By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Sahabat Orangtua Anak PDP Covid-19 yang Meninggal Ramai-Ramai Berikan Pembelaaan
Trending

Sahabat Orangtua Anak PDP Covid-19 yang Meninggal Ramai-Ramai Berikan Pembelaaan

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
sahabat orangtua
Proses pemakaman jenazah anak PDP rapid test positif. (IST)
SHARE
sahabat orangtua
Proses pemakaman jenazah anak PDP rapid test positif. (IST)

Akurasi.id, Bontang – Para sahabat sekaligus rekan kerja turut memberi pembelaan untuk AL, orangtua dari anak Pasien Dalan Pengawasan (PDP) rapid test positif yang meninggal pukul 02.05 Wita di RSUD Taman Husada Bontang, Jumat (25/4/20) lalu. Pembelaan itu ditujukan saat AL menuai stigma negatif dari warga internet (warganet) di media sosial (medsos).

baca juga: Usai Anak PDP Meninggal, 30 Tenaga Medis di 2 Rumah Sakit Bontang Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Pembelaan itu ditulis pemilik akun Abe Roses. Pria yang bernama asli Sabet ini mengatakan dirinya sebagai sahabat sekaligus rekan kerja di Kantor Kecamatan Bontang Utara.

“Stop menyudutkan kawan kami,” tulis dia, sekira pukul 23.00 Wita, Jumat (24/4/20) di laman Facebooknya.

Dia mengatakan atas nama sahabat kerja di Kantor Kecamatan Bontang Utara Bapak AL, dirinya meminta kepada warga Bontang dan sekitarnya agar jangan langsung membuat argumen bila belum mendapat informasi yang pasti soal ayah dari anak positif Rapid Test Covid-19 yang meninggal dunia.

Akun Abe Roses ini juga membenarkan bahwa AL sempat melakukan perjalanan dari luar kota dengan beberapa rekan kerjanya. Kata dia, setelah kembali dari Jakarta, AL dan rekannya melakukan karantina mandiri selama 14 hari ditambah 7 hari.

“Akan tetapi keadaan Pak AL sendiri dan beberapa teman lainnya semua sehat dan bebas Covid-19,” begitu kalimat yang ditulisnya.

Mewakili AL, Abe Roses menyatakan hasil tes Jumat (24/4/20) dinyatakan negatif. Dirinya pun berspekulasi bahwa penularan Covid-19 yang dialami anak AMSM berasal dari tempat lain.

“Kemungkinan penularan Covid-19, saya tidak menuduh kemungkinan dari RS di mana pertama anak beliau dirawat,” jelasnya.

“Saya meminta untuk stop menyudutkan beliau yang sedang berduka hanya karena tidak berterus terang,” imbuhnya,,

Pun dengan akun Setyo Sanyoto turut memberi penjelasan di kolom komentar Facebook. Setyo yang juga merupakan rekan kerja di Kantor Kecamatan Bontang Utara ini menjelaskan kronologis perjalanan dinasnya bersama AL. Dia menuliskan dirinya bersama AL usai dari Jakarta tiba di Bontang pada 19 Maret 2020. Setiba di Kota Taman –sebutan Bontang-, mereka melapor ke Public Safety Center (PSC) penanganan Covid-19 di Bontang.

“Kami juga berangkat sama beliau sampai Bontang pun kami tanggal 19 maret langsung lapor ke bagian medis yang menangani Covid-19.  Langsung karantina mandiri selama 14 hari mengikuti tahapan tersebut. Setelah itu kami melakukan aktivitas kerja seperti biasa Alhamdulilah sampai detik ini kami masih diberi kelancaraan kesehatan,” bebernya.

Setyo Sanyoto pun mengimbau kepada warganet agar berhenti memberikan stigma negatif kepada AL. Dirinya pun juga menjelaskan bahwa anak PDP tersebut sudah lama mengidap penyakit dan sering kontrol ke rumah sakit.

“Mohon stop membully kalau belum tau permasalahannya sebenarnya.  Kasihan beliau udah kehilangan anaknya dan anaknya pun sudah lama sakit udah tahunan dan sering cek darah dan rentan terhadap serangan penyakit selalu menurun fisiknya atau kelainan,” paparnya.

Dia turut menyanggah pernyataan bahwa AL tidak jujur dalam memberi keterangan kepada pihak medis. Kata Setyo, pihak rumah sakit swasta tersebut menanyakan riwayat perjalanan selama 2 pekan terakhir. Menurutnya wajar saja jika ibu AL mengaku bahwa anak dan orangtua tidak melakukan perjalanan selama 2 minggu terakhir.

“Pertanyaannya pihak rumah sakit betul kan anda 2 minggu tidak keluar kota dan dijawab apa adanya ibu alhamarhum. Sudahlah jika anak saudara seperti ini gimana kasihan kita semua punya kekurangan dan kelebihan. Hanya Allah yg maha benar semoga di bulan puasa ini kita mendapat keberkahan Aamiin,” tutupnya.

Camat Bontang Utara Sudi Priyanto dalam akun Facebook-nya pun ikut memberi dukungan. Di komentar Facebook milik Abe Roses, dia menyatakan AL selaku orangtua AMSM tidak berbohong kepada petugas medis.

“Pertanyaan dari RS adalah apakah ada riwayat perjalanan dari luar kota selama kurun 2 pekan terakhir? Karena riwayat perjalanannya sudah lebih dari 2 pekan, maka dijawab Pak AL tidak pernah. Artinya beliau tidak berbohong menjawab pertanyaan yang diajukan,” tulisnya.

Sudi pun menuturkan sebaiknya setelah kasus tersebut pihak rumah sakit bisa memberi pertanyaan lebih detail.

“Mungkin next sebaiknya pertanyaannya cukup seperti ini saja, kapan terakhir Anda melakukan perjalanan dari luar kota. Kejujuran tetap menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Siapapun harus jujur, namun jika sudah jujur maka jangan dibully,” sarannya. (*)

 Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:anak 8 tahun rapid test positif meninggalcorona bontangcorona kaltimOrangtua berbohongPDP MeninggalRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Biden: 20 Tahun Kehadiran Militer AS di Afghanistan Berakhir
Trending

Biden: 20 Tahun Kehadiran Militer AS di Afghanistan Berakhir

By
Devi Nila Sari
Diduga Hirup Lem, Pemuda Meninggal Keracunan
Trending

Diduga Hirup Lem, Pemuda Meninggal Keracunan

By
Devi Nila Sari
10.000 Buruh Gelar Demo Besar-besaran Hari Ini, Berikut Isi Tuntutan
Trending

10.000 Buruh Gelar Demo Besar-besaran Hari Ini, Berikut Isi Tuntutan

By
Devi Nila Sari
Loper Koran Disabilitas di Samarinda Giat Bekerja Hingga Ajal
Trending

Loper Koran Disabilitas di Samarinda Giat Bekerja Hingga Ajal

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?