By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Uniknya Warung Ini, Beli Makanan Harus Pakai Sampah
Corak

Uniknya Warung Ini, Beli Makanan Harus Pakai Sampah

akurasi 2019
Last updated: Juli 12, 2019 8:10 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Uniknya Warung Ini, Beli Makanan Harus Pakai Sampah
Cintya (kanan baju biru) saat melayani salah satu konsumennya yang merupakan kaum duafa. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
Uniknya Warung Ini, Beli Makanan Harus Pakai Sampah
Cintya (kanan baju biru) saat melayani salah satu konsumennya yang merupakan kaum duafa. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Jika umumnya transaksi jual beli menggunakan uang, berbeda dengan Warung Ikhlas Bontang (WIB) yang menjual makanan dengan alat pembayaran berupa sampah plastik. Karena warung yang buka setiap Jumat ini hanya menyediakan makanan untuk kaum duafa saja.

Pemilik WIB, Cintya Ayu Rishanty mengatakan, sejak awal bulan puasa Mei lalu dirinya mulai menerapkan tukar sampah dengan nasi bungkus. Sebelumnya, warung yang ia buka sejak September 2015 itu menjual nasi bungkus hanya Rp 3 ribu. Cintya berkata, tercetus ide menukar makanan dengan sampah, kala pemerintah Bontang menerapkan pengurangan kantong plastik di toko swalayan dan pusat perbelanjaan.

“Pemerintah sudah menerapkan pengurangan kantong plastik, kami juga ingin berkontribusi. Kalau mereka enggak mau bayar Rp 3 ribu untuk beli nasi bungkus, mereka bisa beli pakai sampah plastik,” jelasnya, Jumat (12/7).

Namun, untuk menukarkan makanan dengan sampah plastik Cintya menjelaskan, ada beberapa syarat. Yakni sampah plastik berupa plastik bekas kemasan seperti minyak goreng, kopi, beras, sabun, detergen, dan sebagainya. Ketentuan menukarkan plastik dengan sebungkus nasi disesuaikan dengan ukuran kemasan.

“Misalnya, satu nasi bisa ditukar dengan satu kemasan plastik ukuran besar, seperti kemasan beras. Kalau ukuran plastik sedang kayak minyak goreng itu 2 lembar. Nah kemasan yang kecil seperti bungkus kopi, mie, dan lainnya itu 5 lembar,” terang Cintya.

Dalam sehari, Cintya bisa menghabiskan hingga 125 paket nasi bungkus. Dia menambahkan, dirinya juga mendapat bantuan dari para donatur berupa bahan makanan mentah maupun yang sudah diolah. Saat ini jumlah donatur mencapai 80 orang. Para donatur, lanjutnya, berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga pengusaha.

“Alhamdulillah sekarang banyak dari teman-teman yang bergabung di WIB sebagai donatur. Awal merintis saya pakai modal sendiri Rp 400 ribu untuk 50 paket nasi bungkus,” bebernya.

Seiring berjalannya waktu, Cintya mengungkapkan jumlah pembeli terus bertambah. Dia menambahkan para pembeli tersebut mengetahui info warung khusus duafa itu dari mulut ke mulut.

“Saya dan para donatur berharap dengan adanya WIB bisa membantu kaum duafa agar tidak kekurangan gizi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Yusva Alam

TAGGED:Beli Makan pakai SampahWarung Ikhlas Bontang(WIB)
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Hadirkan Rangkaian Program Spesial ‘Berkah Cinta Ramadan’ Selama Bulan Ramadan di MNCTV
CorakRagam

Hadirkan Rangkaian Program Spesial ‘Berkah Cinta Ramadan’ Selama Bulan Ramadan di MNCTV

By
Suci Surya
Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi
CorakRagam

Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi

By
Devi Nila Sari
Eselon
CorakNews

Ratusan Eselon III dan IV di Kaltim Mulai Dipangkas Juni 2020

By
akurasi 2019
Mengenal Salad Sayur, Makanan Sehat Tinggi Vitamin yang Bikin Awet Muda
CorakRagam

Mengenal Salad Sayur, Makanan Tinggi Vitamin yang Bikin Awet Muda

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?