By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > SMRC: Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, namun Rasional Pertahankan Jabatan Presiden Hanya Dua Periode
HeadlineKabar PolitikRagam

SMRC: Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, namun Rasional Pertahankan Jabatan Presiden Hanya Dua Periode

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 2, 2023 3:17 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
SMRC: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, Namun Rasional Pertahankan Jabatan Presiden Hanya Dua Periode
Aksi seniman Solo menggambar wajah Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin di dinding kampung Gremet Manahan Solo. (Dok VOA)
SHARE

Hasil survei SMRC menyatakan 76,7 persen responden puas akan kinerja Presiden Jokowi selama dua periode ini. Namun, hal tersebut tidak berdampak akan perpanjangan masa jabatan.

Contents
  • Dampak pada Sistem Demokrasi, Pemilu dan Potensi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
  • Pemilih di Indonesia Rasional Dukung Jabatan Presiden Sesuai Aturan Hukum

Akurasi.id, Jakarta – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali merilis hasil survei di penghujung tahun ini. Kali ini berkenaan tentang seberapa besar tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pendiri SMRC Prof. Saiful Mujani mengatakan, berdasarkan data tren tingkat kepuasan publik pada kinerja Jokowi sejak tahun 2015, ada penguatan pada periode kedua. Di mana tingkat kepuasan rata-rata mencapai 70 persen. Jika pada survei terakhir di bulan Desember 2022 tingkat kepuasan mencapai 74,2%, maka dalam survei terakhir ini meningkat menjadi 76,7%.

“Ini peristiwa yang sangat penting, bahwa Presiden Jokowi memiliki approval rating yang sangat tinggi,” kata Saiful sebagaimana melansir VOA.

Berjalan baiknya langkah-langkah pengendalian pandemi Covid-19 dan gelontoran bantuan sosial. Ditengarai menjadi salah satu hal yang meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik.

Baliho ungkapan terima kasih pada Presiden Jokowi terpasang di berbagai daerah, termasuk di Kota Solo. Baliho tersebut berisi gambar presiden dengan tulisan dukungan penyaluran bansos tepat sasaran.

Menurut data pemerintah, anggaran perlindungan sosial pada tahun 2022 mencapai Rp498 triliun. Meningkat dari anggaran tahun 2021 yang mencapai Rp468,3 triliun, dan tahun 2020 yang mencapai Rp293,2 triliun. Peningkatan anggaran ini seiring dengan perebakan luas Covid-19 ketika itu.

Anggaran untuk tahun 2023 akan kembali naik menjadi Rp441 triliun untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global dan potensi lonjakan gelombang baru Covid-19. Aebagaimana yang terjadi di banyak negara, terutama di China.

Dampak pada Sistem Demokrasi, Pemilu dan Potensi Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Meski baru menginjak tahun baru 2023, tetapi aroma tahun politik sudah sangat kencang. Terlebih setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan partai politik yang berhak bertarung di Pemilu 2024.

Saiful mengatakan, ia kaget dengan pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti yang mengajak untuk berpikir kembali tentang Pemilu 2024. Dengan dalih kinerja Presiden Jokowi dinilai bagus oleh publik.

Bambang Soesatyo dan La Nyalla memberi alternatif untuk menangguhkan pemilu ke tahun 2027, atau tetap menyelenggarakan pemilu pada tahun 2024. Dengan memberi kesempatan Jokowi bertarung untuk ketiga kalinya.

Mengingat posisi Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR yang berwenang mengubah Undang-Undang Dasar, pandangannya itu perlu dibahas. Sementara, pandangan La Naylla menurutnya tidak mencerminkan aspirasi publik.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Jakarta itu mengatakan, survei SMRC pada bulan Mei dan September 2021, juga pada Maret dan Oktober 2022. Menunjukkan mayoritas publik ingin mempertahankan ketentuan masa jabatan presiden hanya dua kali, dan masing-masing selama lima tahun. Dalam empat kali survei tersebut, rata-rata 77% publik ingin aturan itu dipertahankan. Hanya 13% responden yang ingin mengubahnya.

“Statement itu bertentangan atau tidak mencerminkan aspirasi publik. Di satu sisi, kinerja Presiden Jokowi memang bagus. Tapi apakah bagusnya kinerja Presiden Jokowi itu membuat publik menginginkan agar dia dikasih wewenang untuk kembali berkuasa dengan mengubah konstitusi atau dikasih tambahan kekuasaan tiga tahun lagi,” ujar Saiful.

Pemilih di Indonesia Rasional Dukung Jabatan Presiden Sesuai Aturan Hukum

Sementara, dua pengamat politik dan akademisi yang dimintai pendapat masih enggan mengomentari hasil survei SMRC itu. Meskipun jelas, tampak pemilih di Indonesia semakin rasional dengan mendukung kinerja presiden tetapi bersikukuh mempertahankan masa jabatan presiden hanya dua kali sesuai aturan hukum.

Presiden Joko Widodo sendiri sejak munculnya wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode, sudah berulangkali menyerukan agar semua pihak taat pada konstitusi.

“Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering saya dengar. Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi,” tegas Presiden seusai Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, 30 Maret 2022. (ys/em)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Jabatan Presiden Dua PeriodeJokowi Dua PeriodeKinerja Jokowipresiden jokowiSurvei Kinerja Jokowi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

WHO Optimis Pandemi Covid-19 Berakhir pada 2022
HeadlineTrending

WHO Optimis Pandemi Covid-19 Berakhir pada 2022

By
akurasi 2019
Marc Marquez & Ducati Semakin Tak Terkejar di Klasemen MotoGP 2025 Usai GP Belanda
OlahragaTrending

Marc Marquez & Ducati Semakin Tak Terkejar di Klasemen MotoGP 2025 Usai GP Belanda

By
Wili Wili
Agus Haris Tepati Nazar Gowes dari Bontang ke Samarinda
CorakRagam

Agus Haris Tepati Nazar Gowes dari Bontang ke Samarinda

By
Devi Nila Sari
Birokrasi

Pembahasan Tatib Dirampungkan Sebelum Kegiatan Orientasi Dewan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?