By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Hati-hati! Virus Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika
HeadlineKesehatan

Hati-hati! Virus Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika

akurasi 2019
Last updated: Mei 20, 2022 2:53 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Hati-hati! Virus Cacar Monyet Semakin Menyebar di Eropa dan Amerika
Sejumlah penumpang berjalan melewati alat pemindai panas tubuh untuk mencegah monkeypox atau cacar monyet di sebuah bandara. Ilustrasi. (Rakyatmerdeka.com)
SHARE

Virus cacar monyet semakin menyebar di Eropa dan Amerika. Masyarakat Indonesia pun harus ekstra waspada dari virus cacar monyet ini.

Akurasi.id, Jakarta – Virus monkeypox atau cacar monyet semakin menyebar. Otoritas kesehatan di Amerika Utara dan Eropa mendeteksi dugaan puluhan kasus atau terkonfirmasi cacar monyet sejak awal Mei lalu.

Temuan puluhan kasus tersebut memicu kekhawatiran penyebaran penyakit endemik di beberapa bagian Afrika tersebut.

Mengutip Channel News Asia, Kanada adalah negara terbaru yang melaporkan sedang menyelidiki lebih dari selusin kasus dugaan cacar monyet, setelah Spanyol dan Portugal mendeteksi lebih dari 40 kasus yang mungkin dan terverifikasi.

Inggris mengonfirmasi sembilan kasus sejak 6 Mei. Dan Amerika Serikat memverifikasi yang pertama pada Rabu (18/5), dengan mengatakan, seorang pria di Negara Bagian Massachusetts positif terkena virus monkeypox setelah mengunjungi Kanada.

Cacar monyet, yang sebagian besar terjadi di Afrika barat dan tengah, adalah infeksi virus yang mirip dengan cacar manusia, meskipun lebih ringan. Ini pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Kongo pada 1970-an.

Penyakit yang sebagian besar orang pulih dalam beberapa minggu dan hanya berakibat fatal dalam kasus yang jarang terjadi, telah menginfeksi ribuan orang di beberapa bagian Afrika tengah dan barat dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi, kasus cacar monyet jarang terjadi di Eropa dan Afrika Utara.

Penyakit ini sering mulai dengan gejala flu seperti demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, sebelum menyebabkan ruam seperti cacar air di wajah dan tubuh.

[irp]

WHO Sedang Berkoordinasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Selasa (17/5) lalu, sedang berkoordinasi dengan pejabat kesehatan Inggris dan Eropa mengenai wabah baru tersebut.

“Kita benar-benar perlu lebih memahami tingkat cacar monyet di negara-negara endemik, untuk benar-benar memahami berapa banyak yang beredar dan risiko yang timbul bagi orang-orang yang tinggal di sana, serta risiko ekspor,” kata ahli epidemiologi penyakit menular WHO Dr. Maria Van Kerkhove, melansir dari Channel News Asia.

Kasus pertama di Inggris adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari Nigeria, meskipun infeksi selanjutnya mungkin melalui penularan komunitas, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dalam sebuah pernyataan.

“Kasus terbaru ini, bersama dengan laporan kasus di negara-negara di seluruh Eropa, menegaskan kekhawatiran awal kami bahwa mungkin ada penyebaran cacar monyet di dalam komunitas kami,” kata Kepala Penasihat Medis UKHSA Dr Susan Hopkins, mengutip Channel News Asia.

WHO mengungkapkan, sedang menyelidiki banyak kasus pelaporan terjadi pada orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai gay, biseksual, atau laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

“Kami melihat penularan di antara pria yang berhubungan seks dengan pria,” kata Asisten Direktur Jenderal WHO Dr. Soce Fall, seperti Channel News Asia lansir.

“Ini adalah informasi baru yang perlu kami selidiki dengan benar, untuk memahami lebih baik dinamika penularan lokal di Inggris dan beberapa negara lain,” imbuhnya. (*)

Sumber: Kontan.co.id
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Cacar MonyetkesehatanMonkeypoxVirus
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kontroversi Penghapusan Larangan Berbisnis Bagi Prajurit TNI Pro dan Kontra
BirokrasiHeadline

Kontroversi Penghapusan Larangan Berbisnis Bagi Prajurit TNI Pro dan Kontra

By
akurasi 2019
Raffi Ahmad Laporkan LHKPN, KPK Verifikasi Harta Kekayaan Pejabat Negara
HeadlineKabar Politik

Raffi Ahmad Laporkan LHKPN, KPK Verifikasi Harta Kekayaan Pejabat Negara

By
Wili Wili
Prabowo Subianto Ungkap Kebocoran Pendapatan Negara Rp 300 Triliun Akibat Pengusaha Nakal
HeadlineHukum & Kriminal

Prabowo Subianto Ungkap Kebocoran Pendapatan Negara Rp 300 Triliun Akibat Pengusaha Nakal

By
Wili Wili
Pendaftaran Program Magang Nasional 2025 Resmi Dibuka Hari Ini, Menaker: Tak Perlu Buru-buru
HeadlinePeristiwa

Pendaftaran Program Magang Nasional 2025 Resmi Dibuka Hari Ini, Menaker: Tak Perlu Buru-buru

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?