By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Wapres Gibran Minta Penghapusan Jalur Zonasi PPDB, Komisi X DPR Bahas Dampaknya
HeadlineKabar Politik

Wapres Gibran Minta Penghapusan Jalur Zonasi PPDB, Komisi X DPR Bahas Dampaknya

Wili Wili
Last updated: November 22, 2024 12:27 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Wapres Gibran Minta Penghapusan Jalur Zonasi PPDB, Komisi X DPR Bahas Dampaknya
Wapres Gibran Minta Penghapusan Jalur Zonasi PPDB, Komisi X DPR Bahas Dampaknya. Foto: Antara.
SHARE

Akurasi.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengusulkan penghapusan sistem jalur zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Usulan tersebut disampaikan Gibran dalam acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Jakarta pada Kamis (21/11/2024). Menurut Gibran, sistem zonasi yang diterapkan selama ini belum efektif dan tidak dapat diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa fokus utama Indonesia menuju generasi emas pada 2045 adalah pada kualitas pendidikan yang dapat mempersiapkan anak-anak muda dengan keterampilan penting, seperti coding, programming, dan digital marketing.

Dalam pernyataannya, Gibran menekankan bahwa pengajaran keterampilan digital sangat penting agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Ia juga mencatat bahwa pemerintah telah mengundang perusahaan besar seperti Nvidia untuk berinvestasi di beberapa kota, dan berharap anak-anak muda Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan usulan Gibran. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, berpendapat bahwa penghapusan sistem zonasi harus melalui kajian yang mendalam dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, sistem zonasi dirancang untuk mengurangi ketimpangan kualitas antar-sekolah dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata. Hetifah juga mengungkapkan bahwa meskipun sistem ini menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya, seperti ketidaksiapan fasilitas dan ketimpangan kualitas antar sekolah, penghapusan zonasi tidak dapat dilakukan tanpa solusi yang lebih baik.

Komisi X DPR RI juga menyarankan agar pemerintah mendengar pendapat masyarakat, dinas pendidikan, guru, dan orang tua siswa sebelum mengambil keputusan. Sebagai alternatif, Komisi X menyarankan peningkatan jalur seleksi berbasis prestasi atau menambah kuota afirmasi untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, Hetifah mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata, termasuk melalui kemitraan dengan sekolah swasta untuk membantu meningkatkan kapasitas pendidikan.

Penting untuk memastikan bahwa kebijakan pendidikan tetap berpihak pada prinsip keadilan, aksesibilitas, dan peningkatan mutu pendidikan, agar sistem PPDB, baik dengan atau tanpa zonasi, dapat berjalan efektif dan inklusif.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:dampak zonasiGibran Rakabuming Rakakebijakan pendidikanKomisi X DPRpemerataan pendidikanPemerintah IndonesiaPendidikan Indonesiapendidikan Indonesia 2045PPDBSekolah Swastaseleksi berbasis prestasiSistem Zonasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Jokowi Dorong Penerapan Konsep Pembangunan IKN di Seluruh Indonesia
HeadlinePeristiwa

Presiden Jokowi Dorong Penerapan Konsep Pembangunan IKN di Seluruh Indonesia

By
akurasi 2019
Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya
HeadlineHukum & Kriminal

Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya

By
akurasi 2019
Ketua DPRD Bontang Apresiasi Pemkot Bontang Kembali Raih WTP
Kabar Politik

Ketua DPRD Apresiasi Pemkot Bontang Kembali Raih WTP

By
Devi Nila Sari
Indonesia dan BRICS: Kemitraan yang Berpotensi Membentuk Kembali Perekonomian Global
Covered StoryHeadline

Indonesia dan BRICS: Kemitraan yang Berpotensi Membentuk Kembali Perekonomian Global

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?