebut Pemanggilan Tak Sesuai KUHAP
HeadlineHukum & Kriminal

Edy Mulyadi Ogah Diperiksa Bareskrim, Sebut Pemanggilan Tak Sesuai KUHAP

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 6, 2022 8:17 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir hadir di Bareskrim Mabes Polri - akurasi.id
Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir hadir di Bareskrim Mabes Polri. (istimewa)
SHARE

Edy Mulyadi ogah diperiksa Bareskrim hari ini. Kuasa hukumnya pun meminta penyidik Bareskrim Polri menunda panggilan terhadap Edy.

Akurasi.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Edy Mulyadi batal memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditpidsiber) Bareskrim Mabes Polri, Jumat (28/1/2022).

Hanya Herman Kadir, Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi yang saat hadir di Bareskrim Mabes Polri. Dia menyebut kliennya tidak hadir memenuhi panggilan polisi yang terjadwal hari ini. Sebab Edy mempermasalahkan prosedur surat pemanggilan dari polisi.

[irp]

“Alasannya pertama prosedur pemanggilan tidak sesuai dengan KUHAP. Ini kami mau memasukkan surat ini dulu,” kata Herman kepada awak media di Bareskrim Polri.

Herman menjelaskan detail terkait prosedur pemanggilan yang dia nilai tak sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tersebut. Dalam panggilan itu, kliennya hanya mendapat waktu dua hari. Sejak surat tersebut Bareskrim Polri layangkan pada Rabu (26/1/2022) lalu.

Padahal, menurut pihaknya, jika merujuk pada pasal 227 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), pemanggilan untuk melakukan pemeriksaan itu minimal memiliki jarak waktu tiga hari.

Dalam KUHAP itu berbunyi: (1) Semua jenis pemberitahuan atau panggilan oleh pihak yang berwenang dalam semua tingkat pemeriksaan kepada terdakwa, saksi atau ahli disampaikan selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal hadir yang ditentukan, di tempat tinggal mereka atau di tempat kediaman mereka terakhir.

“Jadi kan itu minimal harus tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan. Intinya itu sudah tidak sesuai dengan KUHAP. Kami minta itu perbaiki lagi surat pemanggilan,” ucap Herman.

Dengan begitu, Herman akan meminta penyidik Bareskrim Polri menunda panggilan terhadap Edy. “Nanti dipanggil ulang lagi. Iya kita harus sesuai prosedur,” ucapnya.

[irp]

Laporan Kasus Edy Mulyadi Seluruhnya Ditangani Bareskrim Polri

Sebelumnya, akibat pernyataan Edy Mulyadi menyebut Kalimantan tempat jin buang anak yang viral di dunia maya menjadi kontroversi. Masyarakat terutama warga Kalimantan Timur memprotes dan menuntut Edy Mulyadi.

Bareskrim Polri pun kini menangani semua laporan polisi (LP) terkait Edy Mulyadi yang ada di sejumlah polda dan polres. Polri menerima 3 laporan polisi, 16 pengaduan dan 18 pernyataan sikap akan kasus penghinaan ‘Kalimantan Tempat Jin Buang Anak’ yang terucap oleh Edy Mulyadi.

Pelaporan masyarakat tak hanya soal dugaan ujaran kebencian yang menyebut Kalimantan ‘tempat jin buang anak’. Termasuk soal Edy Mulyadi yang pernah menyebut Menhan Prabowo Subianto ‘macan jadi mengeong’.

[irp]

Kepala Biro Peperangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut, seluruh laporan sampai pengaduan itu tersebar di beberapa Polda. “Semua laporan polisi, pengaduan dan pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarakat, Bareskrim Polri akan melakukan penyelidikan dan penyidikan,” katanya, Selasa (25/1/2022) lalu. (*)

Sumber: jayalah.negriku
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Bareskrim PolriDitpidsiber Bareskrim Mabes PolriEdy MulyadiEdy Mulyadi menghina Kalimantan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bahlil Lahadalia Imbau Warga Tak Panic Buying BBM di Tengah Krisis Global, Masyarakat Diminta Hemat Energi
HeadlineKabar Politik

Bahlil Lahadalia Imbau Warga Tak Panic Buying BBM di Tengah Krisis Global, Masyarakat Diminta Hemat Energi

By
Wili Wili
Bahlil Lahadalia Sidak SPBU Pertamina di Jawa Timur, Tegaskan Siap Beri Sanksi Jika BBM Tak Sesuai Standar
HeadlinePeristiwa

Bahlil Lahadalia Sidak SPBU Pertamina di Jawa Timur, Tegaskan Siap Beri Sanksi Jika BBM Tak Sesuai Standar

By
Wili Wili
Kakak Bupati PPU Diduga Korupsi, KPK Kantongi Laporan dari Masyarakat
HeadlineHukum & Kriminal

Kakak Bupati PPU Diduga Korupsi, KPK Kantongi Laporan dari Masyarakat

By
akurasi 2019
Korban Semakin Berjatuhan, PBB Serukan Kemanusiaan Terkait Invasi Israel ke Gaza
Headline

Korban Semakin Berjatuhan, PBB Serukan Kemanusiaan Terkait Invasi Israel ke Gaza

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?