By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Sah! APBD Kutim 2020 Sebesar Rp 3,495 Triliun
News

Sah! APBD Kutim 2020 Sebesar Rp 3,495 Triliun

akurasi 2019
Last updated: November 30, 2019 8:43 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
APBD Kutim
Ketua DPRD Kutai Timur Encek UR Firgasih menandatangani persetujuan APBD Kutim 2020. (Salmafina/Akurasi.id)
SHARE
APBD Kutim
Ketua DPRD Kutai Timur Encek UR Firgasih menandatangani persetujuan APBD Kutim 2020. (Hartati/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2020 resmi ditetapkan sebesar Rp 3,495 triliun. Pengesahan ditandatangani Bupati Kutim Ismunandar dan Ketua DPRD Encek UR Firgasih dalam rapat paripurna ke 42, Jumat (29/11/2019) kemarin.

Ada beberapa poin dalam dengar pendapat akhir seluruh Fraksi DPRD Kutim sebagai penerima serta menyetujui RAPBD Kutim Anggaran 2020 yang diajukan pemerintah daerah.

Baca Juga: Neni: Tidak Ada Perubahan APBD 2019 Secara Sepihak

Yaitu pengelolaan anggaran harus berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian sesuai skala prioritas kebutuhan mendasar meliputi kesehatan, pendidikan, infrastruktur juga pengembangan bidang pertanian. Bahkan termasuk pembayaran hutang pada pihak ketiga, meninjau ulang pelaksaan proyek multiyears serta berpedoman prinsip kehati-hatian, transparan, efektif dan efisien juga sesuai standar akuntasi, pembayaran gaji insentif dan honor Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D).

Ismunandar menghaturkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan atas kebersamaan dan pengertian yang tinggi. Serta atas penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaaan kemasyarakatan. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan tugas-tugas besar guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kutim secara fokus dan tuntas. Serta penyusunan RAPBD yang disampaikan pada nota pengantar keuangan pemda, Rabu (20/11/19) lalu sesuai arahan dan kebijakan pokok-pokok pembangunan yang tertuang pada Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan toleransi yang diberikan kepada pemerintah sehingga tercipta, terpelihara, dan terkendali situasi yang kondusif,” tutur Ismu.

Dalam RAPBD 2020, kata Ismunandar, telah disusun secara struktural dan sistematis. Serta sudah mempertimbangkan usulan, saran juga kritikan dari seluruh anggota dewan yang disampaikan melalui fraksi-fraksi dewan terkait program anggaran telah dibahas bersama secara intensif antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dan Badan Anggaran Legislatif.

“Semua telah diakomodir,” tegas Ismu.

Sementara Sekretaris Daerah Irawansyah menyampaikan peningkatan RAPBD 2020 yang diproyeksikan hanya Rp 2,85 triliun, meningkat Rp 3,49 triliun. Dalam rapat disebutkan APBD Kutim 2020 pada rapat paripurna penyampaian RAPBD disebut peningkatan itu terjadi saat dilakukan pembahasan oleh Tim TAPD dan Badan Anggaran DPRD Kutim  dalam sepekan terakhir.

Peningkatan tersebut diperoleh penyesuaian pada pendapatan. Yaitu dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp 142,57 miliar meningkat menjadi Rp 187,5 miliar. Dana perimbangan yang diproyeksikan Rp 1,81 triliun naik hingga Rp 2,337 triliun. Juga pendapatan lain-lain yang sah diperkirakan mencapai Rp 9,01 miliar, berubah menjadi Rp 9,71 miliar.

Selanjutnya peningkatan belanja, dari belanja tidak langsung yang sebelumnya Rp 1,28 triliun menjadi Rp 1,35 triliun. Begitu pula belanja langsung Rp 1,56 triliun menjadi Rp 2,123 triliun. Bahkan ditambah dengan pembiayaan berupa pengeluaran sebesar Rp 16 miliar. Sehingga belanja daerah terjadi peningkatan Rp 3,478 triliun.

“Ada pun peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) serta PAD terdapat pembelanjaan yang terarah. Serta pembahasan, kemudian masuk lagi proyeksi anggaran pendapatan, Jadi kami masukkan lagi, Bahkan kita hitung semua, hingga akhirnya dapat di angka Rp 3,49 triliun,” papar Irawansyah.

Penulis: Hartati

TAGGED:APBD KutimAPBD Kutim 2020
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sri Mulyani: Lukisan Bunga Saya Hilang, Bersama Rasa Aman dan Kemanusiaan
HeadlinePeristiwa

Sri Mulyani: Lukisan Bunga Saya Hilang, Bersama Rasa Aman dan Kemanusiaan

By
Wili Wili
pasutri
Hukum & KriminalNews

Waduh, Pasutri Asal Sangatta Ini Nekat Menjadi Pengedar Narkoba

By
akurasi 2019
Modus Nonton Televisi, Seorang Kakek di Samarinda Tega Cabuli Cucunya Berusia 6 Tahun
Hukum & KriminalNews

Modus Nonton Televisi, Seorang Kakek di Samarinda Tega Cabuli Cucunya Berusia 6 Tahun

By
akurasi 2019
Makin Meresahkan, 11 Kasus Narkoba di Bontang Terungkap dalam 28 Hari
Hukum & KriminalNews

Makin Meresahkan, 11 Kasus Narkoba di Bontang Terungkap dalam 28 Hari

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?