By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Wagub Kaltim Kritik Metode Urunan untuk IKN: Beli Minyak Goreng Saja Susah
BirokrasiHeadlineRagam

Wagub Kaltim Kritik Metode Urunan untuk IKN: Beli Minyak Goreng Saja Susah

akurasi 2019
Last updated: Maret 30, 2022 8:38 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Wagub Kaltim Kritik Metode Urunan untuk IKN: Beli Minyak Goreng Saja Susah
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi. (Tribunnews.com)
SHARE

Wagub Kaltim kritik metode urunan warga untuk bangun IKN. “Beli minyak goreng aja susah,” Kata Wagub Kaltim kritik metode yang membebankan ke warga tersebut..

Akurasi.id, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi menilai wacana pengumpulan dana pembangunan IKN Nusantara dengan metode urunan atau crowdfunding tidak tepat jika membebankan ke warga. Terlebih lagi saat ini masyarakat juga berhadapan dengan persoalan pelik yakni sukarnya mendapatkan minyak goreng murah.

“Mau beli minyak goreng aja susah, masa mau suruh bangun IKN?,” kata Hadi Mulyadi kepada sejumlah media pada Selasa (29/3) di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan.

Lebih lanjut mantan legislator DPR RI ini mengatakan, sejak awal pembangunan IKN Nusantara ini merupakan rencana pusat. Daerah hanya mengikuti saja, pun demikian dengan sektor pembiayaan. Semua berasal dari pusat dan dalam prosesnya bila terjadi kekurangan, maka ihwal tersebut tetap menjadi urusan pusat.

“Masyarakat ‘kan sudah terbatas dananya. Mungkin dalam tanda kutip, maksudnya masyarakat ialah pengusaha besar. Kalau masyarakat Kaltim tidak mungkin lah membiayai,” imbuhnya.

Politikus Partai Gelora ini terbuka dengan ide pembiayaan dari sektor pengusaha besar. Utamanya perusahaan batu bara dengan PKP2B atau perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara.

“Perusahaan-perusahaan besar ini yang berharap bisa membantu IKN, bukan masyarakat kecil,” tegasnya.

[irp]

Ingin Ciptakan Keterlibatan Warga

Sebelumnya dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono mengaku membidik berbagai skema pembiayaan ibu kota baru. Salah satunya, pembiayaan yang melibatkan masyarakat seperti crowdfunding.

Eks wakil menteri perhubungan era SBY ini menilai, penggalangan modal dengan urunan masyarakat dapat menciptakan keterlibatan warga dan pemasarannya pun bisa secara daring melalui media sosial.

“Sekarang modelnya bisa crowdfunding, misalnya mau bikin taman oke kami taruh di sosmed misalnya ada partisipasi masyarakat, itu bisa, model-model itu yang akan kami eksplor,” katanya.

Di sisi lain, ia menyebut ada dua swasta asing yang telah menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi di IKN. Mereka adalah Uni Emirat Arab (UEA) dan Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dari Arab Saudi.

Namun, ia belum mengetahui berapa gelontoran jumlah investasi dan infrastruktur apa yang akan bangun oleh kedua pihak tersebut.

“Kami tentu tidak terbatas di situ, kami lihat juga pihak mana lagi yang bisa berpartisipasi untuk membangun Nusantara,” pungkasnya. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Hadi MulyadiIKNTrendingUrunan Warga
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Desa Mata Air dan Bukit Permata
Corak

Usai Ditanami Pohon Pisang, Dinas PU Kutim Perbaiki Jalan Desa Mata Air dan Bukit Permata

By
akurasi 2019
Kecelakaan Maut di Balikpapan Akibat Rem Blong
HeadlineNews

Kecelakaan Maut di Balikpapan Akibat Rem Blong, Berikut Kronologisnya

By
Devi Nila Sari
Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Intimate di Plataran Senayan
SelebritisTrending

Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Intimate di Plataran Senayan

By
Wili Wili
Picu Pembekuan Darah, Denmark Setop Vaksinasi AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut
Kesehatan

Picu Pembekuan Darah, Denmark Setop Vaksinasi AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?