Kabar Politik

Turap Sungai RT 40 Bontang Permai Terancam Ambruk, DPRD Pastikan PUPR Anggarkan Perbaikan

Loading

Turap Sungai RT 40 Bontang Permai Terancam Ambruk, DPRD Pastikan PUPR Anggarkan Perbaikan
Anggota Komisi III DPRD Bontang melakukan kunjungan kerja lapangan terkait patahnya turap sungai RT 40 Bontang Permai, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Turap sungai RT 40 Bontang Permai terancam ambruk, DPRD pastikan PUPR anggarkan perbaikan. Turap Berlubang, padahal baru berumur 4 bulan.

Akurasi.id, Bontang – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang melakukan kunjungan kerja lapangan terkait patahnya turap sungai RT 40 Bontang Permai, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (23/3/2021) lalu.

Menurut informasi yang dikelola media ini, turap sungai diketahui mengalami kerusakan sepanjang 50 meter, dari total panjang 160 meter.

Salah seorang warga RT 40, Iriansyah menjelaskan di bawah patahan terdapat lubang besar dan sudah terlihat tanah. Padahal, pengerjaannya baru 4 bulan, panjangnya yang patah sekitar 5 meter, dari turap yang panjangnya 160 meter.

Jasa SMK3 dan ISO

Menanggapi itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina sebut untuk dinding turap yang terancam ambruk ini akan segera dianggarkan perbaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Turap Sungai RT 40 Bontang Permai Terancam Ambruk, DPRD Pastikan PUPR Anggarkan Perbaikan
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina (Rezki Jaya/Akurasi.id)

“Akan segera diajukan anggaran sekitar 600-700 juta, ini untuk kepentingan bersama karena masyarakat mengeluhkan banjir dan terancamnya dinding turap roboh. Alhamdulillah Dinas PUPR akan menurunkan konsultannya, semoga di tahun 2022 sudah normal dan semua titik banjir akan kita selesaikan, paling tidak 90 persen,” ucap Amir Tosina di hadapan awak media.

Disisi lain, Kabid Sanitasi Air Minum dan Sumber Daya Air, Dinas PUPR, Karel menjelaskan pihaknya hanya pelaksana teknis, selama anggaran tersedia, maka pekerjaan akan segera dilaksanakan.

“Kami akan segera menindaklanjuti karena turap sudah riskan mau roboh nanti akan kita buat bronjong untuk menahan kaki kalau perlu kita melibatkan masyarakat masalah desain. Meski begitu pelaksanaan kegiatan ketika anggaran ada,” kata Karel.

Dia juga menjelaskan, setelah kunjungan ini, pihaknya menyimak bahwa penanganan ini memang harus segera dilakukan. Namun perlu diketahui bersama di RT 40, Karel menyebutkan kondisi keuangan Bontang sangat minim sejak 2020.

Sehingga kegiatan yang sudah dianggar sejak 2020 belum terealisasi karena kena rasionalisasi atau refocusing.

“Karena Covid jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau bisa konsultan kami nanti akan langsung turun kesini untuk langsung libatkan warga. Tolong kami didukung pak agar bisa segera terlaksana. Begitu kita sudah pastikan desain langsung kami masukan anggaran 2022,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button