By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Skandal Korupsi Syahrul Yasin Limpo (SYL) Ungkap Aliran Dana untuk Kebutuhan Pribadi
Covered StoryHeadlineHukum & Kriminal

Skandal Korupsi Syahrul Yasin Limpo (SYL) Ungkap Aliran Dana untuk Kebutuhan Pribadi

akurasi 2019
Last updated: Mei 19, 2024 10:19 am
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Skandal Korupsi Syahrul Yasin Limpo (SYL) Ungkap Aliran Dana untuk Kebutuhan Pribadi
Skandal Korupsi Syahrul Yasin Limpo (SYL) Ungkap Aliran Dana untuk Kebutuhan Pribadi. Foto: Tribunnews.
SHARE

Akurasi.id. Jakarta – Kasus korupsi yang melibatkan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), terus menjadi sorotan publik. Mantan pejabat tinggi ini didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total mencapai Rp 44,5 miliar. Dakwaan ini tidak hanya melibatkan SYL tetapi juga dua mantan pejabat Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta, yang diadili dalam berkas perkara terpisah. Dalam persidangan, berbagai aliran dana yang diterima oleh SYL dan keluarganya terungkap, mulai dari pembelian sound system hingga perjalanan umrah.

Contents
  • Aliran Uang ke Indira Chunda Thita Syahrul
    • Pembelian Sound System Rp 21 Juta
    • Pembayaran Terapi Stem Cell Rp 200 Juta
    • Pembelian Baju di Mal
    • Biaya Sewa Kantin
    • Pembelian Skincare
    • Pembelian Mobil Rp 500 Juta
  • Permintaan Dana dari SYL untuk Kegiatan Pribadi
    • Uang Bulanan Rp 30 Juta
    • Umrah Rp 1 Miliar
    • Pembelian Lukisan Rp 200 Juta
    • Pembelian Keris Emas Rp 100 Juta
    • Pembelian Gelang Rp 65 Juta
    • Perjalanan ke Belgia Rp 600 Juta

Aliran Uang ke Indira Chunda Thita Syahrul

Salah satu anak SYL, Indira Chunda Thita Syahrul, yang juga merupakan anggota DPR, disebut menerima sejumlah aliran dana dari Kementerian Pertanian. Berikut adalah beberapa aliran dana yang diungkapkan dalam persidangan:

Pembelian Sound System Rp 21 Juta

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, mantan Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Bambang Pamuji, mengungkapkan bahwa Kementan mengeluarkan dana sebesar Rp 21 juta untuk pembelian sound system bagi Thita. Permintaan ini disampaikan oleh mantan ajudan SYL, Panji. Bambang menjelaskan bahwa tagihan tersebut muncul pada 16 November, dan dana tersebut langsung ditransfer ke rekening Thita.

Pembayaran Terapi Stem Cell Rp 200 Juta

Selain sound system, Bambang juga mengungkapkan adanya permintaan dana sebesar Rp 200 juta untuk pembayaran terapi stem cell Thita. Permintaan ini juga disampaikan oleh Panji. Dalam persidangan, jaksa menanyakan detail pembayaran ini, dan Bambang menjelaskan bahwa dana tersebut memang untuk Thita.

Pembelian Baju di Mal

Mantan Kepala Subbagian Rumah Tangga Pimpinan Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Raden Kiky Mulya Putra, mengungkapkan bahwa Kementan me-reimburse pembelian baju untuk SYL dan Thita. Permintaan reimburse ini disampaikan oleh Panji, dan pembelian baju ini dilakukan setelah SYL dan keluarganya selesai makan siang di mal. Nilai pembelian baju ini biasanya di bawah Rp 10 juta.

Biaya Sewa Kantin

Dalam persidangan, mantan Kasubag Pengadaan Biro Umum pada Kementan, Abdul Hafidh, mengungkapkan bahwa biaya sewa kantin yang digunakan oleh Thita di Kementan dibebankan kepada Kementan. Biaya sewanya sekitar Rp 1,8 juta per bulan, dan biaya ini menjadi temuan di Inspektorat Jenderal Kementan.

