3 Orang Hilang Saat Kapal Tanker Meledak, Perusahaan Sebut Karyawan Selamat Semua

![]()

Mengenai kabar tiga orang yang hilang saat kapal tanker meledak, PT Barokah Perkasa Grup memastikan bukan karyawan perusahaan.
Akurasi.id, Samarinda – Sebuah kapal tanker meledak dan terbakar di galangan milik PT Barokah Perkasa Grup pada Kamis (11/2), Sebabkan 3 orang disebut hilang. Namun, perusahaan sebut semua karyawan selamat.
“Saat kejadian di lokasi ada 200 karyawan yang sedang bekerja, namun di dalam kapal itu sedang lagi docking dan tidak ada karyawan yang berada di situ,” jelas Corporate Manajemen PT Barokah Perkasa Grup, Khairuddin saat mengelar konferensi pers Jumat (12/2/2021).
Mengenai kabar tiga orang yang dinyatakan hilang pihaknya memastikan bukan dari karyawan perusahaan.
“Jika ada karyawan yang hilang dari pihak keluarga juga belum ada yang konfirmasi ke perusahaan. Saat ini juga kami masih terus mendata,” terangnya.
Selain itu, Khairuddin menegaskan, terkait pemberitaan yang menyatakan perusahaan PT Barokah Perkasa Grup milik Anggota DPR RI Rudi Mas’ud, ia menyebut bahwa yang bersangkutan sudah tidak aktif di perusahaan tersebut.
“Sejak 2018 sudah dikeluarkan dari akta perusahaan, jadi tidak ada hubungannya dengan beliau, teman-teman bisa konfirmasi ke Disnaker,” ungkapnya.
Mengenai penyebab kapal meledak dan terbakar, Khairuddin belum dapat memastikan, sebab saat ini pihaknya masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Masih tahap penyelidikan kepolisian, kami belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran,” ucapnya.
Khairuddin menerangkan, awal mula api diketahui berasal dari bagian belakang kapal yang tengah melakukan proses docking.
Diketahui dalam musibah kebakaran itu dua kapal, yakni Kapal Gemilang Perkasa Energi (GPE) dan Elnusa 6 yang tak bermuatan meledak dan terbakar sekitar pukul 14.30 Wita. Akibatnya perusahaan merugi puluhan miliar.
“Untuk kerugian dua kapal yang terbakar, perusahaan mengalami kerugian puluhan milyaran rupiah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid









