By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Tergiur Jual Beli Handphone Murah, Tukang Gali Parit Jadi Korban Penipuan hingga Merugi Rp18 Juta
Hukum & KriminalNews

Tergiur Jual Beli Handphone Murah, Tukang Gali Parit Jadi Korban Penipuan hingga Merugi Rp18 Juta

akurasi 2019
Last updated: Juni 25, 2020 5:06 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
korban penipuan
Hasim saat melapor ke FKPM Pelita dan menceritakan kasus penipuan yang dia alami pada Selasa malam (23/6/2020). (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
korban penipuan
Hasim saat melapor ke FKPM Pelita dan menceritakan kasus penipuan yang dia alami pada Selasa malam (23/6/2020). (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Seorang pria bernama Hasim (40) warga Jalan Belibis, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, menjadi korban penipuan dari transaksi jual beli handphone, Selasa (23/6/20) malam lalu. Tidak tanggung-tanggung, korban disebut mengalami kerugian hingga Rp18 juta dalam kasus tersebut.

baca juga: Seorang Wanita 49 Tahun Jadi Korban Perampokan di Jalan Ahmad Dahlan, Emas dan Berlian Raib

Dengan wajah pucat dan gugup Hasim menceritakan penipuan ia alami kepada Ketua FKPM Pelita Marno Mukti, yang berawal dari niatnya membeli handpone di media sosial (medsos) Facebook pada Sabtu (20/6/20) lalu. Dirinya tergiur lantaran harga murah yang ditawarkan oleh pelaku.

“Awalnya saya transfer uang Rp500 ribu sesuai dengan harga yang disepakti oleh penjual, dan penjual mengatakan besok barangnya akan sampai di Samarinda,” ucap Hasim saat melaporkan kepada FKPM.

Percaya bahwa barangnya akan tiba besok, Minggu paginya (21/6/2020), ternyata dia malah mendapatkan telepon yang mengaku anggota Bea Cukai Bandara, dan mengatakan kepada Hasim bahwa handpone yang ia beli itu merupakan barang selundupan, dan mengancam akan melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Lantaran takut dilaporkan kepada pihak kepolisian, tanpa pikir panjang ia mentransfer uang sebesar Rp3,7 juta kepada penipu yang mengaku merupakan anggota Bea Cukai,” jelas Marno.

Tak sampai di situ, sore harinya bapak 2 anak tersebut mendapatkan telepon kembali dari penipu yang mengaku dari pihak kepolisian, dan meminta kembali sejumlah uang agar kasusnya bisa diselesaikan.

“Alhasil Hasim mentransfer kembali sejumlah uang Rp3,2 juta kepada penipu yang mengaku dari pihak kepolisian, dengan meminjam uang kepada keluarga yang ada di kampung, lantaran dirinya hanya seorang buruh pekerja pembuat parit dan saat ini istrinya di kampung tengah mengandung anak ketiga,” ucap Marno.

Keesokan harinya, Senin (22/6/2020), Hasim mendapatkan telepon kembali yang menagku dari anggota Polda dan mengacam akan menjerat hukum dirinya dengan hukuman 7 bulan penjara, dan denda Rp135 juta rupiah.

“Percaya bahwa yang menelepon dirinya adalah pihak kepolisian, Hasim kembali mentransfer sejumlah uang sebesar Rp3 juta dan terakhir sebanyak Rp5 juta,” ungkap Marno.

Hasim mengaku meminjam uang kepada keluarganya di Malaysia sebanyak 10 juta untuk membayar uang yang diminta oleh penipu tersebut. Total Hasim sudah 5 kali mentransfer dengan total Rp18 juta rupiah, dan uang itu semua merupakan uang yang ia pinjam kepada keluarganya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Atas laporan yang bersangkutan, saya sarankan untuk membuat laporan ke Polres Samarinda, agar ditindak lanjutin,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Samarinda, Kompol Yuliansah mengatakan, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan tersebut. “Sampai saat ini laporan korban belum kami terima,” jelas Kompol Yuliansah kepada Akurasi.id, Kamis (26/6/20).

Kompol Yuliansah mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada oknum yang mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta sejumlah uang. “Masyarakat jangan mudah percaya jika ada oknum yang mengaku-ngaku dari kepolisan, jika mengalami kasus seperti itu segera laporkan kepada polsek terdekat,” serunya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:jual Beli HandphoneKriminalPenipuantukang gali parit
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pegi Setiawan Ungkap Ancaman Selama di Penjara, Anggy Umbara Berikan Pesan Khusus Usai Kebebasan
Hukum & KriminalTrending

Pegi Setiawan Ungkap Ancaman Selama di Penjara, Anggy Umbara Berikan Pesan Khusus Usai Kebebasan

By
Wili Wili
Tanggapi Perintah Kapolri dan Kapolda, Polres Bontang Basmi Preman dan Pungli
News

Tanggapi Perintah Kapolri dan Kapolda, Polres Bontang Basmi Preman dan Pungli

By
Devi Nila Sari
Kronologi Kasus Novia Widyasari, Mahasiswi Bunuh Diri Minum Sianida
HeadlineHukum & KriminalNews

Kronologi Kasus Novia Widyasari, Mahasiswi Bunuh Diri Minum Sianida

By
Devi Nila Sari
Jadi Penadah Ponsel Curian, Warga Loktuan Diciduk Polisi
News

Jadi Penadah Ponsel Curian, Warga Loktuan Diciduk Polisi

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?