By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Pendidikan > Tenaga Honorer Takut Jadi Pengangguran di 2023 Akibat Kebijakan Baru Menpan RB
HeadlinePendidikan

Tenaga Honorer Takut Jadi Pengangguran di 2023 Akibat Kebijakan Baru Menpan RB

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 8:55 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Tenaga Honorer Takut Jadi Pengangguran di 2023 Akibat Kebijakan Baru Menpan RB
Ilustrasi. Para tenaga honorer harap-harap cemas menjadi pengangguran di tahun 2023. (Suara.com)
SHARE

Akurasi.id, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah bakal menghapus tenaga honorer di instansi pemerintah usai 2023. Pegawai di instansi pemerintahan nanti hanya berstatus dua jenis yakni PNS dan PPPK.

Sementara pekerjaan dasar seperti cleaning service, security, dipenuhi melalui tenaga alih daya atau outsourcing dengan beban biaya umum bukan biaya gaji (payroll).

Mengetahui kondisi tersebut, Luciana (bukan nama sebenarnya) seorang pegawai berstatus honorer di kantor kementerian di Jakarta Pusat mengaku takut jadi pengangguran dengan status pekerjaannya ke depan.

Luciana bekerja sebagai pembantu humas dalam membuat konten di media sosial dan pemberitaan, ia dihonor sebesar Rp5,5 juta setiap bulannya sejak 2020 lalu.

[irp]

“Kontrak kerja tuh diperbarui setiap tahun, kemungkinan ini tahun terakhir karena 2023 bakal di cut off, memang cemas juga,” kata Luciana kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/1).

Luciana sebelumnya bekerja sebagai wartawan di Jakarta dan sudah berstatus karyawan tetap. Namun dia memilih untuk menjadi honorer di salah satu kementerian karena gaji yang ditawarkan lebih besar meski tak mendapat tunjangan kesehatan.

Ibu satu anak itu mengaku belakangan ini aktif mencari pekerjaan lain sebagai alternatif jika dia diberhentikan sebagai pegawai honorer. Dia juga mengaku sempat mengikuti seleksi CPNS namun tak lolos SKB.

“Kalau dibilang cemas dipecat ya cemas banget. Makanya sekarang sering cari-cari kerjaan, kemarin sempat CPNS tapi enggak lolos SKB, ya sudah sekarang cari-cari lagi sambil nunggu diberhentikan,” kata Luciana.

[irp]

Takut Jadi Pengangguran

Reno (bukan nama sebenarnya) menjadi tenaga honorer di kantor pemerintahan di Bandung, Jawa Barat. Reno sudah menjadi tenaga honorer sejak lulus kuliah pada 2019 lalu, ia mengelola media sosial salah satu instansi pemerintah di Bandung.

Laki-laki berusia 24 tahun ini mengaku bisa menjadi honorer di kantor pemerintah sebab sebelumnya mengikuti program magang dari kampus. Kontrak honorernya diperbarui setiap tahun, terbaru kontraknya diperbarui hingga akhir 2023.

“Kayaknya itu yang terakhir jadi medsos di sini, setelah itu jadi pengangguran,” kata Reno melalui sambungan telepon, Kamis (20/1).

Reno mengaku takut jadi pengangguran karena kehilangan pekerjaannya saat ini. Dia bercerita, sejak kabar honorer akan dihapus pada 2023, rekan sekantornya yang sudah berstatus PNS selalu menyemangati agar mencoba seleksi CPNS atau PPPK.

Dia juga sudah mencoba seleksi CPNS pada Desember lalu namun tak lolos pada tahap SKB.

[irp]

“Aku coba CPNS, biar hidup bisa settle, tapi kan gak semudah itu lolosnya, pesaing banyak, belum tentu dibuka juga tahun depan [seleksi CPNS], sebenarnya takut banget pengangguran,” ujarnya.

Honorer lainnya, Ismail (bukan nama sebenarnya) bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ismail juga ikut dalam seleksi CPNS sebagai tenaga perawat untuk Kementerian Kesehatan namun tak lolos dalam SKD.

Di rumah sakit tempatnya bekerja, Ismail masih berstatus sebagai tenaga honorer sejak 2018. Ismail sempat dijanjikan bakal diangkat sebagai pegawai tetap setelah bekerja 2 tahun namun janji itu belum pernah terpenuhi hingga hari ini.

“Kalau pemerintah menghapus honorer di pemerintahan, semoga di instansi non pemerintah tidak dihapus, karena susah kalau harus jadi ASN. Pesaingnya banyak, kalau lolos belum tentu dapat formasi [PPPK],” ujar Ismail. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:HardnewsKebijakan Kemenpan RBPengangguran Meningkattenaga honorer
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Batu Bara Makin Hancur, Terendah Sejak 3 Mei Lalu
EkonomiHeadlineTrending

Harga Batu Bara Makin Hancur, Terendah Sejak 3 Mei Lalu

By
Devi Nila Sari
Situasi Laut Merah Memanas: Eskalasi Konflik dan Dampak Global
HeadlineTrending

Situasi Laut Merah Memanas: Eskalasi Konflik dan Dampak Global

By
akurasi 2019
Lonjakan Harga Emas 10 Mei 2024 Detail Kenaikan Per Gram dan Pecahan Emas Batangan
EkonomiHeadline

Lonjakan Harga Emas 10 Mei 2024 Detail Kenaikan Per Gram dan Pecahan Emas Batangan

By
akurasi 2019
Wisuda Unsrat Viral, Wisudawan Beri Kertas Pesan Pungli di Kampus
HeadlineTrending

Wisuda Unsrat Viral, Wisudawan Beri Kertas Pesan Pungli di Kampus

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?