By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Mengeluh Kaki Kram, Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
News

Mengeluh Kaki Kram, Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat

akurasi 2019
Last updated: Mei 1, 2020 4:34 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Mengeluh Kaki Kram, Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
Mustofa kini hanya terbaring lemah menahan sakit diwajahnya. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Mengeluh Kaki Kram, Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
Mustofa kini hanya terbaring lemah menahan sakit diwajahnya. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Awal Februari lalu menjadi bulan kelam bagi Mustofa (13). Diusianya yang masih belia, dirinya harus menahan cobaan begitu berat. Dia divonis menderita tumor tulang ganas stadium akhir oleh dokter.

Saat ini, seharusnya dia bersama sejawatnya tengah bercanda riang di sekolah. Namun Mustofa hanya bisa berbaring dan merintih sakit di atas matras kamar di rumahnya Jalan DR Sutomo Gang 7 Blok B Nomor 22 RT 34, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda. Rasa gerah dan panas menjalar ditubuhnya sehingga ia memilih tidur hanya mengenakan celana pendek.

Tumor sebesar bola rugbi tumbuh di wajah kanannya kerap membuatnya kesakitan. Sudah 3 hari terakhir Mustofa mulai kesulitan menelan makanan lantaran saluran pernapasannya terganggu. Kurangnya asupan gizi membuat kondisinya semakin drop. Bahkan tulang-belulangnya mulai nampak ditubuhnya. Padahal sebelumnya tubuh Mustofa gempal dan sehat.

Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
Mustofa bertubuh gempal saat masih sehat. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

 

Ayah Mustofa, Muhammad Romli mengatakan awal Februari lalu anak lelakinya tersebut mengeluhkan paha kanannya kram. Hal itu terjadi usai Mustofa mengikuti pelajaran olahraga futsal di sekolahnya SMP Negeri 22 Samarinda demi mendapatkan nilai. Romli mengaku saat itu dirinya mengurut paha Mustofa karena dikira hanya kram biasa akibat cidera saat berolahraga.

Meski kakinya masih sakit, siswa kelas X ini tak pernah absen ke sekolah. Dengan berjalan pincang, Mustofa tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya bersama temannya.

Tak lama berselang, keadaan Mustofa mulai memburuk. Muncul benjolan di mata kirinya membuat dia dan keluarganya panik. Ditambah benjolan kian hari terus membesar.

Ayahnya pun langsung mengajak Mustofa berobat ke RSUD AW Sjahranie Samarinda. Saat dites darah, dokter mengatakan tidak ditemukan adanya penyakit. Akhirnya Romli dan anaknya kembali ke rumah.

Kemudian, selama kurang lebih satu bulan Mustofa dan ayahnya bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan mata dan paha anaknya yang kian hari terus membesar.

“Dari poli mata, poli ortopedo (tulang), namun hasilnya sama. Tak ditemukan penyakit apapun. Namun salah seorang dokter rumah sakit menyuruh saya untuk melakukan pemeriksaan di Lab Nuklir agar bisa diagnosis penyakit anak saya,” tutur Romli kepada Akurasi.id.

Butuh waktu 2 pekan bagi Mustofa untuk menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap sakit keras. Apalagi saat hasil laboratorium menyebut dia mengidap penyakit tumor tulang ganas. Tentunya ujian yang menimpa putra pasangan Romli dan Maraim ini membuat kedua orangtuanya terkejut.

“Saya enggak menyangka anak saya kena penyakit seperti ini,” ucap Maraim, ibu Mustofa sembari menangis saat diwawancarai wartawan.

Sejak diketahui menderita tumor ganas, Mustofa langsung mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD AW Shajranie Samarinda. Selama 12 hari menjalani perawatan, kondisi mata Mustofa semakin hari kian membesar. Bahkan kedua matanya tak lagi dapat melihat. Lantaran tak dapat tindakan medis lagi dari pihak rumah sakit, orangtua Mustofa sepakat membawa pulang anaknya.

“Selama di RS Mustofa sering mengeluh sakit, namun selama di rumah anak saya tidak pernah mengeluh sakit lagi. Di rumah sakit juga sudah tidak ada tindakan lanjut hanya sekadar diberi obat, jadi lebih baik kami pulang,” aku Romli.

Mustofa Idap Kanker Tulang Ganas, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
Muhammad Romli, ayah Mustofa. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Selama di rawat di rumah keadaan Mustofa semakin parah dikarenakan benjolan matanya semakin membesar dan timbul benjolan lainya di bagian kepala Mustofa.

Romli mengaku bersyukur selama musibah ini banyak belas kasih dari orang dermawan yang datang membantu memberikan sumbangan untuk pengobatan Mustofa. Pasalnya dirinya hanyalah tukang becak di Pasar Segiri. Dalam kondisi saat ini dirinya sering tak menarik becak lantaran lebih banyak mengurus anaknya.

“Selain bantuan pihak sekolah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pun turut membantu dan menyuruh Mustofa di rawat di RS Siaga Almunawwarah Ramania Samarinda untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” bebernya.

Saat dibawa ke rumah sakit rekomendasi wali kota, dokter menyarankan agar kaki Mustofa diamputasi. Namun melihat kondisi anaknya yang sangat lemah, Romli mengurungkan niatnya menyetujui tindakan amputasi itu.

“Biar diamputasi kaki anak saya tetap juga benjolan yang dikepalanya enggak akan hilang, ditambah lagi kondisinya sangat lemah saat ini,” tuturnya.

Selama 2 hari berada di RS Siaga Almunawwarah Ramania Samarinda Mustofa pun dibawa pulang oleh orangtuanya. Saat ini ayah dan Ibunya hanya berharap ada pengobatan lain selain mengamputasi kakinya.

“Semoga saja ada bantuan entah itu berbentuk pengobatan alami atau herbal yang bisa menyembuhkan penyakit anak saya,” harap Mariam. (*)

 

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:kanker tulangtumor tulang ganas
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Penerbangan SQ321 Singapore Airlines mengalami turbulensi parah yang mengharuskan pesawat untuk melakukan pendaratan darurat
HeadlinePeristiwa

Tragedi di Udara: Penumpang Meninggal Dalam Turbulensi Parah Pada Penerbangan Singapore Airlines

By
Wili Wili
KM Barcelona V Terbakar, 580 Penumpang Jadi Korban: DPR Soroti Selisih Manifes, Nakhoda Jadi Tersangka
PeristiwaTrending

KM Barcelona V Terbakar, 580 Penumpang Jadi Korban: DPR Soroti Selisih Manifes, Nakhoda Jadi Tersangka

By
Wili Wili
Pasca Kebakaran, Polresta Samarinda Tetapkan Pemilik Mobil Pengetap Sebagai Tersangka
HeadlineHukum & Kriminal

Pasca Kebakaran, Polresta Samarinda Tetapkan Pemilik Mobil Pengetap Sebagai Tersangka

By
Devi Nila Sari
Kejagung Ungkap Modus Korupsi Ekspor POME, Kerugian Negara Capai Rp14,3 Triliun
HeadlinePeristiwa

Kejagung Ungkap Modus Korupsi Ekspor POME, Kerugian Negara Capai Rp14,3 Triliun

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?