Birokrasi

Jelang Arus Mudik Bontang, DPRD Bontang Minta Gugus Tugas Covid Berantisipasi

Loading

Jelang Arus Mudik Bontang, DPRD Bontang Minta Gugus Tugas Covid Berantisipasi
Jelang Arus Mudik Bontang, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Agus Haris beri tanggapan. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Jelang arus mudik Bontang, DPRD Bontang minta Gugus Tugas Covid berantisipasi. Salah satunya dengan memantau situasi perkembangan pandemi dari dalam maupun luar daerah serta penerapan protokol kesehatan bagi pendatang.

Akurasi.id, Bontang – Menjelang mudik Natal dan Tahun Baru 2021, arus mudik di Bontang perlu diantisipasi lebih lanjut. Sebab pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

Baca juga: DPRD Bontang Minta Universitas Lokal Diberdayakan dalam Pembuatan Naskah Akademik Perda

Oleh sebab itu, Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Agus Haris menyerahkan seluruh mekanisme pembukaan atau penutupan akses pelabuhan di Kota Bontang kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya, tim gugus tugas saat ini yang mengetahui secara kongkrit kondisi dan situasi di Bontang yang menjadi daerah pendatang.

Jasa SMK3 dan ISO

“Memang saat ini tujuan warga ke Bontang banyak berasal dari daerah lain, seperti Sulawesi. Oleh sebab itu kami serahkan seluruh ke tim gugus karena mereka pasti lebih paham situasi di sana,” jelas Agus Haris saat dikonfirmasi, Senin (23/11/2020) lalu.

Pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bontang itu mengingatkan, pemerintah melalui tim gugus tugas harus berhati-hati menentukan kebijakan. Jika merasa aman, DPRD Bontang tidak akan mempersoalkan dengan syarat selalu menerapkan protokol kesehatan bagi pendatang.

“Jika dibuka, harus melakukan protokol kesehatan dengan sebaik mungkin dan tanpa celah. Agar masyarakat bontang juga dapat merasa lebih aman,” ungkapnya.

Selain itu, kata Agus Haris, pembukaan pelabuhan untuk kapal pengangkut barang tidak terlalu berdampak. Sebab kapal itu disebut tidak perlu dikhawatirkan berlebihan lantaran jumlah orangnya yang terbilang sedikit.

“Untuk kapal pengangkut barang saya rasa tidak ada masalah sebab, jumlah orang di dalam kapal itu terbilang sedikit,” paparnya.
Walaupun demikian, Agus Haris meminta kepada tim gugus tugas dapat mengimbau penerapan protokol kesehatan kepada nakhoda kapal pengangkut barang.

“Biar itu kapal pengangkut barang, tetap juga dilakukan protokol kesehatan, demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari daerah luar,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button