By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Olahraga > Terseok-seok di Liga Domestik, AC Milan dan Tottenham Hotspur Mencari Jati Diri di Jalur Eropa
HeadlineOlahragaRagam

Terseok-seok di Liga Domestik, AC Milan dan Tottenham Hotspur Mencari Jati Diri di Jalur Eropa

Fajri
Last updated: Februari 15, 2023 3:31 am
By
Fajri
Share
6 Min Read
Terseok-seok di Liga Domestik, AC Milan dan Tottenham Hotspur Mencari Jati Diri di Jalur Eropa
Gelandang AC Milan, Rade Krunic. (Istimewa)
SHARE

Duel babak 16 besar Liga Champions Eropa menjadi ”pelarian” bagi AC Milan dan Tottenham Hotspur dari buruknya performa di kancah domestik. Mereka mencari jati diri berbeda di Eropa.

Contents
  • Sama- sama Menderita AC Milan dan Tottenham Jaga Semangat Kebangkitan
  • Badai Cidera, Tottenham Berangkat Dengan Keadaan Pincang

Akurasi.id, Milan — Laga AC Milan versus Tottenham Hotspur dalam babak 16 besar Liga Champions Eropa akan menjadi pertemuan kedua tim yang mencari jati diri berbeda setelah sempat tertatih-tatih. Milan lebih diunggulkan merebut poin penuh karena bermain di hadapan pendukung sendiri dan mulai menemukan momentum kebangkitan. Sebaliknya, Tottenham sedang dilanda badai cedera yang merundung pemain bintang mereka.

”Kami ingin menang (atas Tottenham). Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Tetapi, kami bakal bekerja menyiapkan diri dengan baik beberapa hari ke depan agar bisa 100 persen menghadapi Tottenham,” ujar bek sayap kiri Milan, Theo Hernandez, dilansir Football-Italia.

Pada laga babak 16 besar di Stadion San Siro, Milan, Rabu (15/2/2023) dini hari Wita nanti, performa Milan dan Spurs tidak baik-baik saja. Mereka seolah mendapatkan kutukan di awal tahun ini. Milan, juara bertahan Liga Italia, hanya meraih dua kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan dalam tujuh laga terakhir di kompetisi domestik. Mereka memasukkan sembilan gol, tetapi kemasukan 15 gol.

Rentetan hasil buruk itu membuat Milan tercecer ke urutan kelima Liga Serie A Italia dengan 41 poin dari 22 laga sehingga nyaris tidak mungkin lagi mengejar Napoli di puncak klasemen dengan 59 poin dari 22 laga. Sebelumnya, ”Setan Merah” sudah kehilangan peluang untuk mengangkat trofi Piala Italia karena gugur di babak 16 besar seusai kalah 0-1 dari Torino. Mereka pun dihancurkan Inter Milan 0-3 pada perebutan Piala Super Italia.

Nasib serupa dialami Tottenham. ”Si Lili Putih” cuma menang tiga kali dan kalah empat kali dalam tujuh laga terakhir di Liga Inggris. Klub asal London utara itu memasukkan sembilan gol, tetapi kemasukan 12 gol. Grafik buruk itu membuat mereka tertahan di urutan kelima Liga Inggris dengan 39 poin dari 23 laga.

Di atas kertas, Tottenham telah tertinggal jauh dari Arsenal di puncak klasemen dengan 51 poin dari 21 laga. Sebelumnya, mereka sudah kehilangan peluang juara Piala Liga karena gugur dari babak ketiga seusai kalah 0-2 dari Nottingham Forest. Beruntung, mereka mampu lolos ke babak keempat Piala FA dengan berjumpa Sheffield United pada 2 Maret mendatang.

Sama- sama Menderita AC Milan dan Tottenham Jaga Semangat Kebangkitan

Walaupun sama-sama sedang menderita, Milan lebih berpeluang untuk menang atas Tottenham. Salah satu pemantiknya adalah kemenangan 1-0 atas Torino. Hasil itu mengakhiri tren negatif ”I Rossoneri” alias ”Si Merah-Hitam” sebulan terakhir. Mereka pun bersemangat untuk menjaga momentum kebangkitan tersebut.

