By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Layanan Pengaduan ‘Lapor Mas Wapres’ Diharapkan Meningkatkan Akses Masyarakat, Namun Terkendala Kritik dan Potensi Masalah Birokrasi
HeadlineKabar Politik

Layanan Pengaduan ‘Lapor Mas Wapres’ Diharapkan Meningkatkan Akses Masyarakat, Namun Terkendala Kritik dan Potensi Masalah Birokrasi

Wili Wili
Last updated: November 12, 2024 11:32 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Layanan Pengaduan 'Lapor Mas Wapres' Diharapkan Meningkatkan Akses Masyarakat, Namun Terkendala Kritik dan Potensi Masalah Birokrasi
Layanan Pengaduan 'Lapor Mas Wapres' Diharapkan Meningkatkan Akses Masyarakat, Namun Terkendala Kritik dan Potensi Masalah Birokrasi. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi meluncurkan layanan pengaduan masyarakat bertajuk ‘Lapor Mas Wapres’. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan keluhan secara langsung, baik melalui tatap muka di Gedung Sekretariat Wakil Presiden, maupun melalui kontak WhatsApp resmi di nomor 081117042207. Layanan ini dibuka setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, dengan kuota terbatas untuk pengaduan langsung sebanyak 50 aduan per hari.

Deputi Administrasi Setwapres, Sapto Harjono, menjelaskan bahwa setiap aduan yang masuk akan diproses dalam waktu 14 hari kerja. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan pengaduan mereka melalui situs setwapreslapor.go.id. Gibran, yang memimpin peluncuran layanan ini, menginginkan agar setiap aduan ditanggapi dengan cepat, dan jika melibatkan instansi lain, akan segera dikoordinasikan untuk penyelesaian lebih lanjut.

Namun, meski niat baik tersebut disambut hangat oleh sebagian masyarakat, sejumlah pihak mengkritik keberadaan layanan ini. Peneliti politik Felia Primaresti dari The Indonesian Institute (TII) menilai bahwa layanan pengaduan langsung ke Wakil Presiden ini terkesan berlebihan, mengingat aduan-aduan tersebut seharusnya dapat ditangani oleh birokrasi di bawahnya. Ia juga khawatir layanan ini dapat menciptakan persepsi negatif tentang efektivitas lembaga kepresidenan, terutama terkait koordinasi antar instansi.

Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), turut menilai bahwa layanan ini lebih bersifat sebagai gimik politik, karena pengaduan yang masuk tidak akan bisa langsung diselesaikan oleh Wakil Presiden. Selain itu, ia khawatir kebijakan ini akan membebani anggaran negara dan lebih berfokus pada pencitraan daripada solusi nyata bagi masyarakat.

Sebaliknya, beberapa pihak, seperti Direktur Kebijakan Publik Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, melihat bahwa layanan ini bisa efektif dalam menangani masalah-masalah yang mungkin terlewat di tingkat daerah, terutama yang berhubungan dengan birokrasi yang lambat. Meskipun demikian, efektivitasnya sangat bergantung pada kejelasan mekanisme tindak lanjut.

Dalam situasi ini, banyak yang berharap agar layanan ‘Lapor Mas Wapres’ ini dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait agar tidak menambah tumpang tindih birokrasi. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyarankan agar posko pengaduan ini lebih spesifik dalam menangani isu-isu tertentu, seperti masalah terkait Gen Z atau ekonomi kreatif.

Dengan berbagai kritik dan dukungan yang ada, kebijakan ‘Lapor Mas Wapres’ masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa tujuan utamanya—yaitu meningkatkan kualitas pelayanan publik—dapat tercapai tanpa menciptakan masalah baru.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Birokrasigibran rakabuminggimik politikkebijakan publikKritik PolitikLapor Mas WapresPelayanan publikpengaduan langsungpengaduan masyarakatSetwapresWhatsApp pengaduan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Waspada Modus Penipuan Online! Kenali Trik APK Berbahaya dan Phishing yang Menguras Rekening

Akurasi.id - Pesatnya perkembangan teknologi digital dan internet bak pisau bermata dua.…

Aturan Baru Tilang Elektronik 2026: Pelanggaran yang Terdeteksi ETLE Semakin Lengkap

Akurasi.id - Penerapan sistem kerja modern kini terus mengalami pergeseran pasca-pandemi, di…

Mengapa Perusahaan Modern Mulai Meninggalkan Jam Kerja Konvensional?

Akurasi.id - Penerapan sistem kerja modern kini terus mengalami pergeseran pasca-pandemi, di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ledakan Besar Hebohkan Warga Bontang, Diduga dari Pabrik Kaltim 5 PKT
HeadlineNewsPeristiwa

Ledakan Besar Hebohkan Warga Bontang, Diduga dari Pabrik Kaltim 5 PKT

By
Rachman Wahid
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajak 3 Paslon Diskusi tentang Penanganan Korupsi pada Acara Paku Integritas
HeadlineTrending

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajak 3 Paslon Diskusi tentang Penanganan Korupsi pada Acara Paku Integritas

By
akurasi 2019
Indra Kenz Jadi Tersangka Kasus Binomo, Terancam 20 Tahun Penjara
HeadlineHukum & Kriminal

Indra Kenz Jadi Tersangka Kasus Binomo, Terancam 20 Tahun Penjara

By
akurasi 2019
Jika Terpapar Covid, Rustam Minta Warga Terbuka ke Tim Satgas
Kabar Politik

Jika Terpapar Covid, Rustam Minta Warga Terbuka ke Tim Satgas

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?