By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Pendidikan Jangan Hanya Berorientasi Industri (5-habis)
Birokrasi

Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Pendidikan Jangan Hanya Berorientasi Industri (5-habis)

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:19 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
industri
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub. (Muhammad Aris/Akurasi.id)
SHARE
industri
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub. (Muhammad Aris/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Membenahi pendidikan dinilai menjadi salah satu solusi yang cukup krusial untuk mencegah kasus kekerasan terhadap anak perempuan. Nilai-nilai moral, sosial, keagamaan, dan kebudayaan harus banyak digemakan kembali proses belajar mengajar.

Baca Juga : Refleksi Hari Anak Sedunia, Rusman: Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Bukan Fenomena Perkotaan Lagi (4)

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menilai, ada yang keliru dengan sasaran pembangunan yang dibuat pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Utamanya di sektor pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan yang berorientasi industri yang digalakkan pemerintah cenderung mengabaikan nilai-nilai sosial dan keagamaan.

Logo dprd Kaltim“Sistem pendidikan berkarakter itu tidak sekadar hanya dipidatokan. Tetapi pendidikan berkarakter dan bermoral itu harus terwujud serta membumi di dalam kultur kehidupan masyarakat,” katanya, Kamis (21/11/19).

Dia beranggapan, masih banyaknya temuan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di sejumlah daerah di Kaltim, tidak lepas dari mulai hilangnya nilai-nilai kebudayaan dan keagamaan.

“Hari ini kita nyaris kehilangan identitas budaya bangsa. Karena pendidikan kita terlalu longgar, terlalu berorientasi industri. Mulai dari pendidikan dasar harus dibekali dengan pendidikan keagamaan yang baik,” serunya.

Ketika setiap hari anak-anak hanya disuguhi dengan buku dan buku, maka mereka menjadi anak yang kurang peka. Sementara pendidikan itu sendiri tidak sekadar berorientasi di situ saja. Pendidikan mesti membangun karakter dan nilai-nilai moral seorang anak.

“Lihat saja anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mereka sudah bungkuk sebelum waktunya. Karena terlalu banyak buku yang harus dibawa ke sekolah. Anak-anak didik kita dijejali buku-buku yang begitu banyak. Tetapi mental dan akhlak mereka tidak pernah diasa dengan baik,” imbuhnya.

Rusman menyadari, untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan memang tidak mudah. Perlu ada komitmen dan keseriusan yang sangat luar biasa dari semua stakeholder. Di sisi lain, pemerintah juga mesti menyiapkan program yang berbasis edukasi dan pemberdayaan terhadap masyarakat.

“Kami sudah jalan membahas persoalan ini dengan Pemerintah Kaltim. Cuman persoalan begini tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu atau dua kali pertemuan. Ini perlu ada program dan kerja yang memang berkelanjutan,” katanya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:#DPRD KaltimHari Anak SeduniaIndustriKekerasan pada anakRusman Yaqub
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

DPK Bontang Dijamin Steril, Retno: Jangan Ragu Datang ke Perpustakaan
Birokrasi

DPK Bontang Dijamin Steril, Retno: Jangan Ragu Datang ke Perpustakaan

By
Devi Nila Sari
Melihat Budaya Baca di Balik Layar Puspita, Cara DPK Bontang Tebarkan Literasi di Kawasan Pesisir
Birokrasi

Melihat Budaya Baca di Balik Layar Puspita, Cara DPK Bontang Tebarkan Literasi di Kawasan Pesisir

By
Devi Nila Sari
Uluran Tangan ASN Bontang untuk Pasukan Kuning
BirokrasiVideo

Uluran Tangan ASN Bontang untuk Pasukan Kuning

By
akurasi 2019
Pemkot-DPRD Bontang Bersinergi Sahkan 9 Raperda Selama Setahun
Birokrasi

Pemkot-DPRD Bontang Bersinergi Sahkan 9 Raperda Selama Setahun

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?