By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Antisipasi Banjir dengan Modifikasi Cuaca
PeristiwaTrending

Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Antisipasi Banjir dengan Modifikasi Cuaca

Wili Wili
Last updated: Maret 10, 2025 3:54 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Antisipasi Banjir dengan Modifikasi Cuaca
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Antisipasi Banjir dengan Modifikasi Cuaca. Foto: Cnbc.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini ‘Jakarta Siaga’ menyusul prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 11-20 Maret 2025. Warga diminta waspada terhadap potensi banjir jika curah hujan mencapai lebih dari 150 mm/hari.

Contents
  • Modifikasi Cuaca untuk Kendalikan Hujan
  • TMC dan Sejarahnya dalam Mitigasi Bencana
  • Peningkatan Frekuensi Banjir di Musim Hujan 2024-2025
  • Langkah Antisipasi Pemprov DKI Jakarta

Dalam unggahan resmi di akun Instagram @dkijakarta, Pemprov DKI menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi dampak banjir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa salah satu strategi utama yang digunakan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan lebih awal.

Modifikasi Cuaca untuk Kendalikan Hujan

Gubernur Pramono Anung menginstruksikan OMC dilakukan lebih dini setelah berkomunikasi dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Upaya ini bertujuan mengarahkan hujan turun di wilayah laut untuk mengurangi dampak genangan di Jakarta.

“Kami telah berbicara dengan BMKG dan Kepala Dinas Sumber Daya Air agar modifikasi cuaca dilakukan lebih awal, terutama besok yang diprediksi memiliki curah hujan tertinggi,” ujar Pramono dalam kunjungannya ke Pasar Induk Kramat Jati.

Selain modifikasi cuaca, langkah lain yang dilakukan Pemprov DKI meliputi pengerukan kali dan waduk serta normalisasi sungai guna meningkatkan daya tampung air di ibu kota.

TMC dan Sejarahnya dalam Mitigasi Bencana

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bukanlah metode baru dalam mitigasi bencana di Indonesia. Sejak 1977, teknologi ini telah digunakan untuk mengurangi intensitas hujan di daerah rawan banjir. Pekan lalu, BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melakukan modifikasi cuaca pada 5-8 Maret 2025 guna mengurangi dampak curah hujan tinggi di wilayah Jabodetabek.

Pada 2 Maret 2025, hujan deras mengguyur Jabodetabek dan menyebabkan peningkatan debit air di Bendungan Katulampa, Bogor. Kondisi ini memicu status Siaga 1, berdampak pada peningkatan aliran air di sungai-sungai utama seperti Ciliwung, Cikeas, dan Cisadane. Akibatnya, pada 5 Maret 2025, lebih dari 110 RT di Jakarta terdampak banjir, sementara delapan kecamatan di Bekasi lumpuh akibat genangan air.

Peningkatan Frekuensi Banjir di Musim Hujan 2024-2025

Sejak awal musim hujan November 2024, berbagai wilayah di Indonesia telah mengalami peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi. Banjir dan longsor terjadi di Sumatera Utara, Sukabumi, Pekalongan, dan beberapa daerah di Jawa Timur.

Pemprov DKI menyadari pentingnya langkah antisipatif untuk menghadapi peningkatan intensitas curah hujan. Oleh karena itu, selain OMC, mereka juga mempercepat pengerukan kali dan waduk serta melaksanakan normalisasi sungai dan sodetan guna meningkatkan kapasitas penampungan air.

Langkah Antisipasi Pemprov DKI Jakarta

Untuk mengurangi risiko banjir akibat cuaca ekstrem, Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, antara lain:

  1. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengalihkan hujan ke laut.
  2. Normalisasi dan sodetan sungai guna memperlancar aliran air.
  3. Pengerukan kali, sungai, dan waduk untuk meningkatkan daya tampung air.
  4. Koordinasi dengan BMKG dan BNPB dalam monitoring cuaca dan langkah mitigasi lainnya.

Masyarakat Jakarta diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan Pemprov DKI. Jika curah hujan melebihi 150 mm/hari, potensi banjir diprediksi akan meningkat.

Jakarta kembali menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah mitigasi, termasuk modifikasi cuaca, pengerukan, dan normalisasi sungai. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:BanjirBendungan KatulampaBMKGbnpbCuaca Ekstremjakartamitigasi bencanamodifikasi cuacaPemprov DKITeknologi Modifikasi Cuaca
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Taufik Hidayat Temui Prabowo di Kertanegara: Siap Bergabung sebagai Menteri?
HeadlinePeristiwa

Taufik Hidayat Temui Prabowo di Kertanegara: Siap Bergabung sebagai Menteri?

By
Wili Wili
Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir
HeadlinePeristiwa

Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir

By
Wili Wili
Penemuan 59 Titik Ladang Ganja di TNBTS: Kronologi dan Klarifikasi
PeristiwaTrending

Penemuan 59 Titik Ladang Ganja di TNBTS: Kronologi dan Klarifikasi

By
Wili Wili
Banjir Rob Bontang Kuala Menggenangi Akses Jalan Masuk
Trending

Banjir Rob Bontang Kuala Menggenangi Akses Jalan Masuk

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?