By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU
HeadlineTrending

Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 11, 2021 12:22 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
SHARE
Yahya Cholil Staquf Umumkan Maju Caketum PBNU
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Akurasi.id — Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengaku siap maju sebagai kandidat calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Muktamar Lampung yang rencananya digelar pada Desember 2021 mendatang.

“Iya betul [maju sebagai Caketum PBNU],” kata Yahya. Dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (11/10/2021).

Yahya Cholil Staquf  bercerita sudah menemui Ketum PBNU Said Aqil Siraj untuk meminta restu dan mengutarakan niatnya untuk maju sebagai Caketum PBNU. Said, kata Yahya, merespons positif dan mempersilakan Yahya untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

“Saya sampaikan [ke Said] ‘saya mohon restu saya maju sebagai calon ketua umum’. Beliau persilakan “monggo-monggo”, iya mempersilakan,” kata Yahya.

Yahya lantas menjelaskan bila nanti terpilih, dirinya menawarkan gagasan konsolidasi nasional NU dari tingkat PBNU, PWNU hingga PCNU. Gagasan itu ia bentuk karena melihat selama ini PBNU, PWNU dan PCNU kerap berjalan masing-masing dengan gagasannya sendiri-sendiri.

Dengan konsolidasi, Yahya yakin bisa memperkokoh kepengurusan NU di tingkat pusat hingga cabang.

“Dan rupanya ini [gagasan] mudah ditangkap oleh PCNU. Nah saya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kita harapkan jadi semacam akselerator atau pihak yang membantu, meski bukan dari NU, tapi mau bekerja sama dengan NU,” kata dia.

[irp]

Tak hanya itu, Yahya juga memiliki gagasan melakukan aktivasi kegiatan ekonomi PCNU yang tersebar lebih dari 500 wilayah di Indonesia. Baginya, PCNU memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi umat Islam saat ini.

“Kalau kita bicara soal cabang-cabang kita punya 500-an lebih cabang. Itu outlet ekonomi, semua orang bisa pakai, pemerintah bisa pakai untuk salurkan agenda-agenda, misalnya investasi, bisa dilakukan memanfaatkan ini. Jadi kita ingin aktivasi cabang-cabang agar bergerak untuk menjalankan agenda-agenda itu,” ucapnya.

Muktamar NU ke-34 dihelat pada 23-25 Desember mendatang. Sejumlah nama menyeruak dalam bursa calon ketua umum PBNU. Survei Indostrategic baru-baru ini memunculkan nama KH Marzuki Mustamar sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Marzuki adalah Ketua PWNU Jawa Timur.

[irp]

Posisi kedua dalam survei Indostrategic ditempati KH Hasan Mutawakkil Alallah dengan elektabilitas 22,2 persen, ditempel KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini. Selain itu ada nama tokoh muda Bahaudin Nursalim alias Gus Baha.

Yahya tak menampik jika pengurus NU di level wilayah dan cabang banyak yang berkeinginan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PBNU. Terlebih lagi, saat ini banyak tokoh-tokoh NU juga diisi oleh banyak kalangan muda.

Yahya juga mengatakan kerap menulis dan berbicara di publik soal ide dan gagasannya mengenai NU ke depan. Ia sendiri tak menyangka bahwa gagasan tersebut disambut positif oleh para pengurus daerah NU saat ini.

[irp]

“Sehingga aspirasi untuk menempatkan mereka dalam kepemimpinan kuat sekali. Yang sangat kuat aspirasinya dan banyak memang soal regenerasi,” kata dia.

“Dan ini cepat sekali. Saya terkejut kenapa secepat ini. Saya menyatakan secara eksplisit ke publik awal September,” tambahnya. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Aqil SiradjCaketum PBNUHeadlineYahya Cholil
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Takumi Minamino Sebut Arab Saudi dan Australia sebagai Lawan Sulit di Kualifikasi Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

Takumi Minamino Sebut Arab Saudi dan Australia sebagai Lawan Sulit di Kualifikasi Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
IDAI Catat Kasus Gagal Ginjal Akut Capai 192 Pasien di 20 Provinsi
HeadlineKesehatanRagamTrending

IDAI Catat Kasus Gangguan Ginjal Akut Capai 192 Pasien di 20 Provinsi

By
Devi Nila Sari
THR dan Gaji ke-13 ASN Tahun 2025 Dipastikan Aman, Ini Penjelasan Pemerintah
HeadlineKabar Politik

THR dan Gaji ke-13 ASN Tahun 2025 Dipastikan Aman, Ini Penjelasan Pemerintah

By
Wili Wili
Ranking FIFA Melonjak, Timnas Indonesia Tembus Posisi 118 Dunia di Bawah Asuhan Patrick Kluivert
OlahragaTrending

Ranking FIFA Melonjak, Timnas Indonesia Tembus Posisi 118 Dunia di Bawah Asuhan Patrick Kluivert

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?