”Kami telah berevolusi secara taktik. Jadi, kami dapat melakukan hal yang berbeda. Sekarang, yang utama adalah kami terus melakukannya dengan semangat yang tepat,” kata Pelatih Milan Stefano Pioli.

Pioli lebih percaya diri karena perubahan strategi yang radikal mulai membuahkan hasil. Semula, keputusan Pioli mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 3-5-2 saat kalah 0-1 dari Inter dalam pekan ke-21 Liga Italia menuai kritik hebat dari berbagai pihak.

Kendati demikian, Pioli bergeming dengan tetap memainkan formasi tiga bek, tetapi memainkan lebih banyak penyerang dari dua menjadi tiga ujung tombak. Hasilnya, tim bermain lebih solid secara menyerang maupun bertahan dan bisa memetik tiga poin atas Torino.

Pelatih berusia 57 tahun itu disinyalir akan mempertahankan taktik itu ketika menjamu Tottenham. ”Saya percaya pelatih harus menganalisis dan mengevaluasi penampilan tim dan mencari tahu apa yang perlu dikembangkan. Kami kebobolan rata-rata empat gol per pertandingan akhir-akhir ini. Jadi, jelas ada sesuatu yang tidak berjalan dan patut dibenahi,” ujar Pioli.

Ia lebih berseri-seri karena sejumlah pemain penting yang cedera mulai pulih dan boleh jadi bisa diturunkan kontra Tottenham. Mereka antara lain bek Fikayo Tomori, yang sempat cedera otot rotator pinggul kiri, dan gelandang Ismail Bennacer yang sempat cedera otot paha kiri.

Badai Cidera, Tottenham Berangkat Dengan Keadaan Pincang

Sementara Spurs bertolak ke Milan dengan keadaan pincang. Skuad asuhan manajer Antonio Conte itu kehilangan empat pemain inti karena badai cedera. Awalnya, mereka sudah tidak bisa diperkuat kiper sekaligus kapten Hugo Lloris karena cedera lutut sejak 6 Februari, gelandang Ryan Sessegnon yang cedera hamstring pada 11 Februari, dan gelandang Yves Bissouma.

Situasi semakin parah karena gelandang Rodrigo Bentancur menyusul cedera lutut kiri saat Tottenham kalah 1-4 dari Leicester City dalam pekan ke-23 Liga Inggris, Sabtu, dan diprediksi tidak bisa melanjutkan sisa musim ini. Adapun gelandang Pierre-Emile Hojbjerg absen karena akumulasi kartu kuning.

Kondisi itu pastinya akan menjadi tantangan berat untuk Conte yang baru pulih dari operasi kantong empedu. ”Kami harus menemukan lagi jalan kemenangan. Kami tahu para pemain bisa beraksi dengan baik seusai pertandingan seperti ini (kalah 1-4 dari Leicester) dan kami harus konsisten,” ujar Cristian Stellini, asisten manajer Spurs, dilansir laman resmi klub itu.(*)

Editor: Fajri Sunaryo

TAGGED:AC MilanAntonio ConteLiga ChampionsSepak BolaStefano PioliTottenham Hotspur
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkot Bagikan 38.500 Paket Buku
Birokrasi

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkot Bagikan 38.500 Paket Buku

By
akurasi 2019
Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang

By
Wili Wili
Mengenal Lebih Dekat "Teluk Bayur": Destinasi Wisata Berbalut Lagu Indonesia
Destinasi

Mengenal Lebih Dekat “Teluk Bayur”: Destinasi Wisata Berbalut Lagu Indonesia

By
akurasi 2019
Malam Puncak Kilau Raya MNCTV 32, Kolaborasi Spektakuler Slank dan Para Diva Dangdut
CorakRagam

Malam Puncak Kilau Raya MNCTV 32, Kolaborasi Spektakuler Slank dan Para Diva Dangdut

By
Suci Surya
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?