By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman
News

Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman

akurasi 2019
Last updated: Februari 23, 2019 10:48 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman
Penyebaran penyakit DBD di Kota Bontang patut mulai diwaspadai masyarakat. Dalam dua bulan sudah terdapat 343 kasus DBD. (Ilustrasi)
SHARE
Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman
Penyebaran penyakit DBD di Kota Bontang patut mulai diwaspadai masyarakat. Dalam dua bulan sudah terdapat 343 kasus DBD. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Bontang – Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Botang patut mendapatkan kewaspadaan tinggi masyarakat. Kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat penyebaran penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini tumbuh begitu cepat.

Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang periode Januari-Februari 2019, angka kasus DBD di Kota Taman sudah mencapai 343 kasus. Sebanyak 128 kasus di antaranya masuk penyakit demam dengue dan 67 kasus lain adalah suspect DBD.

Dari data kasus itu, 148 di antaranya dinyatakan positif mengidap DBD. Penyebaran terbesar kasus ini berada di tiga wilayah yakni Kelurahan Berebas Tengah dan Kelurahan Api-Api masing-masing 40 kasus, serta Kelurahan Tanjung Laut sebanyak 39 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Diana Nurhayati menuturkan, upaya kerja sama lintas sektor telah dilakukan untuk mencegah dan menekan angka kasus DBD. Survei titik-titik rawan penyakit tersebut juga sudah dilakukan di Kota Taman.

“Kami juga sudah meminta bantuan teman-teman di puskesmas untuk membantu melaporkan jika memang mendapati adanya kasus demam berdarah. Supaya bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin,” kata dia, Jumat (22/2/19).

Pencegahan DBD melalui kegiatan fogging dirasakan tidak begitu efektif lagi. Selain karena terbilang lambat dalam membunuh induk nyamuk, cara itu juga tidak terbilang cukup ampuh untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Kesadaran masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, dan menimbun sampah adalah solusi paling baik. “Diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.

Memberantas jentik-jentik nyamuk aedes aegypti dapat menghilangkan penyebab mendasar dari penyakit DBD. Membersihkan lingkungan dari genangan air juga cukup penting dengan menerapkan PSN disertai 3M Plus.

“Fogging hanya membunuh induk nyamuk, tapi tidak sepenuhnya membunuh jentik-jentiknya. Fogging juga tidak tepat waktu dan tidak begitu maksimal memberantas DBD,” tegasnya.

Pemberantasan nyamuk dengan 3M Plus dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Kedua, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

Ketiga, menggunakan kelambu saat tidur dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk. Keempat, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

“Kami perlu dukungan masyarakat untuk bergerak bersama mengurangi kasus DBD di Kota Bontang. Penting juga diketahui masyarakat, DBD juga bisa terjadi saat masyarakat ke luar daerah. Di situ biasanya ada nyamuk yang hinggap di mobil.  Virus DBD dapat bertahan selama seminggu,” terang Diana.

Kepala Seksi (Kasi) Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Wabah Bencana Dinkes Bontang, Adi Permana menyampaikan, masyarakat perlu memahami bahwa terdapat wakt-waktu yang cukup efektif memberantas nyamuk dengan fogging. Baik jentik nyamuk maupun induk nyamuk.

“Waktunya bisa dimulai pagi hingga pukul 09.00 Wita. Saat sore hari bisa dimulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Bahan aktif fogging akan rusak apabila terkena sinar matahari. Ada fogging yang memakai air dan ada juga berbahan bakar solar,” jelasnya. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:DBD
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

gerinda
Hukum & KriminalNews

Mencuri Gerinda dan MP3, Warga Loktuan Ditangkap di Tenggarong

By
akurasi 2019
Satpam Rumah Mewah di Bogor Tewas Ditusuk Anak Majikan, Berawal dari Teguran
Hukum & KriminalTrending

Satpam Rumah Mewah di Bogor Tewas Ditusuk Anak Majikan, Berawal dari Teguran

By
Wili Wili
571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas
PeristiwaTrending

571 Ribu Rekening Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, PPATK Blokir dan DPR Desak Sanksi Tegas

By
Wili Wili
Polda Riau Sita Aset Bandar Narkoba Rp15,26 Miliar
Hukum & KriminalTrending

Polda Riau Sita Aset Bandar Narkoba Rp15,26 Miliar

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?