By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
CorakRagamTrending

Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 6, 2021 4:00 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
Aktifitas Kasimin pengusaha pabrik rumahan saat memproduksi tahu di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
Aktifitas Kasimin pengusaha pabrik rumahan saat memproduksi tahu di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Di Samarinda, tahu tempe makin tipis. Hal ini menyusul mahalnya harga kedelai. Produsen tahu tempe pun ikut mengalami dampaknya.

Akurasi.id, Samarinda – Naiknya harga kedelai dan dihentikannya impor kedelai berdampak signifikan terhadap perajin sekaligus pedagang tahu-tempe di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka menyiasati kenaikan kedelai dengan mengurangi berat isi tahu dan tempe, sehingga ukuran produk semakin kurang tebal atau tipis.

Hal itu lah yang dirasakan Kasimin (73) pemilik usaha pabrik tahu rumahan yang berada di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda.

[irp]

Ia menyebutkan, sejak November 2020 hingga Awal Januari 2021 harga kedelai terus mengalami kenaikan. Hingga mencapai 30 persen.

“Biasanya 1 karung kedelai dengan berat 50 kilogram saya beli harga Rp 360 ribu, tiap bulan naik turus dan sekarang sudah sampai Rp 500 ribu,” jelas Kasimin saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Rabu (6/1/2021).

Kasimin yang telah bergulut dalam usaha pembuatan tahu dari tahun 1970 itu terpaksa menaikkan harga tahu yang ia jual dan mengurangi ukuran tahu yang ia jual. Itu dilakukan agar tak merugi.

“Ya kita naikan (harganya), biasanya tahu mentah dijual Rp 10 ribu per 40 potong jadi 30 saja, sedangkan yang sudah matang 100 potong awalnya dijual Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu, itu pun masih tetap sedikit untungnya,” ungkapnya.

Kasimin menyebut, kenaikan tahu buatannya tak hanya lantaran harga kedelai yang naik, namun juga bahan-bahan lainnya, seperi minyak, plastik, dan kayu bakar pun ikut mengalami kenaikan.

“Semua naik juga, kalau kita tidak naikan harganya dan memperkecil potongan tahu, mungkin sekarang saya sudah gulung tikar. Biasanya dulu saya bisa dapat Rp 500 ribu bersih sebelum ada kenaikan, tapi sekarang paling banyak Rp 100 ribu, itu pun cuma cukup buat makan,” ujarnya.

Kasimin berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah, agar dapat mengembalikan harga-harga bahan pokok tahu. Lantaran ia berfikir jika terus-terusan seperti ini, usaha yang telah di bangun 40 tahun terancam gulung tikar.

[irp]

Selain itu, tak jauh dari pabrik Kasimin,  Anwar Sanusi pengusaha pabrik tempe mengungkapkan, semenjak harga kedelai mengalami kenaikan ia terpaksa mengurangi jumlah produksi.

“Biasanya dalam sehari 40 kilogram dalam sehari, sekarang naik harga kedelai, hanya 30 kilogram saja saya produksi,” ucapnya.

Hal itu dilakukan, lantaran Anwar takut tempe miliknya tak habis dijual. Selain itu juga ukuran tempat miliknya diperkecil. Alasannya pun sama, untuk menghindari kerugian.

“Kalau harganya tidak dinaikan, cuma potongannya saja diperkecil,” ungkapnya.

Ditambah pandemi Covid-19 atau virus corona, beban yang dipikul oleh lelaki yang memiliki dua anak tersebut, kini semakin terasa. Pasalnya berdasarkan pengakuannya, pelanggan di tempatnya mengalami penurunan, sehingga pendapatan pun berkurang.

Namun ia enggan menyampaikan penghasilan tersebut secara detail kepada awak media.”Pendapatan merosot jauh, sejak wabah corona,” pungkasnya. (*).

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Covid-19harga naikKalimantan TimurKedelaiPengusaha SamarindaTahuTahu Tempe Makin TipisTempe
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sistem Zonasi Sekolah
Birokrasi

Penerapan Zonasi Sekolah Dibahas Ulang, Haris Bakal Libatkan Sekolah Swasta dan Negeri

By
akurasi 2019
Satgas Covid-19 Jemput Bola ke Pedagang Pasar pada Vaksinasi Tahap II
Trending

Satgas Covid-19 Jemput Bola ke Pedagang Pasar pada Vaksinasi Tahap II

By
Devi Nila Sari
Janji PAD Rp32 Triliun Jauh dari Harapan, Hadi Mulyadi: Itu Janji Selama 5 Tahun Jabatan
Trending

Janji PAD Rp32 Triliun Jauh dari Harapan, Hadi Mulyadi: Itu Janji Selama 5 Tahun Jabatan

By
Devi Nila Sari
Olla Ramlan dan Teuku Ryan Kompak di Infotainment Awards 2025, Buka Suara Soal Isu Kedekatan
SelebritisTrending

Olla Ramlan dan Teuku Ryan Kompak di Infotainment Awards 2025, Buka Suara Soal Isu Kedekatan

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?