By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi
CorakRagam

Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 5, 2021 1:15 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi
Bisnis tanaman hias menjadi tren di Kota Bontang. Selama pandemi pebisnis bisa meraup Rp 60 juta dalam satu bulan. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi
Bisnis tanaman hias menjadi tren di Kota Bontang. Selama pandemi pebisnis bisa meraup Rp 60 juta dalam satu bulan. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Tidak selamanya virus corona membawa petaka bagi perekonomian. Di bisnis tanaman hias, hal ini justru membawa rezeki melimpah bagi pengusaha Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Ada tren unik di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Saat daya beli masyarakat menurun dan ekonomi tak stabil, penjualan tanaman hias di Kota Bontang malah laris manis.

Bahkan pedagang tanaman hias mengaku peningkatan daya beli masyarakat pada tanaman hias naik sampai dua kali lipat dibanding sebelum pandemi. Seperti yang terpantau Akurasi.id di Nursery Taman Asri Bontang, Kelurahan Gunung Elai, Senin (4/1/2020).

[irp]

Dijelaskan Pengelola Nursery Taman Asri Bontang Hadi Saputro, sebelum pandemi melanda, omzet dari bisnis tanaman hias miliknya rerata Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per bulan. Namun ketika pandemi, keuntungan yang ia dapat justru bertambah dua kali lipat menjadi Rp 60 juta per bulan.

“Selama pandemi orang mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu yang sebagian besar dihabiskan di rumah. Mungkin mereka bingung ingin beraktivitas apa, jadi ada beberapa dari warga memilih untuk berkebun. Akibatnya penjualan meningkat,” jelas Hadi.

Lelaki 42 Tahun itu menjelaskan, untuk saat ini tanaman keladi menjadi primadona bagi pecinta tanaman hias di Kota Bontang. Secara umum lanjutnya, harga tanaman hias di tempatnya mulai dari Rp 10 ribu, yaitu berbagai tanaman krokot dan tanaman lili. Sementara bunga bougenville atau bougainvillea dipatok Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.

[irp]

“Untuk tanaman bougenville, yang membeli biasanya dari kalangan perusahaan. Kalau warga Bontang, biasanya lebih sering membeli bunga yang harganya di bawah Rp 500 ribu. Karena bagi konsumen harga tersebut lebih terjangkau,” jelasnya.

Namun Hadi menilai, jika menanam tanaman hias sudah menjadi hobi, maka kesenangan tersebut tak bisa dinilai dengan uang. “Tanaman hias itu menurut saya barang kesenangan, hobi seseorang, jadi itu tidak ada nilainya. Berapa pun harganya kalau orang suka, pasti mereka beli,” beber dia.

Untuk warga Bontang yang baru ingin menanam bunga, Hadi memberi saran. Dirinya menyarankan warga menanam tanaman tahan panas. Mengingat untuk perawatannya yang cukup mudah. “Kalau untuk tanaman teduh butuh perawatan mahal dan butuh waktu juga. Harus paham tentang merawat tanaman teduh tersebut,” pungkasnya.

[irp]

Sebagai informasi, tanaman hias saat ini merupakan salah satu komoditas yang diperjualbelikan secara luas di pasaran. Perkembangan teknologi lewat berbagai kanal media sosial, membuat trend penggunaan tanaman hias di rumah pun semakin meningkat.

Jika dulu tanaman hias hanya dilirik segelintir orang, kini rumah-rumah sederhana hingga penghuni kamar kost pun berburu tanaman hias untuk mempercantik ruangannya. Beberapa tanaman yang diburu di antaranya keladi, aglaonema, kaktus, monstera, calathea cynthia, lidah mertua, dan lainnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

 

TAGGED:AglaonemaBisnis Tanaman HiasKeladi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

164 Pelamar Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Bontang, Berlangsung di 5 Titik, Berikut Lokasinya!
Pariwara

164 Pelamar Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Bontang, Berlangsung di 5 Titik, Berikut Lokasinya!

By
Redaksi Akurasi.id
Sukses Gelar Debat Pamungkas, KPU Bontang Berharap Masyarakat Semakin Yakin Hadir Memilih ke TPS
Kabar Politik

Sukses Gelar Debat Pamungkas, KPU Bontang Berharap Masyarakat Semakin Yakin Hadir Memilih ke TPS

By
akurasi 2019
Pemerintah Resmi Buka Program Magang Nasional Batch III, Kuota Masih Tersedia untuk Capai Target 100 Ribu Peserta
HeadlineKabar Politik

Pemerintah Resmi Buka Program Magang Nasional Batch III, Kuota Masih Tersedia untuk Capai Target 100 Ribu Peserta

By
Wili Wili
150 CCTv Terpasang, Kelurahan Belimbing Sukses Cegah Pencurian
Corak

150 CCTv Terpasang, Kelurahan Belimbing Sukses Cegah Pencurian

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?