By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Update BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 105 Orang
HeadlinePeristiwa

Update BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 105 Orang

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 26, 2026 9:08 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Korban Gempa NTT
BNPB bersama TNI dan Polri mencari korban di reruntuhan gempa NTT, Sabtu 15 Agustus 2026. (Dok BNPB)
SHARE

Akurasi.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah korban meninggal saat ini bertambah menjadi 105 orang, dari data sebelumnya 103 orang.

Contents
  • Jumlah Pengungsi dan Kerusakan Terbaru
  • Upaya Penanganan dan Bantuan
  • Imbauan BNPB

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers sebagaimana melansir YouTube BNPB, Rabu (26/8/2026).

“Hari ini kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105,” tuturnya.

Ia mengatakan, tambahan korban meninggal gempa NTT bukan merupakan dampak langsung dari bencana alam tersebut. Namun, pada dasarnya merupakan akibat tidak langsung, seperti sakit, kelelahan, dan lainnya.

“Yang meninggal langsung akibat gempa 48 orang, sementara sisanya akibat tidak langsung,” ujarnya.

Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri atas 42 persen laki-laki dan 58 persen perempuan. Jumlah korban yang meninggal berdasarkan kelompok umur, terdiri atas lansia sebanyak 45 persen, dewasa 37 persen, anak-anak sebanyak 12 persen.

“Sisanya adalah balita dan batita,” lanjut dia.
Sementara korban yang mengalami luka-luka juga bertambah menjadi  1.678 orang. Dari total 1.678 korban luka-luka tersebut, sebanyak 412 korban mengalami luka berat dan 1.266 luka ringan.

“Korban paling banyak dari Manggarai Timur, disusul dengan Manggarai,” jelasnya.

Jumlah Pengungsi dan Kerusakan Terbaru

Hingga Rabu (26/8/2026), jumlah pengungsi gempa NTT berkurang 6.094 jiwa, sehingga total pengungsi saat ini menjadi 179.037 orang.

“Jadi, ada korban yang pulang, ada juga yang datang. Tapi berkurang jadinya menjadi 6.094 jiwa,” terangnya.

Adapun pengurangan terjadi karena sebagian korban memilih untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Berton memastikan, kepulangan para korban merupakan kesediaan masing-masing, tidak ada unsur paksaan.

“BNPB tidak memulangkan begitu saja. BNPB juga memberikan perlengkapan atau makanan,” ujarnya.

Sementara itu, tercatat sebanyak 3.201 rumah rusak akibat kejadian ini. Dengan 42 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, dan 11 rumah ibadah ikut terdampak.

Upaya Penanganan dan Bantuan

BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus mempercepat penanganan di lapangan. Beberapa langkah yang sudah dilakukan, pendirian 34 dapur umum, bantuan logistik 1.682 ton, selimut, tenda, obat-obatan, tenaga medis, dan air bersih sudah dikirim ke Flores Timur dan Lembata.

Selain itu, jalan penghubung 3 kecamatan di Flores Timur sempat putus dan kini sudah bisa dilalui kendaraan roda 2. Presiden RI juga telah menginstruksikan percepatan bantuan dan perbaikan infrastruktur. Gubernur NTT menyebut pemprov sudah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.

Imbauan BNPB

BNPB terus mengimbau masyarakat, khususnya pasca gempa bumi utama magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan namun tidak panik.

Dia menyebutkan, bahwa sejak kejadian pertama gempa, sudah ada 7.492 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1. Sebanyak 143 diantaranya terasa.

“Gempa susulan ini diperkirakan akan berlangsung sampai 3 hingga 4 minggu, sejak gempa pertama kita alami. Semoga nanti gempa-gempa susulan ini semakin kecil, semakin tidak dirasakan, dan warga mulai lebih tenang dan tidak menimbulkan kepanikan lagi,” katanya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:bnpbGempat NTTNTT
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Kapan Foto KTP Boleh Diganti? Ini 3 Kondisi yang Diperbolehkan

Akurasi.id - Foto di KTP-el atau e-KTP ternyata tidak bisa diganti sembarangan.…

Jumlah Penderita ISPA Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau Meningkat, Lampaui 4.000 Kasus

Akurasi.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak awal September 2026 memicu lonjakan…

Harga Emas Antam Koreksi Rp10 Ribu, Buyback di Level Rp2.480.000

Akurasi.id - Harga emas di Indonesia terpantau anjlok pada perdagangan Rabu, 9…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gibran Rakabuming dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno, Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bulan Bung Karno
HeadlineKabar Politik

Gibran Rakabuming dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno, Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bulan Bung Karno

By
Wili Wili
Disebut Kemunduran Demokrasi, Delapan Parpol Tolak Pemilu Proporsional Tertutup
HeadlineKabar PolitikRagamTrending

Dianggap Kemunduran Demokrasi, Delapan Parpol Tolak Pemilu Proporsional Tertutup

By
Devi Nila Sari
Terhitung 1 Maret, Pemerintah Tetapkan BPJS Kesehatan Syarat Jual Beli Tanah
BirokrasiHeadline

Terhitung 1 Maret, Pemerintah Tetapkan BPJS Kesehatan Syarat Jual Beli Tanah

By
akurasi 2019
Mengenal DME yang Bakal Gantikan Elpiji
HeadlineTrending

Mengenal DME yang Bakal Gantikan Elpiji

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?