Trending

Satu Persatu Lokasi Penyulingan Minyak Ilegal Diungkap Polisi, Kelabui Petugas, Akses Jalan Ditutup dengan Tanah

Loading

penyulingan
Lokasi pengolahan minyak ilegal ke enam yang berhasil diungkap oleh petugas gabungan, Rabu (13/11/19). (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Satu persatu tempat pengolahan minyak mentah yang diduga ilegal ditemukan petugas berwajib. Terbaru, lokasi ke enam tempat pengolahan minyak mentah ditemukan di jalur poros Samarinda – Sanga-sanga, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Rabu (13/11/19).

Terdapat kejanggalan dalam sejumlah penemuan itu. Nyaris serupa dengan ke lima lokasi sebelumnya, di tempat ini petugas tidak menemukan satu aktivitas pekerjaan pun.

Baca Juga: Pencuri Kabel RSI Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi, Sempat Buron Dua Bulan

Namun yang membuatnya sedikit berbeda ialah, saat pertama kali menemukannya pada Selasa (12/11/19) siang lalu. Petugas gabungan dari unsur Polda Kaltim, Polresta Samarinda dan TNI mendapati jalur utama memasuki tempat pengolahan minyak mentah ini masih baik-baik saja. Setelah di satroni ulang. Jalur itu tiba-tiba menghilang. Karena ada tumpukan tanah yang diperkirakan setinggi dua meter.

Jasa SMK3 dan ISO

Petugas yang saat ini bersama awak media, sempat dibuat bingung. Padahal dari pantauan satelit GPS, petugas gabungan sudah tepat berada di lokasi pengolahan minyak mentah itu.

Saat coba melakukan penyisiran. Benar saja. Ini merupakan tempat yang di maksud. Hanya saja, sepertinya ada upaya dari oknum tertentu untuk mengelabui petugas.

Sejauh ratusan meter, petugas terpaksa harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan tanah yang sedikit berdebu itu. Dari hasil pantauan di lapangan. Lokasi pengolahan minyak ilegal ini berada cukup jauh masuk ke dalam hutan.

Jauh dari perkotaan sepertinya menjadi tempat favorit para pelaku melancarkan aksinya. Agar bisa mencapai ke tempat tersebut. Pertama-tama  harus melewati jalur houling dengan jarak berkisar lima kilometer dari jalan utama.

Luas tempat pengolahan ini diperkirakan mencapai setengah hektare. Di tempat ini, para pelaku dipastikan memproduksi minyak ilegal tersebut dalam jumlah yang lebih besar di banding lokasi lainnya. Selain alat penampungan hasil minyak olahan di lokasi ini pun tampak lebih besar dari lima tempat sebelumnya.

Selain itu, di sini juga terlihat jika tangki penyulingan juga memiliki kapasitas yang lebih besar, dengan jumlah mencapai tiga buah. Meski satu di antaranya telah roboh  dan yang berfungsi hanya dua buah saja.

Di lokasi ini, petugas berhasil mengamankan 17 tandon berkapasitas 1.000 liter yang sudah disulap menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Selain itu ada juga empat tandon yang masing-masing berkapasitas 1.000 liter. Di dalamnya, petugas menemukan 5,8 ton barang bukti solar olahan. Dan 83 tandon kosong yang juga memiliki daya tampung 1000, 5000 dan 10.000 liter.

MAHYUNADI

Namun sayang, saat disatroni petugas. Sedikit pun petugas tidak mendapati adanya aktivitas penyulingan minyak tersebut. Meski demikian, petugas dengan cekatan melakukan penyitaan barang bukti tersebut dan memasang garis polisi.

Kepada awak media, Aiptu Jojo Prasetyo, sebagai pengamanan objek vital (Pamovit), Polda Kaltim menuturkan, kegiatan razia patroli ini memang tengah gencar dilakukan. Karena di terima informasi, kalau pihak Pertamina mengalami penurunan jumlah produksi minyak mentah maupun olahan.

“Akhirnya kami melakukan patroli penyisiran dan menemukan lokasi ini,” terang Jojo.

Kata Jojo, saat ini seluruh lokasi penyulingan minyak ilegal yang telah berjumlah enam titik telah disegel oleh pihak berwajib.

“Kami masih belum bisa memastikan berapa lama tempat ini sudah berjalan. Semua dugaan masih terus kami dalami,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button