By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Pemkab “Meradang” karena Kantongi PAD yang Kecil dari Perkebunan Kelapa Sawit
News

Pemkab “Meradang” karena Kantongi PAD yang Kecil dari Perkebunan Kelapa Sawit

akurasi 2019
Last updated: Juli 27, 2019 6:21 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Pemkab “Meradang” karena Kantongi PAD yang Kecil dari Perkebunan Kelapa Sawit
Kutim adalah salah satu daerah dengan perkebunan sawit terbesar. Namun sektor ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menambah PAD. (Istimewa)
SHARE
Pemkab “Meradang” karena Kantongi PAD yang Kecil dari Perkebunan Kelapa Sawit
Kutim adalah salah satu daerah dengan perkebunan sawit terbesar. Namun sektor ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menambah PAD. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Sebagai salah satu daerah dengan perkebunan kelapa sawit terbesar di Kaltim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) justru menerima pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil dari sektor ini.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, Musyaffa, memaparkan, sumber pendapatan dari sektor perkebunan kelapa sawit belum dimaksimalkan. Ia berharap persoalan ini bisa diatur dalam kebijakan yang berpihak pada daerah.

Dia melihat Kutim hanya menerima dampak negatif yang lebih besar ketimbang pendapatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Daerah hanya mendapatkan imbasnya saja dari kegiatan perkebunan,” jelas Musyaffa kepada awak media, Jumat (26/7/19).

Dari sektor perkebunan sawit, pihaknya hanya memperoleh penghasilan dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Itu pun hanya sekali ketika pengajuan izin dari sawit,” katanya.

Begitu pula pemerintah pusat. Sektor ini hanya menyumbang pemasukan PBB serta pajak penghasilan (PPh) seperti PPh 21, PPh 22, PPh 25, dan PPh 29.

Kata dia, daerah hanya mengais dana bagi hasil (DBH) serta royalti antara pusat dan daerah dari sektor perkebunan dan pertambangan. Sedangkan kontribusi untuk PAD, nilainya relatif kecil.

Ia menilai, sangat wajar jika Pemkab Kutim terus memperjuangkan pengelolaan PBB dari sektor perkebunan dan kehutanan diambil alih daerah.

“Jadi bukan dikelola pusat. Supaya ada pemasukan dari sektor PBB perkebunan dan kehutanan untuk PAD Kutim,” ucapnya.

Mengutip infosawit.com, pada 2017, terdapat 143 perusahaan sawit pemegang izin usaha perkebunan (IUP) di Kutim. Perusahaan di bidang ini menguasai lahan seluas 400 ribu hektare.

Di tahun berikutnya, luas lahan di sektor ini bertambah menjadi 459.616,36 hektare. Nyaris mencapai 40 persen dari total lahan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di wilayah Kaltim.

Sementara pabrik di perkebunan kelapa sawit berjumlah 28 unit. Pada 2018, Pemkab Kutim menargetkan penambahan dua pabrik baru yang beroperasi di Kutim. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:PADPemkab KutimPerkebunan Kelapa Sawit
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Terungkap, Berawal dari Sewa Mobil Mogok
Hukum & KriminalTrending

Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Terungkap, Berawal dari Sewa Mobil Mogok

By
Wili Wili
Program Makan Bergizi Gratis: Harapan Baru untuk Gizi Anak Indonesia
HeadlinePeristiwa

Program Makan Bergizi Gratis: Harapan Baru untuk Gizi Anak Indonesia

By
Wili Wili
Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran
HeadlinePeristiwa

Pramono Anung Targetkan Pembangunan Lokasi Sementara Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari Pascakebakaran

By
Wili Wili
Vadel Badjideh Resmi Tersangka Kasus Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur
Hukum & KriminalTrending

Vadel Badjideh Resmi Tersangka Kasus Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?