By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
CorakRagamTrending

Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 6, 2021 4:00 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
Aktifitas Kasimin pengusaha pabrik rumahan saat memproduksi tahu di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Tahu Tempe Makin Tipis di Samarinda, Imbas Kedelai Mahal
Aktifitas Kasimin pengusaha pabrik rumahan saat memproduksi tahu di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Di Samarinda, tahu tempe makin tipis. Hal ini menyusul mahalnya harga kedelai. Produsen tahu tempe pun ikut mengalami dampaknya.

Akurasi.id, Samarinda – Naiknya harga kedelai dan dihentikannya impor kedelai berdampak signifikan terhadap perajin sekaligus pedagang tahu-tempe di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka menyiasati kenaikan kedelai dengan mengurangi berat isi tahu dan tempe, sehingga ukuran produk semakin kurang tebal atau tipis.

Hal itu lah yang dirasakan Kasimin (73) pemilik usaha pabrik tahu rumahan yang berada di Jalan Lumba-lumba RT 10, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda.

[irp]

Ia menyebutkan, sejak November 2020 hingga Awal Januari 2021 harga kedelai terus mengalami kenaikan. Hingga mencapai 30 persen.

“Biasanya 1 karung kedelai dengan berat 50 kilogram saya beli harga Rp 360 ribu, tiap bulan naik turus dan sekarang sudah sampai Rp 500 ribu,” jelas Kasimin saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Rabu (6/1/2021).

Kasimin yang telah bergulut dalam usaha pembuatan tahu dari tahun 1970 itu terpaksa menaikkan harga tahu yang ia jual dan mengurangi ukuran tahu yang ia jual. Itu dilakukan agar tak merugi.

“Ya kita naikan (harganya), biasanya tahu mentah dijual Rp 10 ribu per 40 potong jadi 30 saja, sedangkan yang sudah matang 100 potong awalnya dijual Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu, itu pun masih tetap sedikit untungnya,” ungkapnya.

Kasimin menyebut, kenaikan tahu buatannya tak hanya lantaran harga kedelai yang naik, namun juga bahan-bahan lainnya, seperi minyak, plastik, dan kayu bakar pun ikut mengalami kenaikan.

“Semua naik juga, kalau kita tidak naikan harganya dan memperkecil potongan tahu, mungkin sekarang saya sudah gulung tikar. Biasanya dulu saya bisa dapat Rp 500 ribu bersih sebelum ada kenaikan, tapi sekarang paling banyak Rp 100 ribu, itu pun cuma cukup buat makan,” ujarnya.

Kasimin berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah, agar dapat mengembalikan harga-harga bahan pokok tahu. Lantaran ia berfikir jika terus-terusan seperti ini, usaha yang telah di bangun 40 tahun terancam gulung tikar.

[irp]

Selain itu, tak jauh dari pabrik Kasimin,  Anwar Sanusi pengusaha pabrik tempe mengungkapkan, semenjak harga kedelai mengalami kenaikan ia terpaksa mengurangi jumlah produksi.

“Biasanya dalam sehari 40 kilogram dalam sehari, sekarang naik harga kedelai, hanya 30 kilogram saja saya produksi,” ucapnya.

Hal itu dilakukan, lantaran Anwar takut tempe miliknya tak habis dijual. Selain itu juga ukuran tempat miliknya diperkecil. Alasannya pun sama, untuk menghindari kerugian.

“Kalau harganya tidak dinaikan, cuma potongannya saja diperkecil,” ungkapnya.

Ditambah pandemi Covid-19 atau virus corona, beban yang dipikul oleh lelaki yang memiliki dua anak tersebut, kini semakin terasa. Pasalnya berdasarkan pengakuannya, pelanggan di tempatnya mengalami penurunan, sehingga pendapatan pun berkurang.

Namun ia enggan menyampaikan penghasilan tersebut secara detail kepada awak media.”Pendapatan merosot jauh, sejak wabah corona,” pungkasnya. (*).

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Covid-19harga naikKalimantan TimurKedelaiPengusaha SamarindaTahuTahu Tempe Makin TipisTempe
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pimpinan KPK: Kepala Desa Korupsi Tak Usah Dipenjara
HeadlineTrending

Pimpinan KPK: Kepala Desa Korupsi Tak Usah Dipenjara

By
Devi Nila Sari
Jelang Batas Pendaftaran, Tim Adibas Diminta Serahkan Berkas Calon Pengganti
Kabar Politik

Jelang Batas Pendaftaran, Tim Adibas Diminta Serahkan Berkas Calon Pengganti

By
Devi Nila Sari
Indonesia vs Lebanon FIFA Matchday: Ujian Sesungguhnya Patrick Kluivert
OlahragaTrending

Indonesia vs Lebanon FIFA Matchday: Ujian Sesungguhnya Patrick Kluivert

By
Wili Wili
DPRD Bontang: Program Kotaku Tak Maksimal Jika Hanya Andalkan APBD
Kabar Politik

DPRD Bontang: Program Kotaku Tak Maksimal Jika Hanya Andalkan APBD

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?