By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Ganjar Pranowo: Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta sebagai Respons Ketidakadilan
HeadlineKabar Politik

Ganjar Pranowo: Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta sebagai Respons Ketidakadilan

Wili Wili
Last updated: September 10, 2024 11:22 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Ganjar Pranowo: Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta sebagai Respons Ketidakadilan
Ganjar Pranowo: Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta sebagai Respons Ketidakadilan. Foto: Antara.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengungkapkan bahwa gerakan mencoblos tiga pasangan calon (paslon) di Pilkada Jakarta 2024 merupakan bentuk respons masyarakat terhadap ketidakadilan. Menurutnya, masyarakat Jakarta mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui cara yang unik, terutama di tengah kontestasi tiga paslon gubernur dan wakil gubernur.

Contents
  • Masyarakat Jakarta Lebih Terdidik dan Berdaya
  • Peran Putusan MK dalam Pilkada Jakarta
  • Gerakan ‘Anak Abah Tusuk 3 Paslon’ dan Ketidakpuasan Aspirasi
  • Dampak Gerakan Ini Terhadap Pilkada Jakarta

“Selalu ada respons masyarakat ketika mereka merasakan adanya ketidakadilan. Kecerdasan masyarakat muncul,” ujar Ganjar saat ditemui di Gedung MPR, Jakarta Pusat, pada 9 September 2024.

Masyarakat Jakarta Lebih Terdidik dan Berdaya

Ganjar, yang juga mantan Gubernur Jawa Tengah, menambahkan bahwa masyarakat Jakarta berbeda dalam menyikapi dinamika politik dibandingkan daerah lain. Faktor ekonomi yang lebih maju dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi membuat masyarakat Jakarta memiliki otoritas lebih dalam menentukan pilihan politiknya.

“Maka kandidat yang ada hari ini, rasanya akan tertantang untuk mengejar suara mereka, karena masyarakat Jakarta memiliki kemampuan untuk menentukan mana yang paling baik,” ungkap Ganjar.

Peran Putusan MK dalam Pilkada Jakarta

Ganjar juga menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan angin segar bagi partainya, PDIP, untuk lebih bergairah dalam Pilkada Jakarta. “Putusan MK memberikan harapan baru. Masyarakat merasakan adanya rasa keadilan dalam Pilkada ini,” tambahnya.

Sebelumnya, PDIP tidak bisa mengusung calon gubernur Jakarta. Namun, dengan adanya perubahan keputusan melalui MK, kini partai tersebut merasa lebih optimis dalam menghadapi Pilkada Jakarta.

Gerakan ‘Anak Abah Tusuk 3 Paslon’ dan Ketidakpuasan Aspirasi

Di media sosial, gerakan ‘Anak Abah Tusuk 3 Paslon’ muncul sebagai bentuk respons terhadap hegemoni partai politik pusat dalam menentukan kandidat. Pengajar hukum pemilu Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari ketidakpuasan masyarakat terhadap praktik “pemborongan tiket” partai politik yang memutus aspirasi masyarakat di daerah, termasuk di Pilkada Jakarta.

“Sentralisasi pencalonan dan dominasi pengurus pusat partai membuat ketidakpuasan di berbagai daerah, termasuk Jakarta, di mana muncul sosok seperti Anies Baswedan dan Ahok, namun yang dicalonkan berbeda. Ini menimbulkan keresahan,” ujar Titi dalam sebuah webinar pada 8 September 2024.

Menurutnya, akibat keterputusan aspirasi pencalonan, masyarakat mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan gerakan mencoblos semua kandidat.

Dampak Gerakan Ini Terhadap Pilkada Jakarta

Gerakan sosial ini menjadi cerminan dari dinamika politik Jakarta yang unik, di mana keterputusan aspirasi politik seringkali berujung pada gerakan-gerakan akar rumput yang memperjuangkan hak pilih mereka. Pilkada Jakarta 2024 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan politik yang lebih intens akibat adanya gerakan tersebut.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Anies BaswedanAspirasi MasyarakatGanjar PranowoGerakan Coblos 3 PaslonKetidakadilan PolitikPDIPPilkada Jakarta 2024Putusan MKSentralisasi PencalonanTiti Anggraini
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Wajib Pakai ‘Dres Code’ Lokal, ASN Bogor Viral Bergaya OOTD
HeadlineTrending

Wajib Pakai ‘Dres Code’ Lokal, ASN Bogor Viral Bergaya OOTD

By
akurasi 2019
Buruan!Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka Lebar, Ini Lho Syarat dan Posisi yang Tersedia
HeadlineTrending

Buruan!Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka Lebar, Ini Lho Syarat dan Posisi yang Tersedia

By
akurasi 2019
Gempa Magnitudo 6,5 Goyang Garut Terasa Kuat hingga Jakarta, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami
Headline

Gempa Magnitudo 6,5 Goyang Garut Terasa Kuat hingga Jakarta, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami

By
Yori Akurasi
Mudik Gratis 2024: Program Angkutan Lebaran Tanpa Biaya
HeadlineTrending

Mudik Gratis 2024: Program Angkutan Lebaran Tanpa Biaya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?