By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Covid Melonjak Jokowi Blusukan di Sumut, Pengamat: Enggak Bijaksana
HeadlineTrending

Covid Melonjak Jokowi Blusukan di Sumut, Pengamat: Enggak Bijaksana

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 7:28 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Covid Melonjak Jokowi Blusukan di Sumut, Pengamat: Enggak Bijaksana
Presiden jokowi blusukan ke danau toba naik motor foto biro pers media dan informasi sekretariat presiden1. (Editor.id)
SHARE

Di saat kondisi covid-19 sedang melonjak, justru Presiden Jokowi Blusukan di Sumut. Kegiatan Presiden Jokowi Blusukan di Sumut ini menimbulkan kerumunan dari masyarakat yang ingin melihat pemimpin negara mereka.

Contents
  • Mendapat Kritik dari Pengamat
  • Lakukan Assesmen Risiko sebelum Blusukan
  • Kerumunan Urusan Pemda, Blusukan Tetap Jalan

Akurasi.id, Jakarta – Blusukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sejumlah titik di Sumatera Utara menjadi sorotan publik. Pasalnya, rangkaian kegiatan blusukan itu menimbulkan kerumunan di saat Indonesia sedang memasuki gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Kedatangan Jokowi menarik kerumunan warga sejak hari Rabu (2/2). Masyarakat mulai berdesakan saat Jokowi berkunjung ke Pasar Prosa, Kabupaten Toba.

Kerumunan warga juga begitu tampak saat Jokowi berkunjung ke Kabupaten Dairi pada Kamis (3/2). Pesawat nirawak yang diterbangkan Sekretariat Presiden menangkap gambar warga berdesak-desakan di pinggir jalan menanti Jokowi melintas.

Paspampres dan TNI-Polri membentuk pagar betis untuk menghalau warga. Akan tetapi, tetap saja beberapa warga berhasil menjebol pagar itu dan mendekat ke RI 1.

Pihak Istana tidak mau campur tangan dalam peristiwa itu. Sekretariat Presiden menegaskan setiap kunjungan presiden dengan protokol ketat. Soal kerumunan warga, mereka menyerahkannya ke pemerintah daerah.

[irp]

Mendapat Kritik dari Pengamat

Blusukan Jokowi di tengah lonjakan kasus Covid-19 mengundang kritik dari pengamat komunikasi politik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, Kunto Adi Wibowo.

Kunto berpendapat Jokowi sedang tidak perlu blusukan untuk menaikkan tingkat kepuasan publik. Pasalnya, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi sedang dalam tahap aman di berbagai survei, yaitu 60-70 persen.

Direktur Eksekutif lembaga survei Kedaikopi itu justru melihat blusukan Jokowi tidak etis secara politik. Dia beralasan jumlah kasus Covid-19 sedang mengalami peningkatan seperti saat ini.

“Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi jadi enggak prudent, enggak bijaksana, dalam terkait kasus covid meningkat,” kata Kunto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (4/2).

Kunto membaca dua pesan Jokowi saat bersikukuh blusukan kala lonjakan kasus Covid-19. Pertama, Jokowi ingin berinvestasi dalam urusan kepuasan publik.

Dia menilai Jokowi akan menghadapi krisis kepuasan publik beberapa bulan ke depan karena puncak kasus Covid-19, pembatasan sosial, dan perekonomian yang belum membaik. Menurutnya, langkah Jokowi ini untuk mengamankan kepuasan publik di sejumlah daerah.

“Mungkin ada pesan lain ya enggak usah takut lah sama Omicron supaya roda ekonomi enggak terganggu. Itu mungkin pesan lain dari blusukan Pak Jokowi yang mengundang banyak orang,” ucapnya.

Lakukan Assesmen Risiko sebelum Blusukan

Terpisah, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyarankan Sekretariat Presiden dan pemerintah melakukan asesmen risiko sebelum Jokowi menggelar blusukan.

Dicky memahami akan sulit membatasi kegiatan kepala negara dan pejabat tinggi negara lainnya. Oleh karena itu, perlu ada hitung-hitungan agar untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19 pada kunjungan kerja kepresidenan.

“Pemerintah daerah setempat harus memastikan minimnya risiko pada kerumunan-kerumunan ini. Pastikan orang yang terlewati (blusukan) dalam cakupan vaksinasi, setidaknya 60 persen ke atas,” ucap Dicky kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/2).

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan, menyoroti kerumunan yang terjadi dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (2/2).\

Menurutnya, insiden kerumunan itu memperlihatkan bahwa teladan Jokowi dan jajaran pemerintahan lainnya semakin drop dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Dia juga menilai, kunjungan kerja Jokowi telah ikut menyebabkan angka penularan Covid-19 mengalami peningkatan saat ini.

“Teladan Jokowi dan pembantunya tentang prokes berkegiatan yang benar dan aman bagi masyarakat makin drop,” kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/2).

“Kunjungan kerja Jokowi dan pembantunya ikut mendorong peningkatan Covid-19 sejak awal sampai varian Omicron, termasuk kerumunan terbaru di Sumut,” sambungnya.

[irp]

Kerumunan Urusan Pemda, Blusukan Tetap Jalan

Sementara itu Sekretariat Presiden (Setpres) mengatakan kerumunan warga pada kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo menjadi urusan pemerintah daerah (pemda).

“[Soal] masyarakat ya [urusan] pemda,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/2).

Ia berkata Jokowi akan tetap melakukan kunjungan kerja meski kasus Covid-19 sedang meningkat. Menurutnya, kunjungan kerja presiden menekankan protokol kesehatan ketat.

Dia menyebut seluruh tim kepresidenan menjalani tes PCR sebelum kunjungan kerja ke daerah. Tim tersebut juga melakukan tes antigen setibanya di daerah tujuan kunker.

“Kunker Bapak Presiden tetap berjalan. Namun, dengan protokol kesehatan tinggi,” ucap Heru.

Kasus covid-19 saat ini terus melonjak. Kemarin kasus harian bertambah 32 ribu dan kasus kematian bertambah 42 orang. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Covid MelonjakHardnewsJokowi Blusukanpresiden jokowi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kris Dayanti Kuliah S1 di Usia 50 Tahun, Ambil Jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka
SelebritisTrending

Kris Dayanti Kuliah S1 di Usia 50 Tahun, Ambil Jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka

By
Wili Wili
Pemerintah Pastikan PT Sritex Tidak Akan Dinationalisasi, Fokus pada Penyelamatan dan Perlindungan Pekerja
PeristiwaTrending

Pemerintah Pastikan PT Sritex Tidak Akan Dinationalisasi, Fokus pada Penyelamatan dan Perlindungan Pekerja

By
Wili Wili
Matikan Lampu, Cara Holywings Kemang Kelabui Petugas Satpol PP
Trending

Matikan Lampu, Cara Holywings Kemang Kelabui Petugas Satpol PP

By
Devi Nila Sari
Harga Emas Antam Hari Ini 26 Maret 2026 Stabil, Buyback Turun Rp17.000
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Maret 2026 Stabil, Buyback Turun Rp17.000

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?