By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Banjir di Samarinda, Kritik dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot
Trending

Banjir di Samarinda, Kritik dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot

akurasi 2019
Last updated: Juni 12, 2019 7:12 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Banjir di Samarinda, Kritik  dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot
Sugeng Chairuddin (Istimewa)
SHARE
Banjir di Samarinda, Kritik  dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot
Sugeng Chairuddin (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Samarinda telah menjadi buah bibir di jagat sosial media. Ada kritik yang menohok yang dilontarkan “republik” media sosial lewat Twitter. Kemarin, viral hastag #SamarindaCalap.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dinilai tidak mampu menanggulangi banjir yang kerap melanda ibu kota provinsi ini. Padahal lewat pesta demokrasi, para calon wali kota kerap melontarkan ide-ide brilian untuk menangani banjir.

Kenyataannya, janji itu ibarat “kata manis” untuk marayu publik. Berkali-kali pergantian kekuasaan di Samarinda, sesering itu pula visi penanganan banjir diramu dalam bentuk kajian, telaah ilmiah, dan diskusi-dikusi terbatas.

Di lain sisi, ada pula kelompok yang memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Syaharie Jaang. Pada intinya, kelompok yang pro pemerintah berdalih, sejatinya masalah banjir tak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

Perilaku masyarakat berupa pembuangan sampah sembarangan, pembangunan perumahan yang tak memenuhi standar, hingga warga yang tidak dapat “dirayu” agar tak membangun rumah di bantaran sungai, adalah sekelumit problem yang diduga sebagai penyebab banjir di Samarinda.

Setidaknya, begitu beragam narasi yang beredar di media sosial yang dihimpun Akurasi.id. Kemarin, dua pendapat yang saling berbenturan itu viral saat banjir mengepung Samarinda.

Pemkot sejatinya tak tinggal diam. Banjir yang melumpuhkan sebagian lalu lintas di Kota Tepian membuat pemerintah mengambil langkah-langkah strategis.

Dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin, Ahad (9/6/19), diadakan rapat koordinasi lintas sektor. Baik pemkot, kepolisian, maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terlibat dalam rapat tersebut.

Sugeng menyebut, wilayah yang terdampak banjir yang cukup parah antara lain Bengkuring, Griya Mukti, dan Gunung Lingai.

“Sebenarnya banjir ini bukan karena bendungan Benanga yang jebol. Melainkan level Sungai Mahakam ini naik. Karena beberapa daerah di Hulu Mahakam hujan semua. Sehingga volume air penuh,” demikian kata Sugeng lewat siaran pers yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika Samarinda.

Di sisi lain, air laut yang pasang ikut mendorong air ke sungai. Akibatnya, air tidak lekas turun karena diperparah curah hujan yang sangat tinggi.

Kritik Jatam

Banjir di Samarinda, Kritik  dan Apresiasi atas Kinerja Pemkot
Pradarma Rupang (Istimewa)

Mengutik Insite Kaltim, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang mengatakan, banjir yang melanda sebagian besar wilayah ibu kota disebabkan obral izin tambang batu bara yang diberikan pemerintah.

Daerah yang sebelumnya dijadikan wilayah resapan air, disulap menjadi areal tambang batu bara. Nyaris 71 persen wilayah Samarinda telah dijadikan ladang pertambangan. Hal ini berakibat fatal. Ketika Samarinda diguyur hujan, air dengan mudah menyasar permukiman penduduk.

“Setiap tahun, jelas sekali [lahan yang ditambang] itu bertambah luas. Hari ini kita bisa rasakan, semua wilayah di Samarinda dikepung banjir,” sebutnya.

Kata Rupang, upaya pemerintah menanggulangi banjir tidak akan menghasilkan efek yang signifikan. Pasalnya, Pemkot Samarinda dinilai tidak memiliki program yang menyentuh akar masalah pemulihan lahan pasca tambang.

“Rata-rata perusahaan tambang setelah melakukan eksploitasi besar-besaran, meracuni sumber-sumber air warga, mewariskan lubang-lubang tambang yang menganga, setelah itu ditinggalkan,” tegasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:#SamarindaCalapBanjir SamarindaJatam
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

2 pasien positif asal paser
Trending

5 Pekan Jalani Perawatan Isolasi, 2 Pasien Covid-19 Asal Paser Dinyatakan Sembuh

By
akurasi 2019
Kasus Positif Terus Meledak, Bontang Nyaris Kibarkan Bendera Putih Tangani Pasien Covid-19
Trending

Kasus Positif Terus Meledak, Bontang Nyaris Kibarkan Bendera Putih Tangani Pasien Covid-19

By
Redaksi Akurasi.id
Tanah Longsor Kelurahan Sidodamai
Trending

Tanah Longsor di Kelurahan Sidodamai Nyaris Menenggelamkan 3 Rumah Warga

By
akurasi 2019
Indra Sjafri Soroti Kesalahan Timnas Indonesia U-20 Setelah Kalah di Mandiri U-20 Challenge Series
OlahragaTrending

Indra Sjafri Soroti Kesalahan Timnas Indonesia U-20 Setelah Kalah di Mandiri U-20 Challenge Series

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?