By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Hadapi Covid-19 Pakai Jas Hujan, Neni: Kasihan Jika Sama Sekali Tidak Pakai Alat Protektif
Birokrasi

Hadapi Covid-19 Pakai Jas Hujan, Neni: Kasihan Jika Sama Sekali Tidak Pakai Alat Protektif

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
jas hujan
Petugas penyemprotan disinfektan memakai jas hujan sebagai alat pelindung diri sementara. (Dokpim Bontang)
SHARE

banner diskominfo

jas hujan
Petugas penyemprotan disinfektan memakai jas hujan sebagai alat pelindung diri sementara. (Dokpim Bontang)

 Akurasi.id, Bontang – Jas hujan menjadi alternatif sementara saat Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki tenaga kesehatan jumlahnya terbatas. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memborong seluruh jas hujan dipasaran sembari menunggu kedatangan 100 unit APD yang telah dipesan.

baca juga: Cegah Covid-19, Wali Kota Bontang Danai Pribadi Penyemprotan Desinfektan

Melalui konferensi pers terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diadakan Kamis (19/3/20), di Gedung PSC Jalan Ahmad Yani, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menuturkan APD untuk tim medis dan surveilans di lapangan akan datang dalam waktu dekat. Pakaian pelindung menyerupai baju astronot ini dipesan lengkap.

Sehingga Neni berinisiatif memborong jas hujan dan sepatu bot sebagai alternatif. Menurutkan, langkah tersebut dianggap tepat sembari menunggu kedatangan APD yang dipesan. Dia menambahkan, jas hujan plastik dianggap safety sebagai APD sementara untuk melindungi seluruh tenaga medis dan surveilans yang terjun langsung menjemput pasien terduga Covid-19.

“Kasihan jika sama sekali tidak pakai alat protektif. Pakai jas hujan plastik biar tertutup rapat. Mohon maaf saja. Apa boleh buat, tidak ada rotan akar pun jadi,” ucapnya dihadapan awak media.

jas hujan
Neni Moerniaeni saat konferensi pers membahas perkembangan Covid-19. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Neni menjelaskan jika usai digunakan jas hujan plastik tersebut langsung dibuang. Kata dia, jas hujan cukup membantu melindungi petugas medis daripada tidak memakai alat protektif sama sekali. Pasalnya, tak hanya petugas medis, tim yang berada di lapangan yang menjemput pasien rentan tertular virus.

“Sambil ditunggu karena pesan online, sebentar lagi akan tiba di Bontang,” ujarnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Neni juga mengumumkan hingga Kamis (19/3/20) lalu dipastikan tak ada satupun warga Bontang positif virus corona. Namun ada 1 pasien tengah mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Taman Husada Bontang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kondisi pasien saat ini membaik,” kata Neni.

Selain tim medis dan surveilans, petugas penyemprot disinfektan juga dibekali jas hujan sebagai alat pelindung sementara. Neni mengatakan, Kamis lalu penyemprotan disinfektan dilakukan beberapa tempat. Proses sterilisasi area publik dari Covid-19 dilaksanakan bertahap. Di antaranya 600 kelas seluruh sekolah tingkat SD-SMA serta rumah ibadah. Penyemprotan tahap awal tersebut dilakukan di wilayah Bontang Utara. Mulai dari Masjid Al Firdaus berlanjut ke Kantor Disdukcapil lalu SDN 001 Bontang Utara. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan di Masjid Tua Al Wahab, SMAN 1, MAN, dan SLB Negeri Bontang. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi


TAGGED:APDCovid-19Diskominfo Bontangjas hujanRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Birokrasi

Lepas Peserta MTB Cross Country 2019, Neni Ajak Cintai Lingkungan

By
akurasi 2019
stok pmi bontang
News

Butuh Pendonor, Stok Darah di PMI Bontang Menipis Selama Pandemi

By
akurasi 2019
perekaman kia 311 anak
Birokrasi

Baru 311 Anak Lakukan Perekaman KIA, Kecamatan Bonbar Bakal Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat

By
akurasi 2019
Salurkan 25 Mesin Ketinting dan 192 Jaring Ikan, Reza Fachlevi Semoga Tangkapan Ikan Nelayan Anggana Meningkat
BirokrasiTrending

Salurkan 25 Mesin Ketinting dan 192 Jaring Ikan, Reza Fachlevi: Semoga Tangkapan Ikan Nelayan Anggana Meningkat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?