By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Tak Tahan Jadi Korban Perselingkuhan dan Kasus KDRT, Seorang Istri di Bontang Pilih Polisikan Suaminya
News

Tak Tahan Jadi Korban Perselingkuhan dan Kasus KDRT, Seorang Istri di Bontang Pilih Polisikan Suaminya

Devi Nila Sari
Last updated: Desember 19, 2020 8:52 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Tak Tahan Jadi Korban Perselingkuhan dan Kasus KDRT, Seorang Istri di Bontang Pilih Polisikan Suaminya
Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT di Kota Bontang kembali terjadi. (Ilustrasi)
SHARE
Tak Tahan Jadi Korban Perselingkuhan dan Kasus KDRT, Seorang Istri di Bontang Pilih Polisikan Suaminya
Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT di Kota Bontang kembali terjadi. (Ilustrasi)

Tak tahan jadi korban perselingkuhan dan kasus KDRT, seorang istri di Bontang pilih polisikan suaminya. Korban berharap, kasus tersebut dapat diproses secara tegas oleh pihak berwajib. Termasuk mencabut proses penangguhan yang dilakukan keluarga dari suaminya.

Akurasi.id, Bontang – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Bontang kembali terjadi. Kali ini seorang istri melaporkan suaminya berinisial DDM. Korban terpaksa harus melaporkan KDRT itu lantaran sudah tidak tahan dianiaya oleh suaminya. Wanita malang yang menjadi korban KDRT itu yakni NA (36) warga Pisangan, Kecaman Bontang Selatan.

Ibu dari dua anak ini mengaku sudah tak tahan lagi dianiaya oleh sang suami, sehingga dia memberanikan diri melaporkan suaminya DDM yang merupakan mantan ketua yayasan salah satu sekolah swasta kejuruan di Bontang.

[irp]

“Saya dipukul, diseret suami saya. Bahkan pernah mengunci leher saya,” ujar NA ke wartawan, di salah satu resto di Bontang, Selasa (15/12/2020) lalu.

Menurut pengakuannya, sudah tiga tahun terakhir kerap menjadi korban KDRT. Aksi kekerasan yang dilakukan suaminya lantaran diduga dipicu perselingkuhan DDM dengan wanita berinisial S.

Dijelaskan korban mengenai proses hukum DDM, ia mendapatkan kabar bahwa DDM sudah ditangkap oleh pihak kepolisian, namun tidak berapa lama ia mendapatkan informasi DDM mendapatkan penangguhan penahanan karena ada jaminan dari pihak keluarganya.

“Pada saat saya mendapatkan informasi DDM ditangguhkan penahanannya, saya langsung mendatangi penyidik, dikatakan penyidik betul bahwa DDM penahanannya ditangguhkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” jelas NA.

Bahkan, lanjut NA berkas perkara DDM kata penyidik sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dia berharap proses hukum DDM ini berjalan, dan DDM mendapatkan hukuman sesuai dakwaan KDRT.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Mahfud Hidayat membenarkan, bahwa pihaknya telah memberikan penangguhan penanganan kepada tersangka. Penangguhan penahanan tersebut diberikan pada 10 Desember lalu, karena ada permintaan orangtua dan ada dari pihak  yang siap menjaminkan dirinya.

[irp]

Penanggguhan penahanan tersebut, diberikan selama 5 hari atau berakhir pada 15 Desember. Setelah itu, kasus tersebut diserahkan ke pihak kejaksaan untuk ditangani proses hukumnya lebih lanjut.

“Sudah sesuai prosedur hukum, hanya 5 hari saja penangguhan penahanannya. Setelah itu, menjadi tanggung jawab kejaksaan untuk ditahan kembali,” ucap AKP Mahfud.

Atas perbuatan KDRT tersebut, DDM terancam dijerat dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. “Ancamannya 5 tahun penjara, sesuai UU nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan awak media kami masih mencoba mengonfirmasi ke Kejaksaan Negeri Bontang. Termasuk meminta tanggapan dari terlapor, dalam hal ini DDM. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Jadi Korban PerselingkuhanKasus KDRTKasus KriminalPilih Polisikan SuaminyaPolres BontangSeorang Istri di BontangTak Tahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Umrah dan Masuk Ka'bah, Didoakan untuk Keberkahan Bangsa
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Subianto Tunaikan Umrah dan Masuk Ka’bah, Didoakan untuk Keberkahan Bangsa

By
Wili Wili
Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf
PeristiwaTrending

Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan Akut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf

By
Wili Wili
POLRES DAN KODIM
Trending

Masih Berkeliaran Saat Pembatasan Sosial, Ini Tindakan Polres dan Kodim 0908 Bontang

By
akurasi 2019
Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian
Hukum & KriminalTrending

Mutilasi Sadis di Surabaya-Mojokerto: Alvi Maulana Bunuh Pacar Lalu Potong Jasad Jadi Ratusan Bagian

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?