By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Ekonomi > Harga Cabai Meroket: Faktor Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen Jadi Penyebab Utama
EkonomiTrending

Harga Cabai Meroket: Faktor Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen Jadi Penyebab Utama

Wili Wili
Last updated: Januari 9, 2025 12:04 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Harga Cabai Meroket: Faktor Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen Jadi Penyebab Utama
Harga Cabai Meroket: Faktor Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen Jadi Penyebab Utama. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Memasuki awal tahun 2025, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan lonjakan harga cabai yang signifikan. Di Jakarta, harga cabai merah bahkan menyentuh Rp130.000 per kilogram, setara dengan harga daging sapi. Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di ibu kota, tetapi juga di berbagai wilayah seperti Kediri, Jawa Timur, dan sentra produksi cabai lainnya.

Contents
  • Cuaca Ekstrem dan Banjir Rusak Produksi Cabai
  • Kisah Petani: Gagal Panen Meski Harga Tinggi
  • Permintaan Tinggi, Stok Terbatas
  • Langkah Pemerintah untuk Mengatasi Lonjakan Harga

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, utamanya cuaca ekstrem yang melanda Indonesia.

Cuaca Ekstrem dan Banjir Rusak Produksi Cabai

Banjir yang terjadi di berbagai sentra produksi seperti Sulawesi Selatan, Sukabumi, dan Jawa Timur telah merusak tanaman cabai, menurunkan produktivitas, dan menyebabkan gagal panen. Hujan deras dan angin kencang semakin memperparah situasi.

“Hujan deras membuat petani enggan memetik cabai karena risiko kerusakan tanaman meningkat. Selain itu, angin kencang juga berdampak pada kerusakan tanaman dan menyebabkan pohon cabai membusuk,” ujar Ketut Astawa, Kamis (9/1/2025).

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, menambahkan bahwa curah hujan tinggi membuat cabai rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang pada akhirnya menurunkan hasil panen. “Di tingkat petani, harga cabai rawit merah bahkan mencapai Rp95.000/kg, jauh di atas harga acuan pembelian (HAP) yang berkisar Rp25.000–Rp31.500/kg,” jelas Hamid.

Kisah Petani: Gagal Panen Meski Harga Tinggi

Ironisnya, tingginya harga cabai di pasaran tidak sepenuhnya menguntungkan petani. Di Kediri, banyak petani yang justru mengalami gagal panen akibat banjir dan serangan hama.

Syawal Abidin, seorang petani di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa lahan cabai seluas 5.000 meter persegi miliknya tidak menghasilkan sedikit pun akibat banjir. Nasib serupa dialami Heri, petani di Kecamatan Semen, yang menyebut bahwa hasil panennya bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya produksi.

“Buruh cangkul saja sekarang upahnya Rp100.000 per hari, belum makan dan rokoknya. Dengan kondisi seperti ini, kami sangat kesulitan,” keluh Heri.

Permintaan Tinggi, Stok Terbatas

Momentum perayaan Natal dan tahun baru, yang berbarengan dengan program nasional seperti “Makan Bergizi Gratis,” juga meningkatkan permintaan cabai secara signifikan. Namun, stok di tingkat petani yang tengah menurun akibat cuaca buruk dan serangan hama tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyebut bahwa kondisi ini mendorong kenaikan harga cabai secara drastis. “Permintaan tinggi, sementara stok menurun akibat faktor cuaca hingga serangan jamur, menyebabkan harga melonjak tajam,” jelasnya.

Langkah Pemerintah untuk Mengatasi Lonjakan Harga

Badan Pangan Nasional melalui Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan berjanji akan terus memantau kondisi dan bekerja sama dengan petani untuk menstabilkan harga. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam mengatasi permasalahan ini.

Kenaikan harga cabai yang signifikan menunjukkan pentingnya perencanaan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur pertanian dan menyediakan bantuan bagi petani agar sektor pertanian tetap tangguh menghadapi tantangan iklim.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Badan Pangan Nasionalbanjir di Indonesiaberita harga bahan pokokCabai MahalCuaca Ekstremgagal panenHarga Cabaiharga cabai rawit merahlonjakan harga cabaipetani cabaiserangan hama cabai
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jelang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Siap Rotasi dan Debutkan Jersey Away Baru
OlahragaTrending

Jelang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Siap Rotasi dan Debutkan Jersey Away Baru

By
Wili Wili
Bontang Tarik Perhatian Investor, Perusahaan Malaysia Ajak Kerja Sama Program Desalination
Trending

Bontang Tarik Perhatian Investor, Perusahaan Malaysia Ajak Kerja Sama Program Desalination

By
Devi Nila Sari
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki, Warga Diimbau Waspada
PeristiwaTrending

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki, Warga Diimbau Waspada

By
Wili Wili
Gara-Gara Cover Pintu Darurat Dibuka Anak-Anak, Citilink Mendarat Darurat di Palembang
Trending

Gara-Gara Cover Pintu Darurat Dibuka Anak-Anak, Citilink Mendarat Darurat di Palembang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?