By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Sosialisasi Pembangunan Pabrik, Warga Buffer Zone Minta Diprioritaskan
News

Sosialisasi Pembangunan Pabrik, Warga Buffer Zone Minta Diprioritaskan

akurasi 2019
Last updated: Januari 10, 2020 1:16 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
buffer zone
Sosialisasi pembangunan pabrik PT KAN, di Grand Equator Hotel dihadiri perwakilan warga buffer zone Loktuan dan Guntung. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
buffer zone
Sosialisasi pembangunan pabrik PT KAN, di Grand Equator Hotel dihadiri perwakilan warga buffer zone Loktuan dan Guntung. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Rencana pembangunan pabrik amonium nitrat disambut antusias warga wilayah buffer zone, yakni Kelurahan Loktuan dan Guntung. Pasalnya mereka ingin perusahaan memprioritaskan masyarakat buffer zone sebagai tenaga kerja di PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN).

Baca Juga: Awal Tahun, 116 ASN Pemkot Bontang Mutasi Jabatan

Dalam Sosialisasi Proyek Pembangunan Pabrik Amonium Nitrat yang digelar di Grand Equator Hotel, Jalan Pupuk Raya, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, pada Rabu (8/1/20) lalu ini dihadiri lurah serta ratusan perwakilan warga dari Kelurahan Loktuan dan Guntung.

Diketahui, PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) merupakan perusahaan patungan kerjasama antara PT Dahana (Persero) dengan PT Pupuk Kalimantan Timur.  Sesuai hasil tender yang telah dilaksanakan, pembangunan pabrik akan dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Wika) Persero dan Sedin Engineering sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Pabrik Amonium Nitrat tersebut.

Dijelaskan Direktur Utama PT KAN Bimo Noesantoropoetro  nantinya pabrik dibangun di atas lahan seluas 6 hektar. Yakni di sekitar kawasan industri milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE). Targetnya pabrik tersebut selesai dalam waktu 30 bulan. Dijelaskan Bimo, pembangunan pabrik tersebut di Kota Taman –sebutan Bontang-  bertujuan memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri.

“Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 75 ribu ton per tahun dengan komposisi produk Amonium Nitrat dan Asam Nitrat. Total investasi pembangunan pabrik sekitar Rp 1,1 triliyun dari kredit investasi BUMN Perbankan dan penyertaan masing-masing pemegang saham,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dahana Budi Antono menambahkan, perusahaannya bersama PT Pupuk Kaltim telah melakukan studi banding dan kajian berbagai aspek seperti pasar, teknologi, peraturan perundangan, ketersediaan bahan baku dan sebagainya.

“Itu dibantu konsultan independen bereputasi internasional yakni BPPT,” terangnya.

Berdasar kajian itu, pembangunan pabrik amonium nitrat berkapasitas hingga 75.000 ton per tahunnya ini diharapkan mampu menumbuh-kembangkan turunan industri lainnya. Bahkan dapat menghemat devisa dari impor amonium nitrat, menciptakan nilai tambah produk dalam negeri, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia utamanya masyarakat Bontang.

Soal SDM, Warga Buffer Zone Ingin Diprioritaskan

Salah satu warga, Rusli mengajukan saran dan permohonan pada pihak perusahaan agar memprioritaskan sumber daya manusia (SDM) dari warga Loktuan dan Guntung ketika PT KAN mulai membangun dan mengoperasikan perusahaan bahan peledak tersebut. Selain tenaga kerja, dia berharap PT Wika juga bekerja sama dengan kontraktor lokal yang berada di Loktuan dan Guntung.

“Jangan mengatakan kalau bisa, tapi harus bisa pakai tenaga lokal. Tidak hanya tenaga kerjanya saja, tetapi juga kontraktornya juga lokal. Di Loktuan dan Guntung pasti banyak yang punya CV atau PT yang bisa bekerjasama dengan PT Wika,” tegas Rusli dihadapan warga lainnya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Guntung ini juga mengungkit bencana alam yang kerap menimpa wilayahnya. Rusli menuturkan di Guntung sering mengalami banjir sehingga banyak warga yang menjadi korban. Saat banjir beberapa waktu lalu misalnya, dia mengungkapkan hanya humas dari PT Pupuk Kaltim saja yang terjun ke lapangan untuk membantu warga.

“Perusahaan yang lain ke mana? Kami harap nanti PT KAN bisa berperan di situ dan membantu kami dalam menangani banjir,” harapnya.

Ketua Forum RT Guntung Burhan juga menambahkan jika dia sangat mendukung dan menyambut baik adanya pembangunan pabrik. Namun dia berharap PT WIKA dapat membuktikan dengan nyata terkait akan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Jangan hanya di atas kertas atau di sini saja, tapi di lapangan enggak sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tandasnya.

MAHYUNADI

Sementara itu, Ketua Forum RT Loktuan Sukri meminta kontribusi nyata dari perusahaan nantinya. Sebab, warga buffer zone kelak yang akan menerima efek langsung dari limbah pabrik.

“Kami juga tanya kontribusi seperti apa, sehingga warga kami enggak hanya jadi penonton di wilayahnya,” kata Sukri.

Sama seperti Burhan dan Sukri, ketua LPM Loktuan Haris Hafid, juga meminta perusahaan nanti lebih memprioritaskan warga Loktuan dan Guntung.

“Pengangguran di Bontang semakin hari semakin bertambah, Alhamdulillah ada investasi di Bontang, kita patut mendukung, tapi dengan catatan tolong kami wilayah penerima dampak langsung masuk prioritas,” ujarnya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi

TAGGED:Pembangunan Pabrik Amonium NitratPT KANWarga Buffer Zone
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Solidaritas Guru untuk Supriyani: Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Pengadilan Andoolo
Hukum & KriminalTrending

Solidaritas Guru untuk Supriyani: Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Anak di Pengadilan Andoolo

By
Wili Wili
Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo
HeadlinePeristiwa

Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo

By
Wili Wili
Hana Hanifah Ditangkap Bareng Pria di Kamar Hotel
Hukum & KriminalNews

Hana Hanifah Ditangkap Bareng Pria di Kamar Hotel

By
akurasi 2019
Motor Harley Davidson Hilang di Senayan Ditemukan di Bekasi, Polisi Kejar Pelaku
Hukum & KriminalTrending

Motor Harley Davidson Hilang di Senayan Ditemukan di Bekasi, Polisi Kejar Pelaku

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?