By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Tak Pernah Dijenguk Keluarga, Warga Binaan Ini Bebas Besok
Hukum & KriminalNews

Tak Pernah Dijenguk Keluarga, Warga Binaan Ini Bebas Besok

akurasi 2019
Last updated: Agustus 16, 2019 6:06 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Tak Pernah Dijenguk Keluarga, Warga Binaan Ini Bebas Besok
Abdul Hamim. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)
SHARE
Tak Pernah Dijenguk Keluarga, Warga Binaan Ini Bebas Besok
Abdul Hamim. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Salah satu warga binaan yang bebas pada hari Sabtu (16/8/19) besok, Abdul Hamim (43), masih bingung hendak pergi ke mana. Pasalnya, dia tak memiliki satu pun keluarga di Bontang. Selama delapan bulan menjadi warga binaan, Hamim tidak pernah dijenguk kerabatnya.

Sebelum dia menjadi warga binaan, Hamim datang dari Jawa. Ia hendak menuju Sangatta Kutai Timur (Kutim). Dia bertujuan mencari istri dan anaknya. Hamim menduga keduanya telah hidup bersama seorang penculik.

“Istri sempat izin ke Kaltim. Tapi setelah 20 hari tidak pulang. Akhirnya saya cari dan ia berada di Karangan,” ujarnya, Jumat (16/8/19).

Beberapa waktu setelah berada di Karangan, Hamim mengetahui kediaman istrinya. Ternyata, perempuan itu telah membangun hubungan gelap dengan laki-laki tersebut. Tak terima dengan perlakuannya, Hamim menegur lelaki itu.

“Tapi tidak nyahut karena dia tahu saya suaminya. Dia lari. Saya kejar dan saya pukul kakinya pakai kayu dan langsung rebah,” bebernya.

Pria itu tak meninggal dunia. Pasalnya, 20 hari setelah kejadian itu, dia kembali bekerja. Buruh di perusahaan itu tak menerima perlakuan Hamim. Dia melaporkan Hamim di Kepolisian Resort (Polres) Kutim.

“Saya divonis delapan bulan penjara,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, istri dan anaknya telah kembali ke Jawa. Meski begitu, selama di lapas, dia tidak pernah berkomunikasi dengan istri dan buah hatinya.

“Saya juga takut punya utang sama petugas lapas. Jadi tak pernah pinjam ponsel untuk menelepon. Jadi di lapas tak pernah melakukan apa-apa,” imbuhnya.

Setelah bebas besok, Hamim membutuhkan biaya transportasi untuk pulang ke kampung halamannya. Rencananya biaya transportasi yang dibutuhkan Hamim akan ditanggung Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Bontang.

Kasi Tuna Sosial dan KPO Dissos-PM Bontang, Abdullah, menuturkan, warga binaan yang bebas seperti Hamim akan dipertemukan dengan keluarganya.

“Untuk sementara bisa tinggal di rumah singgah. Tim kami juga sambil menghubungi Dinas Sosial kota asalnya. Supaya bisa dipulangkan,” terang Abdullah. (*)

Penulis: Ayu Salsabila
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:17 AgustusLapas Kelas III BontangRemisi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bayi Kembar tiga
CorakNews

Lahirkan Tiga Bayi Kembar di HUT Bontang, Ika Purwati Sampai Harus Disesar

By
akurasi 2019
Misteri Kematian Brigadir RA di Jakarta: Keluarga Ragukan Bunuh Diri, Datangi TKP, dan Tuntut Klarifikasi CCTV
Hukum & KriminalTrending

Misteri Kematian Brigadir RA di Jakarta: Keluarga Ragukan Bunuh Diri, Datangi TKP, dan Tuntut Klarifikasi CCTV

By
akurasi 2019
Hanya Butuh 1 Jam, 2 Pengedar Asal Loktuan Bontang Diciduk Polisi
Hukum & KriminalNews

Hanya Butuh 1 Jam, 2 Pengedar Asal Loktuan Bontang Diciduk Polisi

By
Devi Nila Sari
BRI Link Dibobol Maling, Uang Rp21 Juta Raib
News

BRI Link Marangkayu Dibobol Maling, Uang Rp21 Juta Raib

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?