By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf
PeristiwaTrending

Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf

Wili Wili
Last updated: Agustus 20, 2025 4:24 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf
Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Tragedi memilukan menimpa seorang balita bernama Raya (4) asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bocah malang tersebut meninggal dunia pada 22 Juli 2025 setelah tubuhnya dipenuhi cacing hingga seberat 1 kilogram.

Contents
  • Gubernur Jabar Minta Maaf dan Akan Beri Sanksi
  • Pemerintah Pusat Turut Menyoroti

Raya diketahui sejak lama masuk dalam kategori BGM (bawah garis merah) atau gizi buruk. Petugas desa dan posyandu setempat sebenarnya sudah melakukan intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan bergizi, susu, telur, hingga obat cacing rutin setiap enam bulan sekali. Namun, kondisi lingkungan yang buruk serta lemahnya perhatian keluarga membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

Bidan Desa Kabandungan, Cisri Maryati, menyebut Raya sempat menunjukkan kenaikan berat badan setelah mendapat Program Makanan Tambahan (PMT) lokal. Namun, orang tua Raya menolak beberapa kali upaya rujukan ke puskesmas untuk konsultasi gizi. “Jawaban ibunya tidak bisa, dan ayahnya tidak mengizinkan,” ujar Cisri, Rabu (20/8/2025).

Raya tinggal bersama orang tuanya yang juga memiliki kondisi kesehatan memprihatinkan. Sang ayah, Udin (32), mengidap penyakit TBC, sementara sang ibu, Endah (38), diduga mengalami gangguan jiwa. Sejak kecil, Raya diasuh oleh neneknya.

Lingkungan tempat tinggal Raya pun jauh dari kata sehat. Mereka tinggal di rumah bilik panggung dengan kolong rumah penuh kotoran ayam. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut kondisi tersebut menjadi faktor utama penyebab infeksi cacingan akut.

“Sejak balita, Raya terbiasa hidup di kolong rumah bercampur dengan ayam dan kotorannya. Tangannya sering kotor tanpa dicuci, hingga mulutnya kemasukan cacing,” kata Dedi.

Gubernur Jabar Minta Maaf dan Akan Beri Sanksi

Kasus meninggalnya Raya baru sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat pada 18 Agustus 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Jawa Barat. Dedi mengaku terkejut sekaligus kecewa atas masih adanya kasus kematian akibat cacingan di wilayahnya.

“Saya menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita yang tubuhnya dipenuhi cacing,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Dedi menilai lemahnya fungsi layanan dasar desa, mulai dari Posyandu, bidan desa, hingga gerakan PKK, menjadi penyebab keterlambatan penanganan. Ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti abai serta segera mengirim tim kesehatan untuk merawat keluarga Raya.

“Hari ini kami sudah mengirim tim untuk mengangkut seluruh keluarga karena mereka juga menderita penyakit TBC,” tegasnya.

Pemerintah Pusat Turut Menyoroti

Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, menyatakan pihaknya akan mendalami kasus ini. Menurutnya, mestinya permasalahan tersebut bisa ditangani sejak awal oleh stakeholder daerah.

“Kami perlu mengetahui situasi sebenarnya di lapangan. Seharusnya ini bisa ditangani lebih awal oleh pemerintah daerah,” kata Aji.

Kini, kasus kematian Raya menjadi sorotan publik dan membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan anak, terutama di daerah pedesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:balita Sukabumi meninggalgizi buruk anakGubernur Jabar Dedi Mulyadikasus cacingan akutkematian akibat cacingankesehatan anak Sukabumiposyandu Jawa Barat
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Momen Kedua Teddy Indra Wijaya Bertemu Vladimir Putin, Tegaskan Hubungan RI-Rusia yang Menguat
HeadlinePeristiwa

Momen Kedua Teddy Indra Wijaya Bertemu Vladimir Putin, Tegaskan Hubungan RI-Rusia yang Menguat

By
Wili Wili
125 Pegawai BPN Terlibat Mafia Tanah
HeadlineTrending

125 Pegawai BPN Terlibat Mafia Tanah

By
Devi Nila Sari
Viral! “Lee Min Ho” Jual Nasi Kuning di Samarinda, Banyak yang Ajak Pacaran
Trending

Viral! “Lee Min Ho” Jual Nasi Kuning di Samarinda, Banyak yang Ajak Pacaran

By
Devi Nila Sari
kutim dan kukar
Trending

Kabar Baik!! Hari Ini, Pasien Corona Asal Kutim dan Kukar Dinyatakan Sembuh

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?