By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Bakteri Pemakan Daging yang Menghebohkan Jepang: Asal Mula, Penyebaran, Gejala, dan Pencegahannya
KesehatanTrending

Bakteri Pemakan Daging yang Menghebohkan Jepang: Asal Mula, Penyebaran, Gejala, dan Pencegahannya

akurasi 2019
Last updated: Juli 1, 2024 8:05 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Bakteri Pemakan Daging yang Menghebohkan Jepang: Asal Mula, Penyebaran, Gejala, dan Pencegahannya
Bakteri Pemakan Daging yang Menghebohkan Jepang: Asal Mula, Penyebaran, Gejala, dan PencegahannyaBakteri Pemakan Daging yang Menghebohkan Jepang: Asal Mula, Penyebaran, Gejala, dan Pencegahannya. Foto: Envato.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Wabah streptococcal toxic shock syndrome (STSS), yang dikenal sebagai infeksi bakteri pemakan daging, tengah menghebohkan Jepang. Kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes kelompok A ini telah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. Mari kita telusuri asal mula ditemukannya bakteri ini, tingkat penyebarannya, gejala yang harus diwaspadai, dan cara pencegahannya.

Contents
  • Asal Mula Ditemukannya Bakteri Pemakan Daging
  • Tingkat Penyebaran Penyakit di Jepang
  • Gejala Terjangkitnya Bakteri Pemakan Daging
  • Cara Menghindari Infeksi Bakteri Pemakan Daging

Asal Mula Ditemukannya Bakteri Pemakan Daging

Bakteri Streptococcus pyogenes kelompok A pertama kali diidentifikasi sebagai penyebab infeksi kulit dan jaringan lunak yang parah. Penyakit ini dikenal dengan nama streptococcal toxic shock syndrome (STSS), atau yang lebih populer disebut sebagai infeksi bakteri pemakan daging. Bakteri ini dapat menyebar dengan cepat melalui aliran darah dan menghancurkan jaringan tubuh dalam waktu singkat.

Tingkat Penyebaran Penyakit di Jepang

Pada paruh pertama tahun 2024, Jepang mencatat lonjakan kasus STSS yang signifikan. Menurut laporan dari Kyodo News, jumlah kasus yang tercatat mencapai 1.000 kasus, melampaui rekor tahun sebelumnya. Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan bahwa infeksi ini telah menyebabkan ratusan orang terinfeksi dan beberapa di antaranya meninggal dunia. Mayoritas kasus terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Gejala Terjangkitnya Bakteri Pemakan Daging

Berikut adalah delapan gejala utama dari infeksi bakteri pemakan daging yang perlu diwaspadai:

  1. Demam dan Menggigil
    Demam tinggi yang disertai menggigil adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.
  2. Nyeri Otot
    Nyeri otot yang intens dan menyebar, sering kali lebih parah daripada yang diharapkan dari luka atau cedera yang terlihat.
  3. Mual dan Muntah
    Respons tubuh terhadap infeksi bakteri yang serius.
  4. Tekanan Darah Rendah
    Penurunan tekanan darah yang signifikan, menyebabkan pusing, lemas, dan kebingungan.
  5. Kegagalan Organ
    Infeksi yang menyebar dapat menyebabkan kegagalan organ seperti ginjal, hati, atau jantung.
  6. Detak Jantung Cepat
    Respons tubuh terhadap stres dan infeksi, jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan oksigen.
  7. Napas Cepat
    Tanda bahwa tubuh berjuang untuk mendapatkan oksigen yang cukup.
  8. Kematian Jaringan Tubuh (Nekrosis)
    Kulit berubah warna menjadi merah, ungu, atau hitam, dengan area yang terasa sangat sakit, bengkak, dan melepuh.

Cara Menghindari Infeksi Bakteri Pemakan Daging

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk mencegah infeksi bakteri pemakan daging. Namun, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Kebersihan yang Baik
    Sering mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan hand sanitizer.
  2. Menjaga Luka Tetap Bersih
    Balut luka hingga sembuh untuk mencegah infeksi.
  3. Hindari Sumber Air Tercemar
    Hindari berenang di kolam air panas, kolam renang, danau, sungai, dan laut.
  4. Gunakan Masker Saat Sakit
    Mencegah perpindahan droplet lewat pernapasan.
  5. Perilaku Hidup Sehat
    Teruskan kebiasaan baik yang terbentuk selama pandemi Covid-19.

Wabah bakteri pemakan daging di Jepang menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Meskipun belum ada laporan kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Dengan mengetahui gejala dan cara pencegahannya, kita dapat melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita dari infeksi berbahaya ini.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:bakteri pemakan dagingBerita Kesehatangejala bakteri pemakan daginginfeksi streptokokuskesehatanpencegahan infeksi bakteriStreptococcus pyogenesSTSStips kebersihanwabah Jepang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Banjir Jakarta Pagi Ini: 125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang, Air Capai 150 Cm
PeristiwaTrending

Banjir Jakarta Pagi Ini: 125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang, Air Capai 150 Cm

By
Wili Wili
Waduh! Selain Sembako dan Pendidikan, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak Pertambahan Nilai
Trending

Waduh! Selain Sembako dan Pendidikan, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak Pertambahan Nilai

By
akurasi 2019
Kasus Pemerasan Ria Ricis Naik Penyidikan Polisi Pastikan Tak Ada Foto atau Video Syur
Hukum & KriminalSelebritisTrending

Kasus Pemerasan Ria Ricis Naik Penyidikan Polisi Pastikan Tak Ada Foto atau Video Syur

By
akurasi 2019
Dikabarkan Sakit, Ratu Elizabeth II Meninggal di Usia 96 Tahun
CorakHeadlineTrending

Dikabarkan Sakit, Ratu Elizabeth II Meninggal di Usia 96 Tahun

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?