By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi
CorakRagam

Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi

Devi Nila Sari
Last updated: Februari 26, 2021 11:42 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi
Para peserta UKW mendapatkan pengarahan dari Ketua PWI Kaltim beberapa waktu lalu. (Dok/akurasi.id)
SHARE
Besok, Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi
Para peserta UKW mendapatkan pengarahan dari Ketua PWI Kaltim beberapa waktu lalu. (Dok/akurasi.id)

Wartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi, besok (27/2/2021). UKW perlu dilakukan untuk mengukur kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Akurasi.id, Bontang – Uji Kompetensi Wartawan [UKW] angkatan XIX garapan Badak LNG bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang menggelar digelar dua hari, mulai besok, Sabtu [27/2] di Knowledge House Badak LNG, Jalan Brigdjen Katamso, Bontang. Persiapannya pun sudah 90 persen.

UKW angkatan XIX yang didukung PWI Provinsi Kaltim ini bakal terselenggara, tepatnya 27 hingga 28 Februari 2021 mendatang. Kegiatan ini merupakan UKW kedua yang diselenggarakan oleh PWI Bontang dengan mengusung tema “Membentuk Wartawan Profesional dan Berkompetensi yang Menjaga Muruah Dunia Pers”

“Persiapan sudah matang. Penguji mulai berdatangan kemarin. Insya Allah besok kita akan adakan UKW dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ujar Suriadi Said, Ketua PWI Bontang dalam rilisnya.

Sejatinya, kata Suriadi, UKW ke-XIX nanti diikuti 17 wartawan Kota Bontang dan akan ditarik biaya penyelenggaraan, sehingga sudah menjadi kewajiban perusahaan pers tempat wartawan bernaung untuk mengeluarkan biaya, demi meningkatkan keprofesionalitasan wartawan yang bekerja di perusahaan masing-masing.

“Sehingga nantinya peserta bisa serius mengikuti ujian hingga lulus dan dinyatakan berkompeten sebagai wartawan,” jelasnya.

Menurut Suriadi, UKW perlu dilakukan untuk mengukur kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

[irp]

Selain itu lanjutnya, dengan mengikuti UKW dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan, menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik, menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi penghasil karya intelektual.

“Tentu dapat menghindari penyalahgunaan profesi wartawan, dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers,” jelasnya.

Dilanjutkannya, UKW juga diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/II/2010, tentang Standar Kompetensi Wartawan. Bahkan sejak 2014, seluruh wartawan sejatinya sudah mengikuti UKW dan harus lulus. Karena jika tidak lulus, narasumber berhak menolak diwawancarai.

“Apalagi telah ada ketentuan, narasumber yang akan diwawancarai wartawan berhak menanyakan apakah wartawan memiliki kartu sertifikasi atau tidak. Jika tidak punya, maka narasumber berhak menolak diwawancarai karena dianggap wartawan tersebut belum profesional,” urai dia.

“Saya berharap semuanya bisa lulus dengan nilai memuaskan,” harapnya.

Sebagai informasi, UKW adalah program Dewan Pers untuk menguji sejauh mana kompetensi dan profesionalitas wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, termasuk pengetahuan, wawasan tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA), memahami data, riset, jejaring, kesadaran tentang kode etik, memahami UU Pers, UU Penyiaran, dan menaati kode etik wartawan serta rambu-rambu wartawan.

Peserta UKW adalah wartawan aktif sesuai pasal 1 Ayat (4) UU nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan ada surat rekomendasi dari Pimpinan Redaksi atau Pimpinan Perusahaan Pers berbadan hukum media. (*)

Penulis/Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Badak LNGPersatuan Wartawan IndonesiaPWI BontangUji Kompetensi WartawanWartawan Bontang Siap Ikuti Uji Kompetensi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Aset YKHT-PKT Diserahkan, DPRD Bontang Melakukan Sidak dan Pengukuran
Birokrasi

Aset YKHT-PKT Diserahkan, DPRD Bontang Melakukan Sidak dan Pengukuran

By
Devi Nila Sari
Sekjen DPR Sebut Rumah Dinas Ditempati Tim Ahli, Anggota Dewan Pilih Tunjangan Perumahan
HeadlineKabar Politik

Sekjen DPR Sebut Rumah Dinas Ditempati Tim Ahli, Anggota Dewan Pilih Tunjangan Perumahan

By
Wili Wili
produksi air bawah tanah pdam
Birokrasi

Produksi Air Bawah Tanah Menurun, DPRD Minta Kajian Sumber Air Permukaan Dipercepat

By
akurasi 2019
Tiga Tahun Pimpin Kaltim, DPRD Kaltim Mulai Pertanyakan Kinerja Isran-Hadi, Janji PAD Rp32 Triliun Nihil
Kabar Politik

Tiga Tahun Pimpin Kaltim, DPRD Kaltim Mulai Pertanyakan Kinerja Isran-Hadi, Janji PAD Rp32 Triliun Nihil

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?