By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Catatan > Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi
Catatan

Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi

akurasi 2019
Last updated: Februari 15, 2019 11:40 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi
Retno Furi Handayani, A.Md(Dok Pribadi)
SHARE
Utopia Demokrasi Melibas Prostitusi
Retno Furi Handayani, A.Md(Dok Pribadi)

Ditulis Oleh: Retno Furi Handayani, A.Md

15 Februari 2019

Awal 2019 ini dibuka dengan berita yang cukup mengejutkan dan membuat miris. Pemberitaan tentang kasus prostitusi online yang melibatkan dua public figure. Sampai sekarang kasus ini masih terus bergulir dan menarik untuk didalami dan ditelaah.

Tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus serupa yang belum terungkap. Hal ini ditegaskan Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan. Dia mengungkapkan, kedua tersangka sudah terbiasa mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instagramnya. Khususnya terkait jasa layanan prostitusi.

Yusep menduga, banyak artis dan selebgram yang terlibat prostitusi online. Permasalahan ini layaknya fenomena gunung es. Yang terungkap jauh lebih sedikit dari yang sebenarnya terjadi. Mungkin ini bukan kali pertama masyarakat mendengar figur publik yang tertangkap sedang berkencan dengan lelaki hidung belang.

Dalam sistem yang bukan berdasar sistem Islam, fenomena tersebut sangat mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan tidak ada aturan yang tegas mengatur interaksi antara pria dan wanita. Semua disandarkan atas nama hak asasi manusia. Negara kehilangan peran dalam mengatur interaksi antar manusia.

Negara juga abai dengan pengaturan interaksi lawan jenis tersebut. Negara memisahkan antara aturan Islam dengan kehidupan sehari-hari. Akan menjadi sebuah utopia jika berharap kemaksiatan akan hilang dalam sistem sekuler yang berlaku sekarang.

Dalam kasus ini, yang paling dirugikan adalah kaum wanita. Mereka hanya dijadikan objek seksualitas semata. Tanpa mendapat perlindungan. Wanita hanya dinilai dengan nominal bukan dengan memuliakannya. Harga dirinya hanya dihargai senilai rupiah.

Pengaturan Islam Terhadap Kehidupan Pria dan Wanita

Manusia secara fitrahnya dianugerahi naluri (ghariizah) melestarikan keturunan. Islam mengatur hal tersebut dengan memerintahkan para wanita menutup aurat secara syar’i. Para lelaki dituntut menundukkan pandangan atas wanita yang bukan mahramnya.

Dalam interaksi sosial, Islam telah mengaturnya. Pria dan wanita harus terpisah dalam berinteraksi. Tidak membolehkan khalwat atau menyendiri dengan seorang wanita yang bukan mahram.

Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah seorang laki-laki itu ber-khalwat dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

Islam melarang ikhtilat. Yaitu bercampur baurnya antara lelaki dan wanita tanpa ada unsur syar’i. Diperbolehkan interaksi hanya di tempat-tempat umum. Misalnya dalam interaksi perdagangan, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam menyalurkan nalurinya, manusia diberikan solusi melalui pernikahan. Hal ini bertujuan memuliakan wanita. Segala tanggung jawab atasnya akan dibebankan kepada lelaki yang menikahinya. Nilai pengabdian wanita bukan hanya diukur dengan nominal namun dinilai dengan pahala dan surga.

Poligami termasuk solusi untuk melindungi martabat wanita. Hak-hak mereka akan terlindungi. Juga sebagai solusi agar terhindar dari perselingkuhan dan zina.

Agama Islam sangat lengkap mengatur kehidupan manusia. Tidak ada aturan yang diragukan sedikit pun. Karena aturan ini bersumber dari Sang Pencipta. Lantas masihkah kita enggan menerapkan aturan Islam dalam kehidupan kita sehari-hari, baik secara individu maupun masyarakat? Dengan diterapkannya Islam dalam kehidupan akan menghindarkan kita dari kerusakan dan memberikan berkah baik di langit maupun di bumi.

Allah Swt berfirman: “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami). Maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Editor: Ufqil Mubin

Sekilas: Retno Furi Handayani, A.Md adalah seorang ibu rumah tangga.

TAGGED:catatan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Salah Urus Berujung Bencana Lingkungan
Catatan

Salah Urus Berujung Bencana Lingkungan

By
akurasi 2019
Pemimpin Redaksi Akurasi.id, Rachman Wahid. (Joko/Akurasi.id)
CatatanHeadlineRagam

Akurasi.id Tumbuh Lebih Tangguh

By
Rachman Wahid
Peran Mahasiswa di Tahun Politik
Catatan

Peran Mahasiswa di Tahun Politik

By
akurasi 2019
5 Tahun yang Tidak Mudah: Akurasi.id dan Tantangan Bermedia
CatatanCovered StoryRagam

5 Tahun yang Tidak Mudah: Akurasi.id dan Tantangan Bermedia

By
Fajri
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?