By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Upaya Menjadi Pusat Informasi, Koleksi Buku di DPK Bontang Sebanyak 111.950 Eksemplar
Birokrasi

Upaya Menjadi Pusat Informasi, Koleksi Buku di DPK Bontang Sebanyak 111.950 Eksemplar

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 19, 2021 9:14 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Upaya Menjadi Pusat Informasi, Koleksi Buku di DPK Bontang Sebanyak 111.950 Eksemplar
Ruang koleksi buku di perpustakaan daerah DPK Bontang. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Upaya Menjadi Pusat Informasi, Koleksi Buku di DPK Bontang Sebanyak 111.950 Eksemplar
Ruang koleksi buku di perpustakaan daerah DPK Bontang. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Upaya menjadi pusat informasi, koleksi buku di DPK Bontang sebanyak 111.950 eksemplar. Dengan banyaknya jumlah koleksi buku, masyarakat atau pemustaka di Kota Bontang dapat mempelajari beberapa hal yang ingin diketahui dan mencari buku yang diinginkan.

Akurasi.id, Bontang – Dalam upaya menjadi pusat informasi yang ada di Kota Bontang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) memiliki ratusan ribu koleksi buku yang juga sekaligus sebagai aset di perpustakaan daerah.

Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti melalui Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelayanan Perpustakaan DPK Bontang Alifia Rizkiyanti menjelaskan, terdapat ratusan ribu buku di DPK Bontang. Menurut data rekapitulasi bahan perpustakaan KPAD Kota Bontang tahun 2009-2019 terdapat 49 jenis buku, dengan total eksemplar sebanyak 111.950 dan total judul 37.703.

“Dari data tersebut, terbagi menjadi beberapa kategori, yakni karya umum, filsafat dan psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan, kesenian dan olahraga, kesusastraan, sejarah dan geografi, fiksi, kanak-kanak, koleksi digital, dan lainnya,” beber Alifia saat ditemui di kantornya, Jalan HM Ardans Nomor 1, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (19/8/2021).

Dia menjelaskan, untuk koleksi buku terbanyak di perpustakaan ini yakni tentang ilmu teknologi dan ilmu terapan. Contohnya seperti ilmu bercocok tanam, pertanian, dan sebagainya.

“Jadi, berbagai macam buku tersebut kami bedakan dan kelaskan sesuai dengan jenisnya. Tentu ini untuk memudahkan pemustaka dalam mencari buku yang ingin dibaca,” ungkapnya.

Tujuan memperbanyak koleksi buku lanjut Alif, yakni mempermudah masyarakat Bontang dalam menggali informasi. Terutama para pemustaka yang ingin mencari referensi, bahan pembelajaran, dan tentu untuk memperbanyak ilmu pengetahuan. Hal ini sesuai dengan misi DPK Bontang, yaitu salah satunya menjadikan Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

[irp]

Sementara, untuk menambah buku, pihaknya masih meminta di pengadaan. Tetapi semenjak pandemi Covid-19 masuk di Bontang 2020 lalu, DPK tidak mengajukan untuk buku cetak, tetapi dalam bentuk digital atau ebook.

“Rencananya kami mau minta pengadaan di anggaran perubahan tahun 2021, itu cara untuk kami menambah koleksi buku di perpustakaan daerah. Selain dari anggaran APBD, kami juga mendapatkan hibah buku dari masyarakat melalui program bakul terasi, jika buku tersebut kami rasa bagus untuk masyarakat luas, maka kami masukkan dalam rak menjadi koleksi buku di perpustakaan,” jelasnya.

Selain itu lanjut Alif, ada juga bantuan dari Bank Indonesia yakni program BI Corner, dari situ juga menambah koleksi buku yang ada di DPK.

“Selama pandemi ini, buku yang banyak diminati di perpustakaan yakni jenis ilmu agama, sosial dan terapan,” sebutnya.

[irp]

Dengan begitu, dia berharap dengan banyaknya jumlah koleksi buku, masyarakat atau pemustaka di Kota Bontang dapat mempelajari beberapa hal yang ingin diketahui dan mencari buku yang diinginkan.

“Tentu dengan memperbanyak koleksi buku di perpustakaan, semua kalangan masyarakat Bontang bisa mendapatkan dan menikmati pelayanan sesuai dengan apa mereka inginkan,” tutupnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi

 

TAGGED:Dinas Perpustakaan dan Kearsipan BontangJumlah BukuPerpustakaan DaerahRetno Febriaryanti
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kaltim Dituntut Ambil Sikap Soal Omnibus Law, DPRD: Kami Bawa ke Rapat Pimpinan
Birokrasi

Kaltim Dituntut Ambil Sikap Soal Omnibus Law, DPRD: Kami Bawa ke Rapat Pimpinan

By
akurasi 2019
Pelayanan malam
Birokrasi

Buka Pelayanan Malam, Upaya Kecamatan Bontang Barat Berikan Pelayanan Maksimal bagi Masyarakat

By
akurasi 2019
investigasi
Birokrasi

Banyak Meleset dari Target, Dewan Bakal Investigasi Pembangunan Jalan Tol

By
akurasi 2019
Wali Kota Apresiasi RSUD Taman Husada yang Terapkan Safety Briefing Setiap Acara
Birokrasi

Wali Kota Apresiasi RSUD Taman Husada yang Terapkan Safety Briefing Setiap Acara

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?