By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata
Kabar Politik

Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 24, 2021 11:28 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata
Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK menutrukan jika penganggaran kebutuhan masyarakat di desa tertinggal sangat diperlukan. (Dok Humas DPRD Kaltim)
SHARE
Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata
Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK menutrukan jika penganggaran kebutuhan masyarakat di desa tertinggal sangat diperlukan. (Dok Humas DPRD Kaltim)

Di Kaltim Masih Ada Ratusan Desa Berstatus Tertinggal, Makmur Ingatkan Pusat Tak Menutup Mata. Sebagai Ketua DPRD Kaltim, Makmur mengusulkan, agar ada bantuan anggaran khusus dari pemerintah pusat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di desa tertinggal.

Akurasi.id, Samarinda – Meski laju pembangunan infrastruktur di Bumi Etam -sebutan Kaltim- terus dikebut untuk kesejahteraan masyarakat, akan tetapi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masih saja menjadi momok yang belum terselesaikan, terutama di bidang infrastruktur.

Penganggaran pun dirasa masih begitu kurang guna mencukupi air bersih, listrik, dan infrastruktur di pelosok Kaltim. Belum meratanya kebutuhan dasar masyarakat ini diungkapkan Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK pada awak media, Selasa (16/3/2021).

Kata pria yang pernah menjabat bupati Berau dua periode ini, untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, maka diperlukan adanya bantuan pemerintah pusat untuk sentralisasi anggaran. Karena jika mengharapkan anggaran daerah, maka akan sangat sulit.

Diharapkan Makmur, jika pemerintah pusat mampu memberikan bantuannya pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sebab persoalan ini dinilai sebagai permasalahan serius yang tidak berbanding dengan peningkatan status Benua Etam sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

“Karena hal tersebut merupakan masalah yang sangat penting, karena menyangkut masalah dasar masyarakat,” tuturnya.

Bercermin pada data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim pada awal 2021 ini, sedikitnya masih ada 132 desa tertinggal dan empat di antaranya masih sangat tertinggal. Sehingga perlu adanya sentuhan anggaran dari pemerintah pusat.

[irp]

Data ini berasal dari pencatatan DPMPD Kaltim pada 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Di antara daerah tersebut, hanya tiga kawasan yang berstatus kota, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Bontang. Sisanya masih kabupaten. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2020, total ada 841 desa yang tersebar di 81 kecamatan dan 7 kabupaten di Benua Etam.

Selain empat desa sangat tertinggal, masih ada pula 128 desa tertinggal, 456 desa berkembang, 51 desa mandiri dan 202 desa maju, dan 51 desa berkembang. Dengan banyaknya desa tertinggal inilah, Makmur berharap agar adanya langkah dan perhatian khusus dari lembaga eksekutif.

Bukan tanpa alasan, kebutuhan dasar seperti air dan listrik yang memadai dinilainya dapat meningkatkan perekonomian hidup masyarakat. “Listrik dan air merupakan salah satu hal penting untuk kehidupan masyarakat sehari-hari,” ungkapnya.

[irp]

Lanjut dia, begitu juga dengan pembangunan infrastruktur, saat ini masih banyak di pelosok Kaltim yang masih membutuhkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bukan hanya untuk persiapan sebagai IKN.

“Dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang baik bagi masyarakat Kaltim, (karena kita tentunya menginginkan adanya keadilan dalam pembangunan di Kaltim),” pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimDesa Tertinggal Di KaltimKetua DPRD KaltimMakmur HAPKPusat Menutup MataRatusan Desa Berstatus Tertinggal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Akhir 2025, Cak Imin: Peserta Siap Registrasi Ulang!
HeadlineKabar Politik

Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Akhir 2025, Cak Imin: Peserta Siap Registrasi Ulang!

By
Wili Wili
Perda RZWP3K Disahkan DPRD Kaltim, Tidak Semua Usulan Terakomodir
Birokrasi

Perda RZWP3K Disahkan DPRD Kaltim, Tidak Semua Usulan Terakomodir

By
akurasi 2019
Dari Kasus Bupati PPU juga turut mendapat tanggapan oleh akademisi - Akurasi.id
Kabar PolitikRagam

Dari Kasus Bupati PPU, Pengamat Sebut Biaya Demokrasi di Indonesia Mahal

By
Devi Nila Sari
Usia Nyoblos di TPS 08 Teluk Lingga, Mahyunadi Optimis Menang Pilkada Kutim dengan Suara di Atas 50 Persen
Kabar Politik

Usai Nyoblos di TPS 08 Teluk Lingga, Mahyunadi Optimis Menang Pilkada Kutim dengan Suara di Atas 50 Persen

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?