By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Sektor Perikanan di Bontang Punya Potensi Topang Setoran PAD
Birokrasi

Sektor Perikanan di Bontang Punya Potensi Topang Setoran PAD

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 4, 2021 1:37 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Sektor Perikanan di Bontang Punya Potensi Topang Setoran PAD
Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian.(Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Sektor Perikanan di Bontang Punya Potensi Topang Setoran PAD
Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian.(Rezki Jaya/Akurasi.id)

Sektor perikanan di Bontang punya potensi topang setoran PAD. Hal ini membuat Bapenda Bontang melirik potensi di Tempat Pelelangan Ikan.

Akurasi.id, Bontang – Sektor perikanan di Bontang punya potensi topang setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang mulai melirik potensi PAD di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bontang yang terletak di Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian. Dia menyebutkan ada potensi besar di TPI tersebut. Hal itu dia temukan setelah menjadi Plt Kepala Dinas DKP3 Bontang.

“Kebetulan saya ditugaskan wali kota untuk merangkap menjadi Plt Kepala Dinas DKP3, nah kaitan dengan Bapenda adalah potensi PAD di tempat tersebut, saya lihat cukup luar biasa, ada potensi besar di sana, salah satu potensi besarnya yaitu TPI,” ucap Sigit saat ditemui media ini di ruangannya, Selasa (23/2/2021) lalu.

Jadi dalam sekali bongkar muat itu kata Sigit, dalam semalam bisa mencapai 8 hingga 10 ton. Hingga saat ini kegiatan itu masih gratis, sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan untuk membangun TPI tersebut. Pelayanan kita berikan dengan baik,

“Yang bongkar ikan bukan hanya dari nelayan Bontang saja, tetapi dari nelayan dari luar pun banyak. Itu semua masih belum diambil retribusinya, sementara pelayanan terbaik sudah diberikan oleh Pemkot Bontang,” ucap Sigit.

“Kalau seandainya kami buatkan retribusinya, anggap saja 1 kilo diambil Rp1000, berarti dalam 10 ton ada sebanyak 10 juta per malam. Jika ditotal dalam 1 tahun bisa mencapai Rp3 miliar. Ini potensi namanya. Itu baru dari 1 bongkar saja, belum dari pelayanan yang lain,” bebernya.

[irp]

Mengapa potensi ini tidak pernah dilirik, menurut Sigit sejak UU Nomor 32 tahun 2014, kewenangan daerah dikurangi. Yang tadinya 0 sampai 4 mil itu kewenangan Daerah, tapi di UU tersebut dihilangkan menjadi 0 sampai 12 itu kewenangan provinsi.

“Tetapi setelah saya diskusikan, Kami gali lebih dalam, ternyata pihak pemerintah provinsi juga fleksibel, kami akan buat aturan itu, bersama dengan pemerintah provinsi,” tuturnya.

Di sisi lain kata Sigit, pelayanan terus berjalan dengan baik dan potensi besar untuk PAD Kota Bontang.

“Tugas saya walaupun cuma 3 bulan, potensi ini harus bisa dikejar, terlebih yang kami ambil retribusinya bukan uang masyarakat, melainkan pengusaha ikan yang bongkar di tempat itu, Kami ambil lah bentuk pelayanan pemerintah, itu namanya dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Di situ lah konsep pembangunan,” jelas Sigit.

Untuk memulai program ini, awalnya membangun regulasi atau payung hukum baik dari pemerintah provinsi maupun kota.

“Harus kami buat regulasinya, baik Perda atau Perwali, baru membuat yang namanya MoU dengan pemerintah provinsi, karena tidak boleh memungut tanpa regulasi. Tentu harapannya ini bisa berjalan demi meningkatkan PAD Kota Bontang,” tutupnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:bapendaPendapatan Asli DaerahSektor Perikanan di BontangSigit AlfianTempat Pelelangan Ikan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Komisi III
Birokrasi

Komisi III DPRD Kaltim Segera Evaluasi Pelaksanaan Proyek Pemerintah

By
akurasi 2019
10 takmir masjid
Birokrasi

Demi Masjid Ramah Anak, 10 Takmir Bontang Studi ke Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta

By
akurasi 2019
Layar Puspita DPK Bontang, Tebarkan Cinta Literasi untuk Anak Pesisir
Birokrasi

Layar Puspita DPK Bontang, Tebarkan Cinta Literasi untuk Anak Pesisir

By
Devi Nila Sari
Ruang Kelas
Birokrasi

Raking Soroti Masih Adanya Sekolah yang Kekurangan Ruang Kelas, Minta Pemerintah Fokus Urus Pendidikan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?