By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Boyamin Saiman dan Usman Hamid Kritik Drama Penangkapan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto
HeadlineHukum & Kriminal

Boyamin Saiman dan Usman Hamid Kritik Drama Penangkapan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto

akurasi 2019
Last updated: Juni 12, 2024 9:03 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Boyamin Saiman dan Usman Hamid Kritik Drama Penangkapan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto
Boyamin Saiman dan Usman Hamid Kritik Drama Penangkapan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto. Foto: Ist.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Drama penangkapan Harun Masiku dan pemeriksaan terhadap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendapat sorotan tajam dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, dan Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Usman Hamid. Keduanya mengkritik proses hukum yang dinilai berlebihan dan tidak murni untuk kepentingan yuridis.

Contents
  • Kritik Boyamin Saiman terhadap Penangkapan Harun Masiku
  • Usman Hamid Pertanyakan Motif Proses Hukum Hasto Kristiyanto
  • Proses Hukum di Polda Metro Jaya

Kritik Boyamin Saiman terhadap Penangkapan Harun Masiku

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, sebelumnya mengumumkan bahwa lokasi kader PDIP Harun Masiku sudah diketahui dan akan ditangkap dalam sepekan ke depan. Namun, Boyamin Saiman menilai bahwa KPK terlalu banyak membuat drama dalam penangkapan ini.

“Apapun, saya tetap mendukung KPK untuk menuntaskan perkara ini dengan menangkap Harun Masiku. Tapi juga dengan cara benar dan tidak terlalu bombastis, terlalu ramai-ramai. Tangkap aja udah, kalau ini kan menjadi drama. Soal nyita lah, manggil orang, masa mau nangkap orang malah manggil orang, ya kabur lah yang dicari,” ujar Boyamin kepada wartawan pada Selasa (11/6/2024).

Boyamin menambahkan bahwa pernyataan KPK yang mengumumkan akan menangkap Harun Masiku dalam sepekan hanya membuat situasi menjadi konyol. “Apalagi ngomong sudah ditemukan tempatnya, pekan ini akan ditangkap, ya bikin ketawa aja, tangkap tangkap aja, saya yakin ini banyak gagalnya,” tambahnya.

Usman Hamid Pertanyakan Motif Proses Hukum Hasto Kristiyanto

Dalam diskusi publik bertajuk “Menguak Motif Pemanggilan Sekjen PDI Perjuangan ke Polda dan KPK: Politisasi Hukum Era Jokowi?” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Usman Hamid menyatakan bahwa sulit untuk menilai proses hukum terhadap Hasto Kristiyanto sebagai sesuatu yang murni demi kepentingan yuridis.

“Jadi saya kira sulit untuk mengatakan bahwa proses hukum yang sekarang ini berlangsung di kepolisian dan KPK terkait dengan sekjen PDIP adalah proses yang benar-benar murni untuk kepentingan yuridis,” kata Usman pada Selasa (11/6/2024).

Usman, yang juga Direktur Amnesty International Indonesia, mengungkapkan bahwa Hasto diperiksa di KPK terkait kasus suap Harun Masiku yang sudah inkrah. Menurutnya, hal ini semakin menambah kecurigaan bahwa proses hukum yang berlangsung mengandung motif politik. “Jadi, makin menambah kecurigaan bahwa proses yang sekarang ini berlangsung memang mengandung motif politik,” katanya.

Proses Hukum di Polda Metro Jaya

Selain itu, Usman juga menilai bahwa proses di Polda Metro Jaya tidak layak dilanjutkan karena pernyataan Hasto di media tergolong sebagai produk jurnalistik. “Toh, Hasto punya hak untuk menyampaikan pernyataan yang berisi mengkritik kebijakan pemerintah,” tambah Usman.

Drama penangkapan Harun Masiku dan proses hukum terhadap Hasto Kristiyanto menjadi sorotan publik. Kritik yang disampaikan oleh Boyamin Saiman dan Usman Hamid menunjukkan adanya kekhawatiran akan politisasi hukum di Indonesia. Keduanya menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tanpa motif politik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Amnesty International IndonesiaBoyamin SaimanDrama PolitikHarun MasikuHasto KristiyantoKPKMAKIPenangkapanpenegakan hukumPERADIUsman Hamid
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 23, Bulu Tangkis Harapan Emas Pertama

Akurasi.id, Jakarta - Kabar terbaru dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026…

Adu Ganas! Perbedaan iPhone 18 Pro Max vs 17, 16, 15 Pro Max, Mana Paling Worth It?

Akurasi.id, Jakarta - iPhone 18 Pro Max baru rilis di Singapura 18…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Isu Anggaran Makanan Bergizi Dipangkas Tim Prabowo-Gibran Bantah
HeadlineKabar Politik

Isu Anggaran Makanan Bergizi Dipangkas Tim Prabowo-Gibran Bantah

By
akurasi 2019
Tragedi Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut Tewaskan 13 Orang, DPR Desak Investigasi Menyeluruh
HeadlinePeristiwa

Tragedi Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut Tewaskan 13 Orang, DPR Desak Investigasi Menyeluruh

By
Wili Wili
Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

By
Wili Wili
Resmi! 1 Agustus Kawasan IKN Terapkan Sistem Buka Tutup
BirokrasiHeadline

Resmi! 1 Agustus Kawasan IKN Terapkan Sistem Buka Tutup

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?