
![]()

Akurasi.id, Bontang – Pada 12 Oktober lalu, Bontang baru saja menginjakkan usianya ke-20 tahun. Pada momen bersejarah itu pun menjadi hari paling membahagiakan bagi pasangan Ekna Sugiarto (36) dan Ika Purwati (27). Pasalnya, di hari spesial itu Ika melahirkan 3 bayi kembar laki-laki.
Dialah Muhammad Zafran Attaqi lahir pada pukul 21.09 Wita dengan berat badan (BB) 1955 gram, lalu Muhammad Zifran Attaqi berbobot 1730 gram yang lahir pukul 21.11 Wita, dan terakhir Muhammad Zufran Attaqi lahir pukul 21.14 Wita dengan BB 1820 gram. Ketiga bayi kembar mereka merupakan anak kedua, ketiga, dan keempat yang lahir di RSUD Taman Husada Bontang.
Sedangkan anak pertama, Afnaina Imroatul Hasna kini berumur 6 tahun.
Saat ditemui di ruang perawatan Flamboyan 4 RSUD, Ika mengaku senang dan lega usai berjuang melahirkan ketiga putranya melalui proses operasi sesar (SC). Perempuan kelahiran Kediri, 4 Juli 1991 ini mengaku pada kehamilan keempatnya tersebut hanya mengalami mual seperti ibu hamil pada umumnya.
Pada usia kandungan 3 bulan, hasil USG Ika menunjukkan bahwa dia mengandung bayi triplet alias kembar tiga. “Awalnya saya kaget tapi senang juga. Karena memang suami ada gen kembar dari keluarganya,” terangnya saat ditemui Akurasi.id, Selasa (15/10/19).
Bayi kembar yang di kandung Ika terpaksa lahir pada usia kandungan 8 bulan setengah. Saat dia kontrol kehamilan rutin, dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi.
Pasalnya jumlah air ketuban milik Ika tinggal sedikit. Sehingga tidak disarankan untuk melahirkan secara normal. Pasca bersalin pun Ika belum bisa mendekap buah hatinya lantaran harus dirawat dalam inkubator di ruang NICU.
“Sementara minum susu formula dulu. Nanti kalau sudah keluar (dari ruang NICU) saya beri ASI eksklusif,” imbuhnya.
Lahir di hari jadi Kota Taman –sebutan Bontang—, Ika berharap bayi trio Z menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, saleh, dan berguna bagi agama, bangsa, dan negaranya. Terutama bermanfaat bagi kota kelahirannya sendiri di Bontang.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr I Gusti Made Suardika melalui Kepala Seksi Pelayanan dan Pengembangan Medik dr I Wayan Santika menuturkan kini RSUD Taman Husada Bontang sudah siap menangani pasien dengan risiko tinggi, salah satunya kasus melahirkan kembar 3. Apalagi kini rumah sakit yang berada di Jalan Letjen S Parman nomor 1 ini sudah memiliki ruang neonatal intensive care unit (NICU) dengan fasilitas yang lebih lengkap. Kata dia, ke depannya pihaknya akan terus berkembang.
“Kita juga ada 3 dokter spesialis anak yang berkompeten dibidang itu,” tuturnya.
Kelahiran tripled di RSUD tidak hanya terjadi 2019 saja. Pada 2007, 2009, dan 2018 lalu rumah sakit pelat merah ini juga pernah menangani kasus ibu melahirkan bayi triplet. Bahkan, perkiraan di akhir Oktober ini juga ada calon pasien hamil kembar 3 yang berencana melakukan persalinan di RSUD Taman Husada Bontang.

Dr Khairul Amin Dalimunthe, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang menangani proses kelahiran bayi Ika ini mengungkapkan kasus kelahiran berisiko tinggi. Kata dia, Ika merupakan pasien yang diwajibkan kontrol sesuai jadwal untuk mengetahui perkembangan bayi kembarnya.
“Risiko kelahiran prematur lebih besar dan kemungkinan terjadi kelainan lain juga lebih besar, makanya wajibkan untuk kontrol,” ucapnya.
Khairul menjelaskan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, sebab usia kandungan Ika masih 8 bulan 15 hari. Kata dia, kondisi sang ibu yang kurang baik membuat pihaknya memutuskan untuk melakukan operasi sesar.
“Persalinannya dilakukan secara sesar dikarenakan kondisi air ketuban yang sedikit dan tensinya tinggi sehingga mempersulit rencana persalinan secara spontan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yusuf Arafah









