By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso – Film Netflix yang Membuat Gelombang Kontroversi
Headline

Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso – Film Netflix yang Membuat Gelombang Kontroversi

akurasi 2019
Last updated: Oktober 6, 2023 11:35 am
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso - Film Netflix yang Membuat Gelombang Kontroversi
Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso - Film Netflix yang Membuat Gelombang Kontroversi. (foto: netflix)
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 5 Oktober 2023 – Film dokumenter berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso” yang tayang di platform streaming Netflix telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Film ini mengangkat kasus pembunuhan beracun yang melibatkan Wayan Mirna Salihin dan Jessica Wongso, dan memunculkan berbagai kontroversi dan spekulasi.

Dalam film ini, disajikan kembali peristiwa tragis yang terjadi pada tanggal 6 Januari 2016, ketika Mirna Salihin tewas setelah meminum kopi beracun di sebuah kafe di Grand Indonesia, Jakarta. Jessica Wongso, seorang teman Mirna yang juga hadir di kafe tersebut, kemudian ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan karena diduga mencampurkan sianida ke dalam kopi yang dikonsumsi Mirna.

Salah satu elemen yang paling mencolok dalam film ini adalah wawancara dengan ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin, yang menjadi sorotan karena penampilannya yang kontroversial. Dalam film ini, Edi Darmawan terlihat berbicara dengan gaya ceplas-ceplos dan mengungkapkan bahwa ia sering berganti-ganti pasangan dan pandai merayu wanita. Ini adalah pengakuan yang tidak biasa, terutama di depan pusara makam putrinya.

Penampilan Edi Darmawan ini memicu beragam reaksi di masyarakat. Beberapa orang mengkritiknya karena dianggap kurang sensitif terhadap perasaan keluarga Mirna yang masih berduka. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Edi Darmawan berbicara dengan jujur ​​tentang masa lalunya.

Selain itu, film ini juga membahas isu-isu lain yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk asuransi jiwa yang dimiliki oleh Mirna Salihin. Dalam film ini disebutkan bahwa Mirna memiliki asuransi jiwa senilai US$ 5 juta di luar negeri, yang setara dengan sekitar Rp 69 miliar. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa ada yang sengaja menjebak Jessica agar bisa mencairkan dana asuransi jiwa milik Mirna.

Namun, informasi ini kemudian menjadi bahan perdebatan. Ayah Mirna, Darmawan Salihin, menyatakan bahwa asuransi yang dimiliki oleh Mirna hanya bernilai Rp 10 juta. Polisi juga pernah mengklaim bahwa Mirna tidak memiliki asuransi jiwa dengan nilai US$ 5 juta. Kontroversi seputar jumlah uang pertanggungan asuransi ini masih menjadi perdebatan hangat.

Selain itu, film ini juga mengungkapkan bahwa Jessica Wongso sebenarnya pernah mengunjungi Kafe Olivier, tempat kejadian pembunuhan, tiga hari sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi. Hal ini menjadi fakta baru yang tidak banyak diketahui oleh publik sebelumnya. Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, mengungkapkan informasi ini dalam sebuah wawancara yang termasuk dalam film. Dewi Haroen, seorang saksi ahli psikologi dalam persidangan Jessica, juga mengaku tidak mengetahui fakta ini sebelumnya.

Fakta bahwa Jessica pernah ke Kafe Olivier tiga hari sebelum pembunuhan memunculkan pertanyaan baru tentang hubungannya dengan Mirna dan apa yang terjadi di kafe tersebut. Sebelumnya, publik hanya tahu bahwa Jessica hadir di kafe pada hari pembunuhan. Informasi baru ini bisa menjadi elemen kunci dalam memahami lebih lanjut kasus ini.

Meskipun film ini membawa berbagai informasi baru dan kontroversial ke permukaan, beberapa kritikus berpendapat bahwa film ini lebih fokus pada dramatisasi daripada menjadi dokumenter yang objektif. Mereka mengklaim bahwa naskah film ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi penonton, daripada membiarkan penonton membuat penilaian sendiri atas fakta-fakta yang ada.

Namun, di sisi lain, film ini berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia yang memang suka dengan cerita-cerita dramatis dan misteri. Film ini menghadirkan kembali kasus pembunuhan yang sudah menjadi perbincangan publik selama bertahun-tahun dan membuatnya terasa segar dengan unsur dramatisasi yang kuat.

Film ini juga memunculkan pertanyaan tentang sistem peradilan di Indonesia. Terlepas dari bersifat dramatis, film ini secara tersirat menggambarkan bagaimana proses hukum berlangsung dan bagaimana berbagai faktor, termasuk faktor emosional, dapat memengaruhi hasil persidangan.

Masyarakat Indonesia, khususnya netizen, pasti akan terlibat dalam berbagai diskusi dan debat tentang film ini. Dengan adanya media sosial yang lebih luas dan berpengaruh daripada pada tahun 2016, film ini kemungkinan akan menjadi topik yang lebih serius dan mendalam dalam percakapan publik.

Secara keseluruhan, “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso” adalah film dokumenter yang kontroversial dan mengundang perdebatan. Meskipun memiliki unsur dramatisasi yang kuat, film ini berhasil memenuhi selera masyarakat Indonesia yang suka dengan cerita dramatis dan misterius. Film ini juga membuka pintu untuk membahas lebih dalam tentang sistem peradilan di Indonesia dan memicu perdebatan yang mendalam di masyarakat.(*)

Editor: Ani

TAGGED:Ice coldjessica wongsomirnasianida
Share This Article
Facebook Copy Link Print
4 Komentar 4 Komentar
  • Coaching berkata:
    September 20, 2026 pukul 12:27 am

    Coaching

    Reply
  • threads berkata:
    September 6, 2026 pukul 3:33 am

    threads

    Reply
  • psychologist berkata:
    Juli 18, 2026 pukul 12:39 am

    psychologist

    Reply
  • psychologist berkata:
    Juli 17, 2026 pukul 2:22 pm

    psychologist

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 23, Bulu Tangkis Harapan Emas Pertama

Akurasi.id, Jakarta - Kabar terbaru dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026…

Adu Ganas! Perbedaan iPhone 18 Pro Max vs 17, 16, 15 Pro Max, Mana Paling Worth It?

Akurasi.id, Jakarta - iPhone 18 Pro Max baru rilis di Singapura 18…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dikabarkan Stroke, KPK Sebut Lukas Enembe Bisa Makan dan Mandi Sendiri
HeadlineHukum & KriminalNews

Dikabarkan Stroke, KPK Sebut Lukas Enembe Bisa Makan dan Mandi Sendiri

By
Devi Nila Sari
Take Down Konten Podcast LGBT, Deddy Corbuzier: Saya Minta Maaf
HeadlineTrending

Take Down Konten Podcast LGBT, Deddy Corbuzier: Saya Minta Maaf

By
akurasi 2019
Tragedi Cinta dan Pengkhianatan Finansial dalam Pembunuhan RM serta Terbongkarnya Motif
HeadlineHukum & Kriminal

Tragedi Cinta dan Pengkhianatan Finansial dalam Pembunuhan RM serta Terbongkarnya Motif

By
akurasi 2019
Nafsu Akibat Nonton Video Porno, Anak Pemilik Ponpes Bontang Diduga Perkosa dan Cabuli Santriwati
HeadlineHukum & KriminalNews

Nafsu Akibat Nonton Video Porno, Anak Pemilik Ponpes Bontang Diduga Perkosa dan Cabuli Santriwati

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?