Pembelian Skincare

Mantan Subkoordinator Pemeliharaan Biro Umum dan Pengadaan Kementan, Gempur Aditya, mengungkapkan bahwa SYL menggunakan anggaran di Kementan untuk biaya perawatan skincare bagi Thita dan cucunya. Permintaan anggaran skincare ini dilakukan secara rutin, dengan angka yang berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 50 juta.

Pembelian Mobil Rp 500 Juta

Mantan Koordinator Substansi Rumah Tangga Kementan, Arief Sopian, mengungkapkan bahwa dirinya diminta mencarikan uang untuk membeli mobil Innova seharga Rp 500 juta untuk Thita. Uang tersebut dikumpulkan dari beberapa pejabat eselon I di Kementan, dan mobil tersebut diantar ke rumah Thita di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Permintaan Dana dari SYL untuk Kegiatan Pribadi

Tidak hanya Thita, SYL sendiri juga terungkap meminta berbagai dana untuk keperluan pribadi. Berikut adalah beberapa permintaan dana yang diungkapkan dalam persidangan:

Uang Bulanan Rp 30 Juta

Pejabat Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa setiap direktorat di bawah Ditjen Tanaman Pangan diminta mengumpulkan uang sebesar Rp 30 juta per bulan pada tahun 2022. Uang ini digunakan untuk kebutuhan SYL dan keluarganya, seperti tiket dan kebutuhan pribadi lainnya.

Umrah Rp 1 Miliar

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, mengungkapkan bahwa dia diminta mengumpulkan uang sebesar Rp 1 miliar untuk keperluan umrah SYL dan keluarganya. Prihasto menyebut bahwa tidak ada pos anggaran di Kementan yang disiapkan untuk memenuhi permintaan tersebut, sehingga dia terpaksa mencari dana tambahan dari berbagai sumber.

Pembelian Lukisan Rp 200 Juta

Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengungkapkan bahwa dia diminta membayar sebuah lukisan seharga Rp 200 juta atas permintaan SYL. Pembayaran ini dilakukan meskipun tidak ada anggaran yang disiapkan untuk itu.

Pembelian Keris Emas Rp 100 Juta

Kabag Umum Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Edi Eko Sasmito, menyebut bahwa dia diminta membayar sebuah keris emas seharga Rp 105 juta untuk SYL. Permintaan ini datang bersama dengan permintaan untuk biaya khitanan, bunga, dan operasional lainnya.

Pembelian Gelang Rp 65 Juta

SYL juga disebut mendapatkan gelang seharga Rp 65 juta yang dibayarkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Perjalanan ke Belgia Rp 600 Juta

SYL dan rombongannya menghabiskan Rp 600 juta untuk perjalanan dinas ke Belgia pada tahun 2021. Biaya ini dibebankan kepada lima Direktorat Jenderal di Kementan karena anggaran yang kurang.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:GratifikasiIndira Chunda ThitaKementerian Pertaniankeris emaskorupsiPemerasanSidang Korupsisound systemstem cellSyahrul Yasin LimpoUmrah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi
HeadlinePeristiwa

KPK Minta Kaesang Pangarep Tunjukkan Bukti Pembayaran Jet Pribadi untuk Cegah Dugaan Gratifikasi

By
Wili Wili
PCR Masih Wajib ke Penumpang Pesawat, Bagi yang Belum Vaksin 2 Kali
HeadlineTrending

PCR Masih Wajib ke Penumpang Pesawat, Bagi yang Belum Vaksin 2 Kali

By
Devi Nila Sari
Cuitan Ferdinand 'Allahmu Lemah' Berpotensi Timbulkan Keonaran
HeadlineTrending

Cuitan Ferdinand ‘Allahmu Lemah’ Berpotensi Timbulkan Keonaran

By
akurasi 2019
Pemerintah Indonesia Desak Investigasi Atas Penembakan 5 WNI oleh Aparat Malaysia
Hukum & KriminalTrending

Pemerintah Indonesia Desak Investigasi Atas Penembakan 5 WNI oleh Aparat Malaysia

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?