By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Ekonomi > Harga Lombok dan Bawang Meroket, Suplai dari Jawa Diduga Penyebabnya
EkonomiHeadline

Harga Lombok dan Bawang Meroket, Suplai dari Jawa Diduga Penyebabnya

Devi Nila Sari
Last updated: Juni 21, 2022 5:28 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Harga Lombok dan Bawang Meroket, Suplai dari Jawa Diduga Penyebabnya
alah satu lapak yang menjajakan lombok kecil dan bawang merah di Pasar Rawa Indah. (Yusva Alam/Akurasi.id)
SHARE

Kenaikan harga lombok dan bawang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan pedagang dan masyarakat tercengang. Sebab, harga komoditas tersebut menyentuh harga Rp100 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp60 ribu.

Akurasi.id, Bontang – Para pedagang di pasar tradisional Bontang tidak mengetahui pasti apa penyebab kenaikkan harga komoditas lombok kecil dan bawang merah yang begitu drastis. Lantaran kenaikkan lombok kecil dan bawang merah berbeda dengan komoditas lainnya yang hanya naik tipis.

Saat ini harga Lombok kecil menyentuh Rp100 ribu per kilogram. Sementara bawang merah mencapai harga Rp60 ribu per kilogram.

Apabila dikatakan meroketnya harga cabai kecil dan bawang merah karena jelang Idul Adha, pedagang menyangkal hal tersebut. Pasalnya, jelang Hari Raya Idul Fitri lalu kenaikkan harga komoditas masih wajar. Termasuk lombok kecil dan bawang merah.

“Naiknya harga bukan karena mau dekat Hari Raya Idul Adha. Kemarin mau lebaran juga gak gini naiknya,” tegas Erni, Pedagang di Pasar Telihan, Selasa (21/6/2022).

Erni berasumsi, penyebaba kenaikkan harga karena komoditas didatangkan dari Jawa. Normalnya, suplai lombok kecil dan bawang di lapaknya berasal dari Sulawesi atau Bima.

Masyarakat Curiga Kenaikan Harga Lombok dan Bawang Karena Kelangkaan Solar

Katanya, harga lombok kecil dan bawang merah di Jawa memang sudah mahal saat ini. Tetapi dirinya tidak tau pasti apa penyebab harga lombok kecil dan bawang merah di Jawa mahal.

“Kata suplier saya kalau nanti di Sulawesi dan Bima sudah panen lagi, harga bisa normal lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bedu, Pedagang di Pasar Rawa Indah memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut karena kelangkaan solar. Sulitnya mencari solar tentu berimbas pada harga lombok kecil dan bawang merah.

“Mungkin kelangkaan solar penyebabnya. Sebelum langka, harganya normal-normal aja,” ungkap Bedu saat diwawancarai di lapaknya.

Berdasarkan penelusuran media ini, komoditas lainnya juga mengalami kenaikkan harga. Namun kenaikkannya terbilang wajar. Berbeda dengan lombok kecil dan bawang merah yang harganya melesat.

Seperti bawang putih saat ini harganya Rp35 ribu per kilogram, naik tipis dari harga Rp25 ribu per kilogram. Lalu, sawit putih saat ini di harga Rp24 ribu per kilogram naik dari Rp20 ribu per kilogram.

Sementara, untuk lombok kecil saat ini dijual Rp100 ribu per kilogram, naik tajam dari harga normal Rp60 ribu per kilogram. Bahkan, pernah di angka Rp30 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang merah saat ini ada di harga Rp60 ribu per kilogram naik drastis dari harga Rp40 ribu per kilogram. Pernah juga di angka Rp30 ribu per kilogram. (*)

Penulis: Yusva Alam

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:BontangHarga Bawang BontangHarga Cabai MahalHarga LombokKaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Prabowo Wacanakan Penjara Koruptor di Pulau Terpencil, Ahmad Muzani: Hukuman Harus Setimpal
HeadlinePeristiwa

Prabowo Wacanakan Penjara Koruptor di Pulau Terpencil, Ahmad Muzani: Hukuman Harus Setimpal

By
Wili Wili
Ancam Bakar Rumah dan Ceraikan Ibu, Seorang Ayah di Samarinda Setubuhi Anak Kandung Puluhan Kali
HeadlineHukum & Kriminal

Ancam Bakar Rumah dan Ceraikan Ibu, Seorang Ayah di Samarinda Setubuhi Anak Kandung Puluhan Kali

By
Devi Nila Sari
Pemerintah Naikkan PPN Jadi 11 Persen, Ini Daftar Barang yang Terkena Pungutan
EkonomiHeadlineRagam

Pemerintah Naikkan PPN Jadi 11 Persen, Ini Daftar Barang yang Terkena Pungutan

By
akurasi 2019
Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan Bakal Diumumkan 22 Maret
CorakHeadlineRagam

Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan Bakal Diumumkan 22 Maret

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?