By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Bareskrim Polri Tahan Dirut dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia, Kerugian Capai Rp2,4 Triliun
HeadlinePeristiwa

Bareskrim Polri Tahan Dirut dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia, Kerugian Capai Rp2,4 Triliun

Wili Wili
Last updated: Februari 10, 2026 11:59 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Bareskrim Polri Tahan Dirut dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia, Kerugian Capai Rp2,4 Triliun
Bareskrim Polri Tahan Dirut dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia, Kerugian Capai Rp2,4 Triliun. Foto: Kompas.com.
SHARE

Akurasi.id – Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) Taufiq Aljufri dan Komisaris PT DSI Arie Rizal Lesmana terkait dugaan tindak pidana ekonomi dan khusus berupa penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penahanan dilakukan usai keduanya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin (9/2/2026).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan, terhitung mulai Selasa, 10 Februari 2026.

“Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan upaya paksa penahanan terhadap dua tersangka, yakni TA dan ARL, di Rutan Bareskrim Polri,” ujar Ade Safri dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Dalam perkara ini, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Taufiq Aljufri selaku Direktur Utama dan pemegang saham PT DSI, Arie Rizal Lesmana selaku Komisaris dan pemegang saham, serta MY yang merupakan mantan Direktur PT DSI dan pemegang saham. Dari ketiganya, hanya Taufiq dan Arie yang memenuhi panggilan penyidik, sementara tersangka MY tidak hadir dengan alasan sakit.

Taufiq Aljufri tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.55 WIB dan mulai diperiksa sejak pukul 12.30 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mengajukan 85 pertanyaan. Sementara Arie Rizal Lesmana datang lebih awal, sekitar pukul 10.30 WIB, dan mulai diperiksa pukul 14.00 WIB dengan total 138 pertanyaan.

Ade Safri mengungkapkan, kasus ini bermula dari dugaan penipuan investasi yang dilakukan PT DSI dengan modus proyek fiktif. Perusahaan tersebut diduga mencatut data penerima investasi (borrower) yang sudah ada, lalu dibuat seolah-olah memiliki proyek baru untuk menarik dana investor.

Akibat perbuatan tersebut, sebanyak 15 ribu korban mengalami kerugian dengan total nilai mencapai Rp2,4 triliun dalam kurun waktu 2018 hingga 2025.

Dalam proses penyidikan, Bareskrim Polri juga telah memblokir 63 rekening milik PT DSI dan afiliasinya. Selain itu, penyidik menyita uang tunai sebesar Rp4 miliar dari 41 rekening perbankan, serta sejumlah kendaraan bermotor yang diduga berasal dari hasil tindak pidana penipuan tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 488 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 492 KUHP, serta Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 299 Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c KUHP.

Bareskrim Polri menegaskan akan terus mendalami aliran dana dan peran masing-masing tersangka guna mengungkap secara menyeluruh kasus penipuan investasi PT Dana Syariah Indonesia tersebut.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:4 triliunBareskrim PolriDirut PT DSIfraud investasiinvestasi syariahkasus investasikejahatan ekonomikerugian Rp2Komisaris PT DSIPenipuan Investasiproyek fiktifPT Dana Syariah IndonesiaPT DSITPPU
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Risma Hampir Pingsan saat Tinjau Longsor di Sibolangit
HeadlineTrending

Risma Hampir Pingsan saat Tinjau Longsor di Sibolangit

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat Berpuasa dan Pastikan Stabilitas Harga Selama Ramadan 1446 H
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat Berpuasa dan Pastikan Stabilitas Harga Selama Ramadan 1446 H

By
Wili Wili
Data Medis Dara Arafah Disebar Petugas Asuransi, Allianz dan Vendor Ambil Langkah Tegas
PeristiwaTrending

Data Medis Dara Arafah Disebar Petugas Asuransi, Allianz dan Vendor Ambil Langkah Tegas

By
Wili Wili
Revitalisasi Manufaktur Amerika: Bagaimana Pabrik Microchip Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Covered StoryHeadline

Revitalisasi Manufaktur Amerika: Bagaimana Pabrik Microchip Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?