Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata

![]()

Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata. Sebagai Ketua DPRD Kaltim, Makmur mengusulkan, agar ada bantuan anggaran khusus dari pemerintah pusat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di desa tertinggal.
Akurasi.id, Samarinda – Meski laju pembangunan infrastruktur di Bumi Etam -sebutan Kaltim- terus dikebut untuk kesejahteraan masyarakat, akan tetapi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masih saja menjadi momok yang belum terselesaikan, terutama di bidang infrastruktur.
Penganggaran pun dirasa masih begitu kurang guna mencukupi air bersih, listrik, dan infrastruktur di pelosok Kaltim. Belum meratanya kebutuhan dasar masyarakat ini diungkapkan Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK pada awak media, Selasa (16/3/2021).
Kata pria yang pernah menjabat bupati Berau dua periode ini, untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, maka diperlukan adanya bantuan pemerintah pusat untuk sentralisasi anggaran. Karena jika mengharapkan anggaran daerah, maka akan sangat sulit.
Diharapkan Makmur, jika pemerintah pusat mampu memberikan bantuannya pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sebab persoalan ini dinilai sebagai permasalahan serius yang tidak berbanding dengan peningkatan status Benua Etam sebagai Ibu Kota Negara (IKN).
“Karena hal tersebut merupakan masalah yang sangat penting, karena menyangkut masalah dasar masyarakat,” tuturnya.
Bercermin pada data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim pada awal 2021 ini, sedikitnya masih ada 132 desa tertinggal dan empat di antaranya masih sangat tertinggal. Sehingga perlu adanya sentuhan anggaran dari pemerintah pusat.
Data ini berasal dari pencatatan DPMPD Kaltim pada 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Di antara daerah tersebut, hanya tiga kawasan yang berstatus kota, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Sisanya masih kabupaten. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2020, total ada 841 desa yang tersebar di 81 kecamatan dan 7 kabupaten di Benua Etam.
Selain empat desa sangat tertinggal, masih ada pula 128 desa tertinggal, 456 desa berkembang, 51 desa mandiri dan 202 desa maju, dan 51 desa berkembang. Dengan banyaknya desa tertinggal inilah, Makmur berharap agar adanya langkah dan perhatian khusus dari lembaga eksekutif.
Bukan tanpa alasan, kebutuhan dasar seperti air dan listrik yang memadai dinilainya dapat meningkatkan perekonomian hidup masyarakat. “Listrik dan air merupakan salah satu hal penting untuk kehidupan masyarakat sehari-hari,” ungkapnya.
Lanjut dia, begitu juga dengan pembangunan infrastruktur, saat ini masih banyak di pelosok Kaltim yang masih membutuhkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bukan hanya untuk persiapan sebagai IKN.
“Dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang baik bagi masyarakat Kaltim, (karena kita tentunya menginginkan adanya keadilan dalam pembangunan di Kaltim),” pungkasnya. (*)
Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin









