By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani
PeristiwaTrending

Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani

Wili Wili
Last updated: Februari 21, 2025 4:18 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani
Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Sejumlah fasilitas pemerintahan di Kabupaten Purbalingga menjadi sasaran aksi vandalisme oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (21/2/2025). Coretan dengan cat semprot berwarna merah dan hitam menghiasi berbagai lokasi, termasuk kantor polisi, pos lantas, rumah dinas, serta gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Contents
  • Kontroversi Lagu “Bayar Bayar Bayar”
  • Respons Kapolri dan Komitmen Polri terhadap Kritik
  • Sorotan Media Asing

Dari pantauan di lapangan, berbagai simbol terlihat dalam aksi tersebut, di antaranya lambang anarki berbentuk huruf A dalam lingkaran, huruf M dalam lingkaran, serta tulisan “MERAH #SUKATANI”. Peristiwa ini terjadi di tengah kontroversi yang melibatkan band punk new wave asal Purbalingga, Sukatani, yang sebelumnya viral karena video permohonan maaf kepada Kapolri terkait lagu mereka, “Bayar Bayar Bayar”.

Kontroversi Lagu “Bayar Bayar Bayar”

Lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dirilis pada 24 Juli 2023 dalam album Gelap Gempita menuai kontroversi karena liriknya secara eksplisit menyebut “bayar polisi”. Lagu ini menjadi viral di berbagai platform media sosial dan mendapat sorotan tajam dari publik.

Menanggapi reaksi yang berkembang, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel), menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resmi mereka, @sukatani.band.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar, yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,” ujar Syifa dalam video tersebut.

Respons Kapolri dan Komitmen Polri terhadap Kritik

Menanggapi polemik yang terjadi, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa tidak ada permasalahan yang perlu dipersoalkan terkait lagu tersebut.

“Tidak ada masalah, mungkin ada kesalahpahaman, namun sudah diluruskan,” ungkap Jenderal Sigit kepada wartawan pada Jumat (21/2/2025).

Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri tidak anti kritik dan justru menjadikannya sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan internal.

“Dalam menerima kritik tentunya kita harus legowo. Yang penting ada perbaikan, dan kalau ada hal yang tidak sesuai, bisa disampaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa Polri terus berbenah dengan menerapkan sistem penghargaan dan hukuman. Anggota yang melanggar akan diberikan sanksi, sementara yang berprestasi akan mendapatkan apresiasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.

Sorotan Media Asing

Tak hanya menjadi perbincangan nasional, kontroversi Sukatani juga mendapat perhatian dari media asing. Sebuah media berbasis di Singapura melaporkan peristiwa ini dengan judul “Anggota Band Punk Sukatani Minta Maaf dan Ungkap Identitas Imbas Lagu Kritik Polisi” pada Jumat (21/2/2025).

Dalam laporan tersebut, media asing menyoroti bagaimana personel Sukatani, yang biasanya tampil dengan topeng, kini muncul tanpa penutup wajah untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Kejadian ini menjadi bukti bagaimana seni dan musik dapat memicu diskusi sosial yang luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy


 


 

TAGGED:anarkiband punkBayar Bayar BayarKapolriKontroversi Musikkritik polisimedia asingPolripunk IndonesiaPurbalinggaSukatanivandalisme
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jadwal Timnas Indonesia vs Korea Selatan U-23 di Kualifikasi Piala Asia 2026
OlahragaTrending

Jadwal Timnas Indonesia vs Korea Selatan U-23 di Kualifikasi Piala Asia 2026

By
Wili Wili
Titi Anggraini Jelaskan Aturan Pemilu Ulang Jika Calon Tunggal Kalah dalam Pilkada 2024
Kabar PolitikTrending

Titi Anggraini Jelaskan Aturan Pemilu Ulang Jika Calon Tunggal Kalah dalam Pilkada 2024

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Hari Ini 10 April 2026 Naik Rp7.000, Kini Rp2.857.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini 10 April 2026 Naik Rp7.000, Kini Rp2.857.000 per Gram

By
Wili Wili
Rizal Ramli, Tokoh Ekonomi dan Aktivis, Tutup Usia - Indonesia Berduka
HeadlineTrending

Rizal Ramli, Tokoh Ekonomi dan Aktivis, Tutup Usia – Indonesia Berduka

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?