By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Ingatkan Bahaya Korupsi Jelang Pilkada, Mahyudin: Kepala Daerah Bukan Ajang Gagah-Gagahan
Trending

Ingatkan Bahaya Korupsi Jelang Pilkada, Mahyudin: Kepala Daerah Bukan Ajang Gagah-Gagahan

akurasi 2019
Last updated: Juli 20, 2020 11:33 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Ingatkan Bahaya Korupsi Jelang Pilkada, Mahyudin: Kepala Daerah Bukan Ajang Gagah-Gagahan
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin saat bertandang ke Sangatta, Kutim, mengingatkan bahaya laten politik uang dan perilaku korupsi. (Dirhan/Akurasi.id)
SHARE
Ingatkan Bahaya Korupsi Jelang Pilkada, Mahyudin: Kepala Daerah Bukan Ajang Gagah-Gagahan
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin saat bertandang ke Sangatta, Kutim, mengingatkan bahaya laten politik uang dan perilaku korupsi. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengingatkan bahaya politik uang dalam ajang pesta demokrasi atau pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Praktik itu menurut dia acap kali melahirkan pemimpin berjiwa koruptor.

baca juga: Kian Mengkhawatirkan, Dalam Sehari 3 Pasien Covid-19 di Samarinda Meninggal Dunia

Hal itu dia utarakan saat bertemu para milineal dan masyarakat kala bertandang di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (20/7/2020) kemarin. Dia memaparkan, akibat praktik politik uang di masa pemilu, telah banyak melahirkan pemimpin dan pejabat bermental koruptor.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya pejabat di daerah, mulai dari bupati, wali kota, gubernur, hingga dengan menteri yang diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran terbukti terlibat berbagai praktik korupsi.

Tidak hanya itu, pria yang karib disapa Udin itu mengakui, tidak sedikit wakil rakyat, mulai dari anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR dan DPD RI yang harus berurusan dengan komisi antirasuah lantaran melakukan praktik korupsi.

“Sudah ada ratusan kepala daerah dan wakil rakyat di Indonesia yang dijebloskan ke penjara karena kasus korupsi. Di Kaltim tidak terkecuali. Dan ini tentunya sangat berbahaya bagi pembangunan di daerah,” katanya.

Untuk di Kaltim, dua contoh kepala daerah yang harus duduk pesakitan di balik jeruji besik KPK hanya karena hasrat korupsi, yakni mantan Bupati Kukar Rita Widyasari. Kemudian Bupati Kutim Ismunandar dan istrinya Encek UR Firgasih selaku ketua DPRD Kutim.

“Seperti di Kutim, semula saya berharap dijauhkan dari perilaku dan budaya korupsi. Namun ternyata justru terjadi. Dan tentunya ini sangat menyedihkan bagi kita semua,” ujar pria yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI itu.

Perilaku korupsi pejabat dan kepala daerah menurut Mahyudin pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari perilaku rakyat yang mudah menjual hak-haknya hanya dengan imbalan uang puluhan hingga ratusan ribu. Hal yang demikian, semestinya tidak boleh lagi terjadi pada ajang-ajang pemilu mendatang.

“Korupsi lahir dari rakyat yang korupsi. Ini masalah yang harus kita hadapi. Masyarakat kita masih banyak yang terjebak dalam budaya itu. Wajar jika kemudian daerah dan negara ini tidak melangkah maju,” imbuhnya.

Mahyudin mengingatkan, kontestasi Pilkada Serentak 2020 bukan menjadi ajang pamer atau unjuk gigi. Apalagi sekadar bergaya-gayaan. Melainkan harus menjadi gelanggang untuk menunjukan kualitas dan ide-ide dalam membenahi daerah.

“Menjadi kepala daerah bukan untuk gagah-gagahan. Petantang-petenteng. Jadi kepala daerah itu harus dari hati dan ketulusan untuk membangun daerah. Untuk mengadu gagasan, ide, dan kemampuan. Hidup itu penting memberikan sumbangsih yang baik. Kalau orientasi uang, maka itu hanya akan membawa kepada perilaku korupsi. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:KoruptorMahyudinPilkada 2020Pilkada Serentak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun
PeristiwaTrending

Kebakaran Hutan di Los Angeles: 13 Korban Tewas, Kerugian Capai Rp2.185 Triliun

By
Wili Wili
Suami Aniaya Istri hingga Operasi Mata di Depok, Pelaku Ditahan Polisi
Hukum & KriminalTrending

Suami Aniaya Istri hingga Operasi Mata di Depok, Pelaku Ditahan Polisi

By
Wili Wili
Kisah Tragis Norma Risma: Mantan Suami dan Ibu Kandungnya Terbukti Berzina
Hukum & KriminalTrending

Kisah Tragis Norma Risma: Mantan Suami dan Ibu Kandungnya Terbukti Berzina

By
Wili Wili
RUU TNI Terbaru: Hapus Penempatan di KKP dan Wewenang Penanganan Narkoba
PeristiwaTrending

RUU TNI Terbaru: Hapus Penempatan di KKP dan Wewenang Penanganan Narkoba

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?